5 Gaya Kepemimpinan, Kamu Termasuk yang Mana?

DEPOKPOS – Pemimpin adalah hal yang sangat luar biasa, bicara terkait kepemimpinan masyarakat pasti akan mengaitkan dengan cerita tentang kepemimpinan tokoh politik,tokoh Negara dan tokoh agama semua itu masyarakat sangat mengagumi karena sangat berjasa, walaupun terkadang tidak mengetahui secara persis peran besar serta kepemimpinannya dalam waktu itu.

Banyak teori yang berbicara mengenai kepemimpinan, tetapi teori kepemimpinan yang dianggap tertua adalah yang di tulis oleh Lao Tze pada 2000 tahun lalu, pada teori ini banyak sekali berbicara mengenai kepemimpinan (Mattayang, 2019), semua orang mempunyai sifat pemimpin (Leader) itu sudah sejak lahir bukan baru di bentuk ketika dewasa dengan gaya kepemimpinannya berbeda-beda, seorang pemimpin mempunyai peran besar, bisa mempengaruhi dalam efektivitas pemimpin.

Gaya kepemimpinan atau dengan istilah style of leadership suatu cara seorang pemimpin menjalankan tugas kepemimpinannya, Kepemimpinan mempunyai peran sebagai kekuatan dinamik yang mendorong,memotivasi dan mengkoordinasikan perusahaan organisasi dalam mencapai suatu tujuan.

Kepemimpinan adalah suatu proses kegiatan seseorang untuk menggerakkan orang lain dengan memimpin, membimbing, mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu agar dicapai hal yang diinginkan.Adapun gaya-gaya kepemimpinan yaitu sebagai berikut :

Gaya kepemimpinan demokratis

Gaya kepemimpinan ini merupakan suatu kemampuan dalam mempengaruhi orang dalam bersedianya dalam bekerja sama dalam mencapai tujuan Bersama yang sudah di tentukan dengan berbagai cara yang dilakukan dan ditentukan antara bawahan dan pimpinan. Gaya kepemimpinan ini disebut sebagai gaya yang terpusat dengan bawahan, kepemimpinan dengan adanya kesederajatan, partisipatif atau konsultatif.

BACA JUGA:  Mengambil Risiko dalam Bisnis

Ciri-ciri pada gay aini yaitu mempunyai keweangan dalam memimpin, pim[inan bersedia dalam melimpahkan Sebagian wewenangny kepada bawahan. Terkiat pengawasan terhadap bahan dilakukan dengan wajar, bawahan mempunyai banyak kesrempatan dalam menyampaikan saran atau pendapat dan tugas-tugas yang di berikan kepada bwahan yang sifanya permintaan dan menyampingkan sfiat intruksi.

Gaya kepemimpinan delegative

Dalam gaya ini pimpinan akan jarang sekali memberikan arahan kepada bawahan, dalam membuat keputusan juga semua di serahkan kepada bawahan, serta ketika ada permasalahan diharapkan dapat menyelesaikan sendiri.

Dengan demikian, maka gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan sangat dipengaruhi adanya karakter pribadinya.

Kepemimpinan delegatif merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh pimpinan untuk bawahannya yang mempunyai kemampuan, agar bisa menjalankan aktivitasnya yang untuk sementara waktu tak bisa dilakukan oleh pimpinan dengan berbagai macam sebab.

BACA JUGA:  Daun Seledri Dapat Turunkan Hipertensi

Gaya kepemimpinan delegatif ini sangat cocok dilakukan kalau staff yang dimiliki ternyata mempunyai motivasi dan kemampuan yang tinggi. Dengan demikian pimpinan tak terlalu banyak dalam memberikan perintah kepada bawahannya, bahkan pemimpin akan lebih banyak dalam memberikan dukungan untuk bawahannya.

Gaya kepemimpinan birokratis

Gaya kepemimpinan birokratis ini dilukiskan dengan pernyataan Memimpin Berdasarkan adanya peraturan”. Perilaku pemimpin yang ditandai dengan adanya keketatan pelaksanaan suatu prosedur yang telah berlaku untuk pemimpin dan anak buahnya.

Pemimpin yang birokratis, secara umum akan membuat segala keputusan itu berdasarkan dari aturan yang telah berlaku dan tidak ada lagi fleksibilitas.

Segala kegiatan mesti terpusat pada pemimpin dan sedikit saja diberikan kebebasan kepada orang lain dalam berkreasi dan bertindak, itupun tak boleh melepaskan diri dari ketentuan yang sudah berlaku.

Adapun beberapa ciri gaya kepemimpinan birokratis adalah Pimpinan akan menentukan segala keputusan yang berhubungan dengan seluruh pekerjaan dan akan memerintahkan semua bawahan untuk bisa melaksanakannya.

Pemimpin akan menentukan semua standar tentang bagaimana bawahan akan melakukan tugas; Adanya sanksi yang sangat jelas kalau seorang bawahan tidak bisa menjalankan tugas sesuai dengan standar kinerja yang sudah ditentukan.

BACA JUGA:  Pengaruh Islam terhadap Kebudayaan Indonesia

Gaya kepemimpinan laissez faire

Gaya ini akan mendorong kemampuan anggota dalam mengambil inisiatif. Kurang interaksi dan kontrol yang telah dilakukan oleh pemimpin, sehingga gaya tersebut hanya dapat berjalan jika bawahan mampu memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan dalam mengejar tujuan dan sasaran yang cukup tinggi.

Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin sedikit sekali dalam menggunakan kekuasaannya atau sama sekali telah membiarkan anak buahnya untuk berbuat dalam sesuka hatinya.

Gaya kepemimpinan kharismatik

Kelebihan dari gaya kepemimpinan karismatis ini ialah mampu menarik orang. Mereka Akan terpesona dengan cara berbicaranya yang akan membangkitkan semangat.

Biasanya pemimpin dengan memiliki gaya kepribadian ini akan visioner. Mereka sangat menyenangi akan perubahan dan adanya tantangan.

Mungkin, kelemahan terbesar dari tipe kepemimpinan model ini dapat dianalogikan dengan peribahasa Tong Kosong yang Nyaring Bunyinya.

Mereka hanya mampu menarik orang untuk bisa datang kepada mereka. Setelah beberapa lama kemudian, orang-orang yang datang tersebut akan kecewa karena adanya ketidak-konsistenan.

Apa yang telah diucapkan ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta dalam pertanggungjawabannya, si pemimpin akan senantiasa memberikan alasan, permintaan maaf, dan janji.

Nabila Khoirunnnisa

Pos terkait