10 Makna dan Pembiasaan Amalan pada Bulan Rajab

DEPOKPOS – Seperti yang kebanyakan orang islam ketahui, pada bulan Rajab dan Sya’ban dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah. Bulan Rajab adalah bulan yang istimewa dan diutamakan, bulan ini juga salah satu dari ke- 4 bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini juga diyakini sebagai salah satu bulan yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni bulan Muharram, Dzulqa’dah, Dzuhijjah, dan Rajab.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan haram.” (QS. At- taubah Ayat 36). Pada bulan ini Nabi Muhammad SAW, melakukan isra’ mi’raj, dimana peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW, mendapatkan  perintah dari Allah SWT. Untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Pada bulan ini juga Ali bin Abu Thalib lahir, dan terjadinya perang tabuk, dimana perang ini adalah perang terakhir yang diikuti Nabi Muhammad SAW.

Pada bulan Rajab dan Sya’ban memiliki amalan ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan, berikut 10 pembiasaan Rajab dan Sya’ban.

BACA JUGA:  Tumbuh Bersama Al-Qur'an

1. Puasa Sunnah Setiap Hari Senin dan Kamis

Amalan ibadah pertama yang dianjurkan adalah melaksanankan puasa sunnah pada setiap hari senin dan kamis.

2. Shalat Sunnah Dhuha

Amalan ibadah yang dianjurkan selanjutnya adalah melaksanakan shalat sunnah dhuha setiap hari, keutamaan shalat dhuha ini begitu banyak, salah satunya memperbanyak rezeki.

3. Sedekah

Amalan berikutnya adalah sedekah, “Tidak akan berkurang harta seseorang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah (HR Tirmidzi).

4. Perbanyak Istighfar 100x Setiap Hari

5. Membaca Buku yang Bermanfaat

6. Tilawah Al-qur’an

7. Shalat Tahajjud

8. Do’a Al-matsurat

9. Mengikuti Ta’lim

10. Rutin Olahraga

1. Bulan Suci, karena pada bulan ini umat islam dilarang melakukan perbuatan dzalim atau dilarang dalam islam.

2. Bulan Mustajab, pada awal malam bulan ini  diistajabnya doa- doa, seperti yang diriwayatkan Imam Syafi’I dalam kitab Al- Umn  yang berbunyi “Sesungguhnya do’a dikabulkan pada 5 malam, yakni malam jum’at, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam Nishfu Sya’ban”.

BACA JUGA:  Doa agar Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

3. Bulan Bertaubat, ini merupakan bulan yang sangat baik untuk bertaubat, Allah akan mengampuni semua dosa baik kecil maupun besar jika manusia melakukan taubat nasuha, dan pada bulan ini sangat dianjurkan untuk meminta ampun kepada Allah SWT.

4. Bulan Rajam, karena pada bulan Rajab ini seluruh musuh dan setan- setan itu dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak mengajak orang beriman kepada keburukan.

5. Bulan Kemurahan, pada bulan Rajab ini Allah SWT, akan memperbanyak keberkahan, baik dari segi kesehatan, rezeki maupun hubungan dengan sesama muslim, oleh karena itu perbanyaklah berdo’a dan berbuat kebaikan, karena di bulan ini kita bisa mersakan betapa banyaknya kemurahan dari Allah SWT.

6. Bulan Baik Untuk Puasa, sebagaimana dalam Al-qur’an surah At Taubah ayat 36 yaitu untuk memperbanyak puasa di bulan yang haram atau mulia ini.

7. Bulan Damai, pada bulan ini dilarang adanya peperangan, sehingga bulan ini juga disebut Al Ashamn yang memiliki arti tuli, maksud dari tuli ini adalah tidak terdengar adanya bunyi senjata perang pada bulan ini.

BACA JUGA:  Tiga Hal Penyebab Kerusakan Gen Z

8. Bulan Penghormatan, bulan ini segala persiapan dimulai, karena pada bulan Rajab menandakan bahwa akan tiba dimana kita akan menuju bulan suci Ramadhan, seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban  dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan”. (Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi, Al Adzkar, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir).

9. Bulan Agung, seperti yang terdapat dalam kitab I’anatut Thalibin, dalam kitab ini dijelaskan bahwa Rajab memiliki kata lain tarjib yang memliki arti mengagungkan dan memuliakan, sehingga dahulu masyarakat Arab sangat memuliakan bulan Rajab.

10. Peristiwa Isra’ Mi’raj, di dalam bulan ini terjadinya peristiwa penting, yakni peristiwa isra’ mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad, dimana telah diterangkan di atas.

Murni Asso

Pos terkait