Apa Saja Penyebab Putusnya Pernikahan?

Apa Saja Penyebab Putusnya Pernikahan?

DEPOK POS – Pernikahan adalah suatu perbuatan yang diperintahkan Allah SWT. dan Rasul. Pernikahan ialah akad yang memberikan faedah hukumkenolehan untuk mengadakan hubungan suami istri antara laki-laki dan perepuan dengan memberi batas hak bagi pemiliknya serta pemenuhan kewajiban bagi masing-masing pasangan suami istri (Muhammad Abu Ishrah dikutip oleh Zakiah Daradjat dalam (Hukum et al., 2017). Untuk melakukan sebuah pernikahan harus memenuhi syarat dan rukun pernikahan yang berlaku, yaitu pernikahan harus diberitahukan, dicatat dan dilakukan dihadapan pegawai pencacatan pernikahan untuk mendapat kepastian hukum.

Pernikahan dapat putus salah satunya karena kematian. Orang yang terputus pernikahannya karena kematian harus menjalani masa iddah bagi seorang istri. Menurut Abdurrahman, 2004: 150 dalam (Marsal, 2018) waktu tunggu bagi seorang janda ditetapkan selama 130 hari atau 4 bulan 10 hari. masa iddah dilakukan bagi seorang perempuan untuk memastikan apakah perempuan tersebut dalam keadaan hamil atau tidak dan menghindari ketidakjelasan garis keturunan jika perempuan yang dicerai segera menikah.

Selain itu penyebab putusnya pernikahan terjadi karena adanya perceraian. Dalam buku yang berjudul Hukum Perkawinan Islam dikutip oleh Rahmat Hakim, menurut Abu A’la Al-Maududi dalam (Kasman Bakry, Zulfiah Sam, 2021) bahwa salah satu prinsip pernikahan islam adalah pernikahan harus dipertahankan agar tidak terjadi perceraian. Seiring berjalannya waktu terkadang suatu pernikahan mengalami permasalahan dalam rumah tangganya. Kegagalan dalam berumah tangga memiliki banyak sekali penyebab seperti tidak melaksanakan kewajiban sebagai suami istri dan sebab lain yang timbul akibat dari kegiatan individu. Karena itulah islam masih memberikan kesempatan dan mengizinkan perceraian dengan alasan-alasan yang dibenarkan.

BACA JUGA:  Peran Ilmu Fisika Dalam Sistem Navigasi Kapal Modern

Perceraian di dalam hukum Islam atau fiqih munakahat dikenal dengan istilah thalak dan khuluk. Thalak ialah perceraian yang awalnya berasal dari suami, sedangkan khuluk merupakan perceraian yang awalnya berasal dari istri. Dalam Islam kontruksi konseptual perceraian dengan akibat hukum yang ditimbulkannya diatur dalam nash al-Qur’an dan nash hadits dengan prinsip-prinsip keadilan dan penuh cinta kasih. Terdapat beberapa perceraian yang diajukan ke pengadilan yaitu salah satu pihak berbuat zina, penganiayaan, melanggar ta’lik talak, dan beberapa alasan yang dapat merugikan salah satu pihak. Dalam menjatuhkan talak seorang suami perlu mengajukan perkaranya ke Pengadilan dengan alasan-alasan yang menjadi sebab untuk menceraikan istrinya.

Dalam islam perceraian memiliki beberapa hukum yaitu Pertama, makruh apabila suami menceraikan istrinya ataupun sebaliknya tanpa ada sebab yang jelas. Kedua, wajib apabila suami atau istri melakukan sesuatu yang keji dan mungkar, tidak mau bertaubat serta mengakui kesalahan dan tidak bisa berubah. Ketiga, haram apabila istri sedang pada masa haid atau nifas. Keempat, mubah apabila keadaan rumah tangga atau pernikahan malah semakin mudharat, sulit ditengahi masalahnya, dan membawa dampak yang buruk bagi kondisi keluarga.

BACA JUGA:  Efek Jika Kita Sering Berkata Kasar

Dalam islam proses perceraian dibarengi dengan adanya talak “Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda : “Perbuatan halal yang dimurkai Allah adalah talak/ perceraian.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hakim menshahihkannya sedangkan Abu Hatim merajihkan sebagai hadits mursal). Talak adalah terurainya ikatan nikah dengan perkataan yang jelas. Misalnya, “Kamu aku ceraikan”. Dalam menjatuhkan talak seorang suami perlu mengajukan perkaranya ke Pengadilan dengan alasan-alasan yang menjadi sebab untuk menceraikan istrinya.

Dalam pandangan Islam talak dapat dilakukan dengan tingkatan yang sesuai pada permasalahan yang dihadapi pasangan suami istri. Terdapat 4 macam talak, yaitu : Talak Raj’i adalah talak ke satu atau kedua. Dalam talak ini suami berhak untuk rujuk selama istrinya masih dalam masa iddah (menunggu).Talak Ba’in adalah talak yang tidak boleh dirujuk. Talak Sunni adalah talak yang dibolehkan karena dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yakni talak dijatuhkan ketika istri dalam keadaan suci dan belum disetubuhi, kecuali istri telah hamil, dan bukan sekaligus dijatuhkan talak tiga. Talak Bid’ah adalah talak yang dilarang dalam Islam, yakni talak yang dijatuhkan ketika istri dalam keadaan haid, atau suci tetapi sudah disetubuhi pada waktu suci tersebut; talak bersyarat atau dijadikan sumpah dan talak tiga sekaligus.

BACA JUGA:  Pengaruh Keluarga Harmonis terhadap Kesehatan Mental Anak

Perceraian/ talak dapat dihindari apabila suami istri mau mencari solusi untuk permasalahan rumah tangganya. Dalam islam perceraian/ talak dapat dihindari dengan beberapa cara yaitu, menentukan visi misi keluarga karena tanpa adanya visi misi tentu sepasang suami istri akan sulit membuat tujuan, memelihara cinta dan kasih sayang lewat aktivitas bersama pasangan karena hal ini akan menjaga dan memelihara cinta serta kasih sayang sesama pasangannya, memiliki manajemen emosi yang baik dari masing-masing pasangan karena ini juga menjadi salah satu faktor yang krusial karena perceraian bisa dilakukan melalui emosi yang meluap.

Dari beberapa sebab perceraian dapat memberikan beberapa pengetahuan bahwa paradigma pernikahan yang benar dalam islam akan mempererat pernikahan tersebut. Sehingga paradigma pernikahan perlu ditanamkan sejak awal menikah bahkan sebelum menikah untuk benar-benar dipikirkan dan disamakan antara calon pasangan suami istri. Agar tujuan dan orientasi dalam berumah tangga dapat dicapai secara bersama-sama.

Penulis: Naila El Hamra

Pos terkait