Antisipasi Penculikan, Satpol PP Jaga Tiga SD di Kemayoran

JAKARTA – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penjagaan di tiga sekolah dasar di Jalan Kepu Dalam X, RT 08/02, Kemayoran, Jakarta Pusat.

TPenjagaan di tiga sekolah ini dilakukan sebagai upaya mencegah aksi penculikan anak yang tengah marak terjadi belakangan.

Kepala Satpol PP Kelurahan Kemayoran, Syahrudin mengatakan, tiga sekolah dasar yang dijaga memiliki murid 1.294 orang dengan rincian 554 murid di SDN 01, 184 murid di SDN 07 dan 556 murid di SDN 15.

BACA JUGA:  Perkuat Sinergitas, PGI dan BRGM Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

“Totalnya ada 10 petugas yang berjaga. Mereka terdiri dari Satpol PP, pengurus RT, RW serta Masyarakat Peduli Trantibum,” katanya Selasa (7/2).

Ia menjelaskan, penjagaan telah dimulai sejak Kamis (2/2) lalu dan akan terus dilaksanakan hingga isu maraknya penculikan tidak ada lagi.

“Kami berjaga dari pukul 11:30-12:30. Tiga SD Negeri ini dipilih karena lokasinya dekat akses commuterline dan jauh dari area pemukiman warga,” terangnya.

Menurutnya, selain penjagaan, pihaknya juga melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para siswa agar tidak terlena dengan ajakan atau menerima barang-barang dari orang yang tidak dikenal.

BACA JUGA:  Rawan Pelemparan Batu di Tol, Dandim Depok Perkuat Kondusivitas Wilayah

“Para orang tua juga kami edukasi supaya tetap terus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, baik di sekolah maupun di lingkungan rumahnya,” tuturnya.

Kepala SDN 01, Aemi Gultom mengapresiasi penjagaan dan edukasi yang dilakukan para petugas kepada para muridnya. Upaya ini diharapkan dinilai dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama aksi penculikan anak sekolah.

BACA JUGA:  Radian Azhar Raih Kemenangan Telak dengan 90% Suara dalam Pemilihan Calon Dewan Kota, Pejagalan Penjaringan Jakarta Utara

“Saya sangat apresiasi. Tentunya kami sangat terbantu dengan penjagaan. Ini membuat kami semakin tenang,” imbuhnya.

Nurhasana (38), salah satu orang tua murid SDN 07 mengucapkan terima kasih atas penjagaan di sekolah. Aksi ini dinilai bisa sekaligus membuka pengetahuan para orang tua agar lebih berhati-hati menjaga anaknya.

“Kami senang. Kami juga telah diedukasi untuk terus menjaga dan memantau anak, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah,” tandasnya.

Pos terkait