10 Hikmah Isra Mi’raj yang Bisa Dipetik

DEPOKPOS – Isra Miraj mengisahkan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW saat menerima syariat kewajiban salat lima waktu dalam sehari dan didampingi oleh Malaikat Jibril untuk menghadap Allah SWT.

Kata Isra menjelaskan mengenai perjalanan Rasulullah SAW menembus ruang hingga bisa menempuh jarak Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina dalam waktu singkat. Sedangkan Miraj adalah peristiwa perjalanan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha.

Isra Miraj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Miraj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 Masehi.

Ada banyak hikmah di balik peristiwa Isra Miraj sebagai hari besar islam. Berikut ini adalah 10 hikmah yang dapat dipetik di balik kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

1. Membersihkan Jiwa Raga untuk Menghadap Allah SWT
Diriwayatkan, sebelum melakukan perjalanan Isra Miraj, malaikat membelah dada Nabi Muhammad SAW untuk membersihkan jiwanya dari sifat buruk.

Hal ini menunjukkan, sebelum menghadap Allah SWT untuk menjalankan ibadah, jiwa raga harus dalam keadaan bersih dari segala kotoran atau najis, dari niat yang tidak ikhlas, dan dari pemahaman-pemahaman yang sesat. Ibadah akan mardud atau tidak sah bila niat kita tidak ikhlas, dinodai bidah, atau tidak didasari ilmu.

BACA JUGA:  Ini yang Harus Diperhatikan Muslimah yang Bekerja Diluar Rumah

2. Bukti Kekuasaan Allah SWT
Dalam surah Al-Isra ayat 1 Allah SWT menyatakan Isra Miraj bertujuan untuk memperlihatkan sebagian ayat atau tanda (bukti) kekuasaan-Nya.

Hal ini merupakan sinyal bahwa kita pun harus memperhatikan ayat-Nya, sehingga keimanan akan eksistensi dan kekuasaan Allah SWT tertanam kuat dalam diri. Ayat-ayat itu meliputi ayat qauliyah (firman Allah yang terhimpun dalam Al Quran) dan ayat kauniyah (segala ciptaan Allah SWT).

3. Tingginya Derajat Kehambaan
Dalam surat Al-Isra’ ayat satu yang mengisahkan peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW disebut sebagai ‘abdun’ yang berarti hamba. Hal ini menunjukkan hamba yang benar-benar bertakwa kepada Allah mendapat derajat begitu luhur di sisi-Nya.

Penyebutan kata ‘abdun’ yang ditunjukkan untuk Nabi Muhammad ini juga tercantum dalam surat lain seperti Al-Baqarah ayat 23 dan Al-Jin ayat 19 juga demikian.

BACA JUGA:  Shafiyyah, Muslimah Pertama yang Menghunus Pedang di Medan Perang

4. Pembekalan Dakwah yang Tangguh
Sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj, orang-orang yang Nabi cintai dan mendukung misi dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia, di sisi lain penindasan kaum Quraisy semakin hebat.

Ujian bertubi-tubi yang Allah berikan ini agar Nabi Muhammad SAW benar-benar tangguh dalam berdakwah.

5. Menyampaikan Kebenaran Meski Pahit
Begitu pagi setelah malam Isra’ Mi’raj, Nabi mengabarkan apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Praktis banyak orang yang tidak percaya dengan kabar ‘tidak masuk akal’ ini. Ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan meskipun banyak mendapat penolakan.

6. Syariat Nabi Muhammad Menghapus Syariat Nabi-nabi Terdahulu
Saat peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah saw menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.

7. Keistimewaan Masjidil Aqsha bagi Umat Islam
Dalam perjalanan Isra’, masjid yang berada di Palestina itu menjadi tempat tujuan Nabi, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Ini merupakan indikasi betapa mulianya masjid tersebut.

BACA JUGA:  Larangan Menggunjing dalam Islam

8. Manusia Tidak Boleh Berputus Asa dari Rahmat Allah SWT
Segala masalah dalam kehidupan jangan sampai membuat manusia terpuruk hingga ingin menyerah. Jiwa manusia tak boleh runtuh sebelum ruh lepas dari jasadnya.

9. Memberi Pemahaman Lebih Dalam tentang Salat
Sebelum salat, seorang muslim harus bersih dan suci secara fisik dan mental. Kondisi inilah yang memungkinkan muslim lebih khusyu saat beribadah dan memohon pada Allah SWT.

10. Islam Merupakan Agama yang Suci
Saat Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr saat Mi’raj, Nabi lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah).

Nah, itulah 10 hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW saat menerima perintah salat.

Zakiya Nur Qolbi

Pos terkait