Aremania: Ratusan Orang Dibunuh di Depan Mata Ribuan Orang

Aremania: Ratusan Orang Dibunuh di Depan Mata Ribuan Orang

Aremania menganggap tragedi Kanjuruhan seperti sebuah pembantaian. Bagaimana tidak, saat gas air mata ditembakan ke tribun, pintu stadion dalam posisi terkunci.

DEPOK POS – Fans Arema, Aremania se-Malang minta polisi tetapkan tersangka tragedi Kanjuruhan. Sebab menurut mereka ratusan orang dibunuh di depan mata ribuan orang usai laga Arema vs Persebaya, Sabtu pekan lalu.

Hal itu diserukan saat Aremania se-Malang Raya berkumpul dan memanjatkan doa bagi saudara mereka yang mendahului di Stadion Gajayana, Kota Malang pada Minggu, (2/10/2022) malam.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ada Libur Panjang 4 Hari di Bulan Maret, Cek Tanggalnya!

Aremania menganggap tragedi Kanjuruhan seperti sebuah pembantaian. Bagaimana tidak, saat gas air mata ditembakan ke tribun, pintu stadion dalam posisi terkunci.

Padahal di dalam tribun banyak wanita, anak-anak dan para orangtua. Suara tangis anak-anak kecil karena merasakan pedihnya gas air mata terdengar jelas dan cukup banyak.

Banyak dari suporter yang pingsan adalah wanita. Awak media seusai sesi konferensi pers pun turut menjadi relawan karena jumlah korban dari Aremania cukup banyak, sedangkan jumlah tenaga kesehatan tidak memadai.

Tangisan itu terus pecah saat Aremania mengetahui rekan yang mereka evakuasi terbujur kaku dan telah meninggal dunia.

BACA JUGA:  Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah jadi 134 Orang

Puluhan Jenazah itu ditemukan tergeletak di depan pintu VIP, Lobby tengah Stadion Kanjuruhan, di depan ruang ganti pemain, musala, ruang medis hingga di lapangan hijau juga ditemukan.

“Kita hidupkan lilin bersama untuk mereka yang sudah pulang ke Rahmatullah,” kata salah satu perwakilan Aremania, Ambon Fanda.

“Indonesia ini pembantaian. Gimana gak dibantai, ditembaki gas air mata, tapi pintu ditutup. Gimana gak banyak orang mati, banyak anak kecil juga. Ratusan orang dibunuh di depan mata ribuan orang. Masak satu tersangka aja satu hari gak bisa ditangkap. Gak masuk akal ini,” ujar Ambon.

BACA JUGA:  Pakar UI Rekomendasikan Kebijakan Anti Korupsi di Sektor Energi Terbarukan

Penyebab banyaknya Aremania menjadi korban dan meninggal dunia karena massa panik saat tembakan gas air mata diluncurkan ke arah tribun suporter sehingga saling berdesak-desakan.

Apalagi pintu stadion dikunci padahal pertandingan sudah selesai dan waktunya pulang.

Rata-rata korban yang meninggal dunia karena sesak nafas, dan alami trauma di kepala sebagian bahkan terinjak-injak.

“Kita buka bantuan hukum, bersama-sama dengan yang lain. Kita akan mencari keadilan seadil-adilnya. Jelas ini pembantaian, gas air mata ditembakan, tapi pintu ditutup. Banyak orang mati disana,” tandasnya. []

Pos terkait