Batasan dan Hak Fakir Miskin

DEPOKPOS – Kita sudah tau, zakat dan sedekah tidak hanya diberikan kepada Fakir dan Miskin, Melainkan didahulukan kepada 8 asnaf. Nah, arti dari fakir miskin yaitu setiap yang memiliki pendapatan tetapi tidak mencukupi kebutuhan primernya. Fakir miskin termasuk prioritas yang penting untuk dipenuhi hajatnya.

Ayat 26 Surat al-Isra memerintahkan agar orang memberikan hak harta bendanya untuk mencukupkan kebutuhan hidup sanak kerabat orang miskin dan orang yang kehabisan perbekalan dalam perjalanan.

Menurut mazhab hanafi, fakir adalah orang yang mempunyai harta dibawah nisab. Sedangkan miskin adalah orang yang tidak mempunyai apa – apa. Menurut mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali; fakir miskin adalah mereka yang tidak memiliki harta serta usaha sama sekali, atau orang yg memiliki harta dan usaha, tapi tidak cukup untuk diri sendiri beserta keluarganya.

BACA JUGA:  Mengatasi Rasa Malas, Gampang Koq!

Menurut Kemenag, fakir adalah orang yang tak berharts serta tidak memiliki pekerjaan atau usaha tetap untuk mencukupi kehidupan dan tidak ada yang menanggungnya. Sedangkan miskin adalah orangnyang tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.

Nah, fakir miskin jadi mustahik priuritas utama penerima zakat, infak, dan sedekah, dikarenakan mereka paling membutuhkan bantuan. Sebagaimana pendapat beberapa ulama kita menegaskan bahwasanya distribusi zakat itu tidak mesti ke semua penerima manfaat, tapi diberi secara proporsional berdasar kebutuhan. Maka diberilah kepada pihak yang paling membutuhkan adalah fakir dan miskin.

BACA JUGA:  Pentingnya Memahami Manajemen Organisasi

Meskipun fakir miskin salah satu penerima manfaat dari delapan kelompok penerima zakat, infak, dan sedekah, tapi fakir miskin menjadi prioritas pertama. Pendapat sebagian para ahli fikih bahwa zakat dan sedekah didistribusikan secara proporsional berdasarkan tingkat kebutuhan, dan fakin miskin termasuk pihak yang sangat membutuhkan.

BACA JUGA:  Manajemen Risiko Terhadap Tragedi Bencana Alam di Indonesia

Lalu, bantuan yang diberikan kepada fakir miskin diutamakan untuk memenuhi kebutuhan primer atau darurat seperti pendidikan dan kesehatan. Hal itu dikarenakan padabnyatanya jumlah masyarakat yang berdonasi sangat terbatas. Sedangkan fakir miskin lebih banyak.

Imam Nawawi pernah menjelaskan bahwa “Yang menjadi standar adalah makanan, pakaian, rumah, dan kebutuhan lain wajib dimiliki yang sesuai dwngan kondisi fakir dan miskin tanpa berlebihan baik sipenerima maupun bagi orang-orang yang menjadi penanggung jawabnya”
Wallahu a’lam bi shawaf..

Zainab Ali Lubis

Pos terkait