80 Persen Anggota DPRD Mangkir Sidang, FWJI Depok: Bukti Omong Kosong Janji Manis Kampanye!

“Kemarin kan saat kampanye janjinya manis-manis banget tuh, rata-rata mengklaim akan bekerja untuk rakyat, ini boro-boro kerja untuk rakyat, sidang aja pada ngga hadir,” ujarnya.

DEPOK – DPRD Kota Depok sejatinya dijadwalkan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil Reses masa sidang pertama tahun sidang 2024, Kamis (15/2).

Namun, agenda tesebut akhirnya terpaksa batal digelar walaupun Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono telah menyempatkan waktu untuk hadir dalam rapat penting DPRD Kota Depok pada awal tahun ini.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kadinkes Depok Tinjau Distribusi PMT Lokal di Kecamatan Tapos

Batalnya Rapat Paripurna DPRD Kota Depok itu karena hanya dihadiri 10 orang saja atau hanya 20 persen anggota dewan Kota Depok dari total 50 orang.

Sedangkan 80 persen anggota dewan lainnya, yang notabene mencalonkan diri kembali menjadi wakil rakyat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 justru tak menghadiri sidang dengan beragam alasan.

Wakil Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah menyebut anggota dewan yang mangkir sidang rata-rata beralasan sakit. Ada juga yang beralasan masih ada urusan lain.

“Banyak teman-teman yang sakit, ada juga yang sedang tunggu antrian dokter di RS dan ada yang izin,” kata Qonita Lutfiah kdi gedung DPRD Depok, Kamis (15/2).

Menyikapi hal tersebut, Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil Depok, Muhammad Iksan, menyebut dari hal tersebut masyarakat Depok bisa langsung menilai antara janji manis kempanye dan kerja nyata mereka.

BACA JUGA:  Alhamdulillah! Kisruh Akses Jalan Pesantren di Beji Temui Titik Terang

“Kemarin kan saat kampanye janjinya manis-manis banget tuh, rata-rata mengklaim akan bekerja untuk rakyat, ini boro-boro kerja untuk rakyat, sidang aja pada ngga hadir,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil San ini menyebut Anggota DPRD Kota Depok seharusnya bisa sedikit lebih mengedepankan apa yang menjadi tugas dan kewajiban mereka sebagai wakil rakyat.

“Lepas dari alasan mereka yang mengaku sakit atau kelelahan dan sebagiannya disebut masih mengawal penghitungan suara, mereka di gaji oleh rakyat dan seharusnya lebih mengutamakan urusan rakyat. Salah satunya ya sidang paripurna, toh mereka masih di gaji oleh uang rakyat,” tegas San.

“Ini kan jadinya lucu, digaji oleh rakyat tapi lebih mengutamakan urusan pribadi dan partai. Mana janji manis kampanye kemarin? Omong kosong semua kan?,” ucap San gusar.

BACA JUGA:  Warga Depok: Harga Beras Mirip Lagunya Anggun "Melambung Jauh Terbang Tinggi"

Seperti diketahui, Rapat Paripurna DPRD Depok kemarin tidak memenuhi kuorum atau setengah plus satu.

Apalagi, kehadiran anggota DPRD Kota Depok hanya 20 persen, angka tersebut berbanding terbalik dengan ketidakhadiran sebesar 80 persen.

Dari sepuluh orang anggota DRPD Kota Depok yang hadir dalam Rapat Paripurna itu, tujuh diantaranya dari PKS yakni Supariyono, Khoirulloh, TM Yusufsyah Putra, Ade Supriyatna, Hafid Nasir, Hengki dan Imam Musanto.

Sementara dari PPP ada dua orang yang hadir yakni Qonita Lutfiyah dan Mahzab. Dan seorang dari Partai Demokrat, Endah Winarti.

Sementara 40 orang anggota DPRD Depok lainnya tidak hadir dengan beragam alasan.

Pos terkait