7 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dalam Islam

7 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dalam Islam

 

Menikah dalam Islam adalah bagian dari menyempurnakan iman seseorang karena Allah ta’ala, jadi menikah berarti beribadah dengan menyebut nama Allah. Itulah sebabnya Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mencari jodoh dengan memilih calon jodoh sesuai syariat dan sila agama, yaitu ta’aruf. karena pacaran tidak diperbolehkan dalam islam dan untuk menghindari zina agar tidak melakukan perbuatan yang terhenti oleh iman. Menurut orang awam tersebut, Islam memang diatur dan memiliki pedoman dalam usahanya untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis dan barokah yang diridhoi Allah SWT. Kepemimpinan agama dapat menyelamatkan keluarga dari perceraian. Mengingat hal tersebut, angka perceraian di masyarakat masih tergolong tinggi. Bahkan jika Anda akan menikah, Anda harus siap secara finansial dan mental. Berikut ini adalah cara mengatur keuangan yang baik dalam rumah tangga.

1. Tentukan prioritas keuangan keluarga

Pengelolaan keuangan bisa dimulai dengan memahami kebutuhan keluarga. B. Tabungan, perumahan, listrik, telepon, kesehatan dll. Islam mengajarkan untuk mengelola keuangan dengan baik karena kekayaan dalam Islam adalah cara untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan juga membawa manfaat bagi orang banyak. Prioritas keuangan dalam Islam dimulai dengan zakat atau sedekah, tabungan, hutang dan belanja kebutuhan rumah tangga. Aturan zakat adalah untuk memurnikan kekayaan sambil menjaga keseimbangan keuangan. “Dan dia menjadikanku orang yang diberkahi dimanapun aku berada, dan memerintahkanku untuk sholat dan menunaikan zakat selama aku hidup” (QS. Maria:31)

BACA JUGA:  Pemasaran Online Dapat Meningkatkan Peluang Bisnis

2. hemat dan sederhana

Hal ini diilustrasikan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya. Mereka meninggal tanpa meninggalkan warisan atau kekayaan yang besar, meskipun yang mereka maksud adalah bangsawan kaya dengan status tinggi di antara rakyat, tetapi tidak glamor mewah. Hidup sederhana bukan berarti miskin, itu berarti membatasi diri untuk tidak hidup berlebihan. Tuhan berkata:

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (pergi) masjid, makan dan minumlah dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang boros.” (QS Al A’raf:31)

3. Hindari berutang

Islam tidak menganjurkan atau mengajarkan orang untuk berutang, apalagi berutang untuk kebutuhan kecil atau hanya untuk melihat apa yang dimiliki dan membeli barang yang tidak berguna. Namun, jika situasinya membutuhkan hutang untuk kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan lain-lain, ingatlah untuk segera melunasi hutang tersebut. “Barangsiapa yang berutang kepada orang lain dan berniat untuk membayarnya, maka Allah akan menerima niatnya; tetapi barang siapa yang mengambilnya dengan niat untuk menghancurkannya (tidak membayar), maka Allah akan menghancurkannya.” (HR. Bukhari)

BACA JUGA:  Larangan Maysir dalam Transaksi

4. Istri Membantu Keuangan Suami

Dalam mengatur keuangan keluarga dalam Islam, istri dapat membantu mengatur keuangan rumah tangga. Kebahagiaan adalah rahasia Tuhan, tetapi perjuangan untuk menemukan dan mencari makanan membutuhkan latihan terus menerus. Dalam Islam, seorang istri dapat membantu suaminya mencari nafkah jika suami mengizinkan istrinya bekerja atau jika suami tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Hal ini menyebabkan keharmonisan dalam rumah tangga karena mereka saling membantu.

5. Keuangan Darurat

Salah satu cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam adalah dengan menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan keuangan yang tidak terduga. Anda bisa membagi pengeluaran menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah dana darurat. Dana darurat juga bisa digunakan untuk keperluan mendadak yang tidak direncanakan seperti : B. biaya pengobatan atau kejadian tak terduga lainnya.

BACA JUGA:  Potensi dan Tantangan Inklusi Perencanaan Keuangan Islam di Indonesia

6. Pencatatan pendapatan dan pengeluaran

Keuangan keluarga dapat dikendalikan asalkan pendapatan dan pengeluaran bulanan, apakah stabil atau pengeluaran meningkat setiap bulan. Anda dapat mengatur keuangan keluarga dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran. Dalam keluarga yang baik, semua pendapatan harus dicatat hingga gaji pokok, bonus, pekerjaan sampingan, sehingga lebih mudah untuk mengetahui pendapatan rata-rata. Kemudian buat rencana keuangan.

7. Tetapkan tujuan untuk keluarga

Tentunya ketika Anda merencanakan sebuah keluarga, pasti ada tujuan yang ingin Anda capai di masa depan. Baik tujuan jangka pendek seperti kebutuhan pendidikan, sandang, pangan maupun tujuan jangka panjang seperti investasi, pendidikan masa depan anak dll.

Selain itu, dengan menetapkan tujuan keuangan untuk keluarga, Anda dapat menyebarkan keuntungan di sekitar Anda.

Nah, Itulah 7 cara mengatur keuangan rumah tangga dalam islam yang dapat anda lakukan untuk mewujudkan pengeluaran keuangan keluarga yang membuat kita menjadi tidak terlalu boros dengan melakukan penghematan biaya hidup keluarga tanpa adanya hutang piutang.

-dea novita syafitri -refani fatma nabila -refa yuliasari

Pos terkait