Benarkah Prenatal Distress Terjadi Pada Ibu Hamil Selama Pandemi COVID-19?

Benarkah Prenatal Distress Terjadi Pada Ibu Hamil Selama Pandemi COVID-19?

DEPOK POS – Prenatal distress itu apa sih? Mungkin di antara kalian masih banyak yang belum tahu, prenatal distress ini meliputi stres spesifik untuk ketakutan dan kekhawatiran ibu berhubungan dengan kehamilan, termasuk kecemasan tentang perubahan dalam peran, tanggung jawab, dan hubungan seseorang yang terjadi bersamaan dengan memiliki bayi, kekhawatiran seperti gejala fisik atau keluhan yang terjadi dengan perubahan tubuh, serta kekhawatiran tentang perkembangan janin dan kesehatan bayi.

Nah, ternyata pandemi COVID-19 yang terjadi di beberapa negara berpengaruh juga loh terhadap gangguan layanan perawatan kesehatan di mana masalah kesehatan mental telah membebani ibu hamil, wanita pascamelahirkan, dan ibu dari anak-anak kecil.

BACA JUGA:  Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Masa Pandemi Covid-19

Beberapa penelitian di negara berbeda seperti di Kanada, Amerika, Iran, dan Inggris menunjukkan bahwa ibu hamil mengalami gangguan layanan kesehatan yang cukup besar selama kehamilan. Selama pandemi COVID-19 tercatat pada beberapa jurnal adanya peningkatan tingkat depresi 25–31%, kecemasan 34–42%, dan tekanan psikologis (stres) 70% pada ibu hamil.

Banyak aspek yang berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian prenatal distress pada masa pandemi COVID-19. Pembatasan-pembatasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan membuat para ibu hamil kesulitan dalam mengakses kelas prenatal maupun pelayanan lain yang berhubungan dengan kehamilan.

BACA JUGA:  Ide Menu Sahur Sehat dan Praktis

Selain itu, ibu hamil yang membutuhkan dukungan fisik, mental, dan sosial juga menjadi terbatas karena kondisi COVID-19. Beberapa kebijakan seperti social distancing dan karantina membuat keterbatasan dalam membangun hubungan dengan keluarga terdekat. Tentunya, hal ini dapat meningkatkan kegelisahan pada ibu hamil.

Terdapat peningkatan risiko untuk masalah psikologis dan perkembangan pada anak-anak yang lahir dari ibu dengan prenatal distress karena periode prenatal adalah masa kerentanan yang dapat memberikan efek merugikan pada perkembangan janin.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang dinilai selama pandemi COVID-19 melaporkan lebih banyak gangguan dan gejala kejiwaan daripada wanita hamil yang dinilai sebelum pandemi, terutama berupa gejala depresi dan kecemasan.

BACA JUGA:  PUPUS STUNTING Berbasis ATUR POLAMU  dengan Konsep “Sehat itu Milik Kita”

Mengingat konsekuensi yang berbahaya dari prenatal distress pada ibu dan anak, peningkatan gejala pada wanita hamil direkomendasikan untuk diarahkan kepada sarana khusus pengawasan klinis yang berkaitan dengan kesehatan mental ibu. Kecemasan terkait kehamilan dapat didukung dan dipengaruhi oleh pasangan, jaringan sosial, dan dukungan layanan kesehatan.

Aidea Arsyi Pempasa
Andrizqa
Hanifditya Naufal Hidayat
Yasmin Syifa Bakhtiar
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Pos terkait