Banjir Kali Tuntang Putus Akses, Gubug-Grobogan Lumpuh dan Gangguan Perjalanan Kereta Api

Banjir Kali Tuntang Putus Akses, Gubug-Grobogan Lumpuh dan Gangguan Perjalanan Kereta Api

MJ, Grobogan – Banjir besar yang menerjang Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah menciptakan ketidaknyamanan dan gangguan signifikan dalam mobilitas penduduk serta operasional kereta api. 6 Februari 2024

Akses Jalan Terputus

Jalur Semarang-Purwodadi di Gubug tidak bisa dilewati, mengakibatkan kendala perjalanan bagi pengendara.

Jalan Kedungjati Gubug dan Ngroto Jeketro juga terblokir, memaksa warga mencari rute alternatif.

Jalur Glapan-Kapung di Ngambakrejo menjadi tambahan dalam daftar jalur terputus akibat banjir, memaksa masyarakat mencari solusi perjalanan.

Dampak Terhadap Kereta Api

Banjir menyebabkan luapan Kali Tuntang, terputusnya jalur kereta api antara Gubug dan Karangjati di Desa Papanrejo, Gubug.

BACA JUGA:  Mudik Lebaran 2023, 16 Ruas Jalan Tol Digratiskan!

– KA Brumbung – Ngrombo – Gambringan mengalami rerouting, sementara KA

– Blambangan Ekspres dan Blora Jaya diputar balik ke Gambringan melalui jalur alternatif.

Operasional kereta api terganggu, dengan dampak signifikan pada perjalanan menuju Semarang.

Dampak Luas ke Desa-desa dan Perkotaan

29 desa di berbagai kecamatan, termasuk Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Godong, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Geyer, Tawangharjo, dan Tanggungharjo terendam banjir.

Wilayah perkotaan Purwodadi dan beberapa desa seperti Purwodadi, Kalongan, Candisari, Ngraji, dan Cingkrong terdampak, merendam ratusan rumah di Perumahan Permata Hijau dan area lain seperti Kampung Banaran dan Kebondalem.

BACA JUGA:  Kejurda Motor Cross Guwareh Cup ke-l, Sukolilo Pati Berjalan Dengan Sukses.

Warga Purwodadi, Nyami, yang tinggal di Jl. Kauman, Kelurahan Kalongan, mengungkapkan bahwa banjir di daerah tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi. Sungai yang melintasi Kalongan pun meluap, merendam sebagian rumah dan menggenangi beberapa jalan utama, menghambat aktivitas transportasi.

Saat ini, situasi tetap dalam pemantauan ketat, dengan warga diminta untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi banjir susulan.

Ketinggian air yang bervariasi menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas di titik-titik penting seperti Jalan Raya Dr. Sutomo dan Simpang Lima Purwodadi.

BACA JUGA:  Pemerintah dan Bank Indonesia Jaga Inflasi untuk Menjadi Fondasi Kuat bagi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif

Kerusakan Infrastruktur dan Aktivitas Sehari-hari

Kecamatan Penawangan dan Tawangharjo mengalami kerusakan signifikan, termasuk jebolnya sungai Jajar di Karangrayung, menyebabkan luapan air ke sawah dan pemukiman warga.

Tingginya ketinggian air menghambat aktivitas sehari-hari warga, menciptakan tantangan baru dalam pemulihan dan penanganan dampak banjir.

Pihak berwenang dan relawan terus bekerja keras untuk memberikan bantuan dan memulihkan situasi di tengah musibah banjir ini.

Pos terkait