Bangunan Drainase Di Desa P1 Kabupaten Musi Rawas Diduga Proyek Siluman

MJ, Musi Rawas – Sungguh ironis sekali pembangunan drainase di Desa P1 di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Proyek pembangunan drainase yang menggunakan dana rakyat/ uang negara ini tidak ada transparansi pada publik, sehingga masyarakat tidak bisa ikut andil untuk mengawasinya.

Sementara dalam UU Keterbukaan Informasi Publik No 14 tahun 2008  mengatur setiap proyek pembangunan yang menggunakan uang rakyat harus ada asas keterbukaan informasi publik.

Fakta di lapangan, dalam membangun proyek drainase di Desa P1 ini termasuk menabrak UU Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008. Pada pembangunan drainase yang sudah berjalan lebih kurang satu bulan ini, tidak terpasang papan nama jenis kegiatan proyek. Jadi masyarakat tidak bisa mengetahui dan ikut mengawasinya.

Proyek drainase yang dibangun di Desa P1 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas dinilai proyek siluman, sebab samasekali tidak terpasang papan nama informasi proyeknya. Saat melaksanakan kegiatan perkerjaan “proyek drainase yang di kerjakan tanpa mengunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan pelaksanaannya.”

BACA JUGA:  Kapolres Pematangsiantar Hadiri Penyerahan Beras Bantuan Pangan Nasional Kepada Warga

“MJ.id langsung memonitoring dan menegur rekanan agar memasang papan informasi proyek drainase di Desa P1 ini yang menggunakan uang negara ini harus dipasang agar masyarakat mengetahui berapa pagu anggarannya,”

Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi asas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.”

Budi (kepala tukang) pekerja kasar bangunan drainase, saat di wawancarai MJ,id pada tanggal 28 November 2023 mengatakan bahwa ,”kami tidak tahu mengenai anggaran dan CV yang mengerjakan. Kami diperintahkan untuk kerja saja, kami hanya di bayar upah harian untuk tukang 120 rb, untuk membantu tukang (kenek) 90 rb angota sebanyak 9 orang, yang hadir 7 orang saat ini, 2 nya lagi ada urusan tentang caleg sedang kan panjang bangunan lebih kurang 220 meter, masalah papan proyek memang belum dipasang kami kerja sudah 9 hari, mungkin sekitar lebi kurang 3 hari lagi pekerjaan selesai.” Ujarnya

BACA JUGA:  Police Go To School, Kapolres Pematang Siantar Ajak Jauhi Narkoba Dan Perundungan

“untuk lebih jelasnya temui kades saja bahwa kades ikut titik nol lokasi. Jelasnya Budi selaku kepala tukang,” tambahnya

Sugianto, kades P1 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, pada tanggal 29 November 2023 menjelaskan ke MJ.id, “bangunan drainase di dusun tiga itu bukan dana desa, itu dari dinas PUCK Kabupaten Musi Rawas, masalah tidak ada papan proyek itu saya tidak tahu bahwa yang mengerjakan nya dari pihak PUCK untuk titik nol saya ikut selaku kades setempat dengan volume panjang 200 meter masalah anggaran saya tidak tauh karena tidak dikasih tauh dan CV nya pun saya tidak tahu.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Banjar Selesaikan Perkelahian Pelajar Melalui Problem Solving

“Perkerjaan langsung ini ada titik nol nya kalau PL perkerjaan proyek langsung masalah pagu anggaran saya tidak tahu, PUCK itu yang mengerjakan nya kan ada pihak ke-tiga, untuk yang hadir di lokasi Sugianto selaku kades setempat dari pihak dinas PUCK Surya, lebih bagusnya tanyakan langsung ke pihak dinas PUCK Kabupaten Musi Rawas Rawas, kalau dana desa pasti saya pasang papan peroyek saya tidak berani tidak memasang nya”. Jelasnya Sugianto selaku kades

MJ.id pada hari senin tanggal 2 Desember 2023 sudah lima hari ke PUCK Kabupaten Musi Rawas menemui Surya untuk mendapatkan informasi namun sampai saat ini tidak pernah bertemu, hingga berita ditayangkan

Pos terkait