4 Tips Olah Limbah Masker, Salah Satunya Bisa Jadi Dekorasi Rumah

4 Tips Olah Limbah Masker, Salah Satunya Bisa Jadi Dekorasi Rumah

DEPOK POS – Semenjak terjadinya pandemi COVID-19, terjadi peningkatan jumlah produksi Alat Pelindung Diri (APD), khususnya masker sekali pakai. WHO memperkirakan produksi APD selama bulan Maret 2020 hingga November 2021 mencapai 87.000 ton. Peningkatan penggunaan masker sekali pakai ini tidak diikuti dengan pengolahan limbah yang baik, sehingga mengakibatkan penumpukan limbah masker dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Seringkali masyarakat langsung membuang masker sekali pakai ke tempat sampah tanpa adanya pengolahan dan pembuangan dengan cara yang benar. Padahal, limbah masker sekali pakai ini dapat diolah kembali menjadi benda yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual. Bagaimana pengolahan limbah masker ini dilakukan agar menjadi benda yang bermanfaat dan memiliki nilai jual? Yuk, simak penjelasan berikut!

⦁ Mengubah Limbah Masker Menjadi Pot

Pemanfaatan limbah masker menjadi pot merupakan inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro dalam kegiatan KKN di Kelurahan Bulustalan pada tahun 2022. Dilansir dari website resmi KKN UNDIP, pengolahan limbah masker menjadi pot ini dilakukan dengan cara melakukan desinfeksi masker bekas terlebih dahulu, lalu memotong bagian pinggir masker. Setelah itu, dilakukan pembuatan adonan semen dengan menggunakan semen, pasir, dan air, kemudian mengoleskan masker bekas ke adonan semen dan membentuk masker menggunakan cetakan (dapat menggunakan gelas plastik bekas) sambil mengikatnya dengan karet. Terakhir, masker yang dicetak dapat dijemur hingga kering dan dilepaskan dari cetakan agar pot tersebut dapat digunakan.

BACA JUGA:  Wasiat Wajibah, Definisi dan Ketentuannya

⦁ Dekorasi Interior Rumah

Limbah masker dapat dimanfaatkan menjadi dekorasi interior rumah seperti anyaman, roncetan, bunga hias, bahkan furniture. Dalam Jurnal Desain Interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember tahun 2022, dilakukan eksplorasi teknik pengelolaan limbah masker menjadi produk interior. Produk yang dihasilkan sangat menarik dan dapat menambah estetika ruangan. Pembuatan dekorasi interior rumah dari limbah masker diawali dengan mengubah masker menjadi material yang lebih kecil. Masker dapat digunting agar menjadi potongan maupun dilumatkan agar menjadi serbuk. Selanjutnya, potongan masker atau serbuk masker diolah dengan berbagai macam teknik seperti teknik daur ulang kertas dan teknik pemanasan menggunakan setrika dan lem tembak. Masker dapat dicampur dengan bahan lain seperti lem, semen, maupun resin, tergantung produk apa yang ingin dibuat.

BACA JUGA:  Pentingnya Kesadaran Bisnis Kepada Generasi Muda di Era Teknologi Digital

⦁ Bahan konstruksi bangunan

Sebagai upaya untuk mengurangi limbah masker, dapat dilakukan pembuatan ecobrick. Dikutip dari Zero Waste Indonesia, ecobrick adalah bahan yang sifatnya keras seperti batu bata dan dapat digunakan sebagai dinding bangunan sederhana atau dinding tanaman. Pembuatan ecobrick diawali dengan mensterilkan limbah masker, kemudian limbah masker dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil. Potongan masker lalu dimasukkan ke dalam botol plastik hingga penuh dan padat. Akhirnya, ecobrick sudah siap untuk digunakan.

⦁ Bijih Plastik

Publikasi resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2021, telah menginformasikan cara mengelola limbah masker sekali pakai menjadi bijih plastik yang nantinya dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, seperti pot, ember, bak sampah, dan lain sebagainya. Proses pembuatan bijih plastik dari limbah masker ini dilakukan dengan mengumpulkan terlebih dahulu limbah masker sekali pakai dan merendamnya di dalam larutan natrium hipoklorit selama satu jam untuk proses desinfeksi. Setelah itu, limbah masker tersebut dibilas dengan air mengalir dan bagian kawat hidung serta earloop masker dilepas. Limbah masker tersebut kemudian dikeringkan dan dilakukan proses pemanasan dalam suhu tertentu dengan alat khusus hingga membentuk bijih plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri plastik.

BACA JUGA:  Semakin Populernya Fenomena Childfree Dikalangan Gen Z

Limbah masker yang dibuang begitu saja dapat dijual kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Keempat cara di atas adalah solusi yang dapat dilakukan untuk menghindari potensi limbah masker untuk dijual kembali. Selain itu, pemanfaatan limbah masker menjadi barang-barang tersebut dapat mengurangi limbah masker di lingkungan. Namun, perlu diperhatikan bahwa limbah masker dapat menjadi sumber penyebaran penyakit. Maka, perlu dilakukan sterilisasi limbah masker dengan sabun atau alkohol sebelum proses pengolahan agar limbah masker tidak menjadi sumber penyebaran penyakit.

Erze Vazela dan Qonita Anis Zain
Mahasiswa Kesehatan Lingkungan FKM UI 2020

Pos terkait