Artikel Pendidikan Antikorupsi bagi Generasi Penerus Bangsa Dalam Lembaga Pendidikan

Korupsi sudah termasuk ke kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime) karena dampaknya dapat merugikan khalayak umum dan masuk ke tindak pidana formil.

DEPOKPOS – Korupsi adalah sebuah kejahatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja yaitu pejabat pemerintah, sektor bisnis bahkan individu dalam kehidupan sehari – hari dapat melakukan korupsi dengan skala kecil sampai besar. Korupsi diatur dalam Undang – undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999, Korupsi sudah termasuk ke kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime) karena dampaknya dapat merugikan khalayak umum dan masuk ke tindak pidana formil.

BACA JUGA:  Dampak Buruk Bermain Judi Online: Bahaya yang Perlu Diperhatikan

Oknum pejabat pemerintah yang korupsi menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengambil keuntungan pribadi dan menyalahgunakan dana publik untuk digunakan sebagai dana pribadi. Dalam sektor bisnis melakukannya dengan cara menyuapkan dana serta memalsukan laporan keuangan dan terakhir di tingkat masyarakat melakukannya dengan penyuapan sehari – hari kepada petugas publik.

Korupsi tidak dapat diselesaikan secara instan hanya dengan mengandalkan undang – undang dan sanksi semata namun, generasi penerus juga harus dibimbing dengan proses pembelajaran di lembaga pendidikan sejak dini agar membangun generasi penerus yang berkarakter, berintegritas, tanggung jawab dan amanah.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kesadaran Generasi Z dalam Pemilu 2024

Dengan melihat kondisi lapangan yang sudah terjadi, hampir semua pemimpin Indonesia memiliki etika yang tidak patut dicontoh seperti korupsi yang dapat merusak moral bangsa perlahan – lahan, kemiskinan yang makin merajalela dan perampasan hak – hak publik lainnya yang berakibat merugikan negara serta masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:  Pasar Tradisional, Tetap Bernilai Meskipun Tergerus Modernisasi

Pengembangan pendidikan antikorupsi sangat perlu dilakukan dan dilihat dari berbagai macam persoalan yang terjadi, korupsi adalah kegiatan yang paling merugikan seluruh pihak walaupun tidak terlibat. Pendidikan moral yang dikerucutkan menjadi pendidikan antikorupsi dengan mengajarkan pembentukan watak dan kepribadian siwa/i. Usaha pembelajaran ini pun harus dilakukan dengan serentak dan tersebar hingga wilayah pelosok agar berhasil dicapai.

Hannina Zahrina Riyadhi

Pos terkait