Bawa Sajam, Enam Remaja Belasan Tahun Diamankan Sat Reskrim Polresta Banyumas

Bawa Sajam, Enam Remaja Belasan Tahun Diamankan Sat Reskrim Polresta Banyumas

MJ, Banyumas – Sat Reskrim Polresta Banyumas Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan enam remaja berusia belasan tahun pada Selasa (6/2/2024) dini hari. Keenam remaja tersebut, ABN (16), BPP (16), RAW (17), MHI (16), MIB (17), dan RPN (17), semuanya merupakan warga Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Penangkapan dilakukan karena penguasaan senjata tajam, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951.

BACA JUGA:  Koops Habema dan Masyarakat Homeyo Inisiasi Pendirian Sekolah Lapangan

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Adriansyah Rithas H, S.I.K., menyampaikan bahwa kejadian bermula ketika saksi ABD melihat sekelompok individu yang diduga sebagai anggota Geng Motor membawa senjata tajam, termasuk celurit, pada Selasa dini hari. Bentrokan antar-geng terjadi di depan Apotik Jalan Desa Pangebatan RT 01 RW 01, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

BACA JUGA:  Rumah dan Harta Benda Wartawan di Labuhan Batu Hangus Dilalap Si Jago Merah, Diduga Ulah Oknum Tak Dikenal

“Saat bentrokan, salah satu anggota Geng Motor melarikan diri ke dalam konter di sekitar Desa Pangebatan. Warga segera mengamankannya dan melaporkan insiden ini ke Polsek Karanglewas. Anak tersebut kemudian diamankan untuk dimintai keterangan,” jelas Kompol Adriansyah.

Menurut informasi yang dihimpun, Geng Motor perbatasan Desa ini diduga melakukan tawuran dengan Geng Motor lainnya, yaitu Gemtas dan Wargilan. Barang bukti yang berhasil diamankan melibatkan 1 buah pipa besi, 1 buah arit kecil, 1 buah corbek, dan 2 buah celurit.

BACA JUGA:  Kabupaten Pati Raih Innovative Government Award 2023 dari Kemendagri

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, S.I.K., M.H., mengingatkan bahwa tindakan ini melanggar hukum dan menekankan perlunya peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Keenam remaja tersebut kini berada dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan tindakan hukum yang akan diambil.

Pos terkait