Beranjak Dewasa Bukan Sekedar Bertambah Umur

DEPOKPOS – Beranjak dewasa adalah sebuah fase dimana semua dari kita akan atau sudah merasakannya. Tidak bisa menghindar apalagi tidak mau merasakannya. Beranjak dewasa sering diartikan dengan seseorang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Namun dalam Islam, seorang dewasa adalah yang telah mampu memilih dan memilah serta mengkategorikan mana yang perintah dan mana yang larangan Allah SWT.

Mungkin secara Islam perintah dan larangan itu mutlak adanya, tapi mengenai baik dan buruk menurut orang lain itu berbeda, terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu menurut orang lain itu baik juga, apa yang kita yakini sudah dewasa belum tentu juga menurut orang lain itu dewasa.

Lantas, apakah kita yang sudah dewasa ini, sudah benar-benar dewasa dalam bersikap, berbicara maupun mengamalkan apa-apa yang telah kita pelajari? Realitanya kebanyakan dari kita lebih memilih acuh tak acuh, lebih memilih banyak bermain dan tidak sedikit yang lebih memilih memuaskan keinginan dan hawa nafsunya belaka.

Mari kita renungkan sejenak dalam fase ini. Fase dimana kamu mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, ikhlas atau tidak ikhlas, tapi kamu harus berusaha untuk ikhlas. Rasanya memang campur aduk, antara kecewa, sakit hati, pasrah dan sisanya entahlah. Tapi kamu harus terlihat agar tetap baik-baik saja. Aku paham posisi itu. Ya, karena kita semua pasti merasakannya. Kita tidak bisa memungkiri itu semua

Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Mengapa demikian? Ya karena umur tua pun tidak menjamin kedewasaan seseorang. Mari kita ambil contoh. Diluar sana tidak sedikit

BACA JUGA:  Baby Blues Tinggi, Ada Apa dengan Kesehatan Mental Ibu?

seorang ayah ataupun kakek di usia rentanya, masih saja bergenit-genit menggoda gadis-gadis, bahkan lebih parahnya hingga menggauli anak kandung, anak tetangga, ataupun cucunya sendiri untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

Lalu apakah menurut kita dia seorang yang berfikir dewasa? Jawabannya adalah TIDAK.

Dan masih banyak hal-hal kecil lainnya yang beredar di kalangan orangtua yang ternyata belum dewasa. Bahkan yang paling sering kita jumpai adalah orang-orang (yang tampak) dewasa dengan sikap ngambeknya.

Waaahh!!! Saya begitu terkejut mendapati mereka, ternyata tidak cuma adik-adik kecil saja yang bisa ngambek ke orangtua kalau sesuatu yang diinginkan tidak didapatkan. Ternyata orang (yang tampak) dewasa pun juga bisa.

Memang sulit umtuk melalui itu semua. Perlu sekali yang namanya latihan, perbanyak ilmu, pemahaman akan kehidupan yang benar, dan sebagaimana. Apalagi kita sebagai seorang muslim yang tangguh harus mengerti betul kemana tujuan hidup yang akan kita lalui. Bukan berkata ” IKUTI SAJA ALURNYA ” Itu sebuah kalimat yang sangat berbelok artinya. Menjadikan kita hanya bisa pasrah pada keadaan. Bukannya berjuang dan berkembang malah lebih memilih pasrah. Ya karena tadi, berprisnsip dengan kalimat ” IKUTI SAJA ALURNYA ” Satu hal yang perlu diketahui, kehidupan ini hanya kita yang bisa mengaturnya, kitalah yang mengatur rambu-rambu kehidupan itu. Mengatur kemana kita akan pergi. Apakah kita akan pergi menuju jalan Allah Swt. Atau kita lebih memilih menyimpang dari jalannya. Naudzubillah.

Mungkin ada sedikit kalimat indah yang mungkim bisa menjadi percikan semangat untuk kita semua :

“Ada banyak cara menjadi dewasa, kadang begitu mudah semudah membaca buku dan menemukan kearifan di tiap lembarnya. Bahkan ada yang lebih mudah, seperti bercermin pada setiap kejadian yang terjadi pada orang lain.

BACA JUGA:  Stop Menormalkan Dinasti Politik!

Tapi tidak jarang, kita harus menempuh jalan yang begitu berat untuk menjadi dewasa dan sadar. Kita mesti melewati sungai fitnah yang deras, harus membelah rimba cobaan dengan kerja dan sabar, bahkan kita harus penuh luka sebelum akhirnya memetik hikmah dan menjadi dewasa. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang gugur di tengah jalan”

Maka dari itu yang dapat memilihnya hanya diri kita sendiri.

Disini mungkin ada beberapa cara untuk bisa menjadi dewasa.

Yang pertama : Perbanyak belajar
Disini, kita harus benar-benar melatih diri kita sendiri untuk menjadi dewasa. Entah itu dengan membaca buku-buku, menahan hawa nafsu, menjaga lisan dan lain sebagainya. Seperti yang kita ketahui semakin banyak kita membaca buku maka semakin banyak ilmu yang kita serap, itu menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih tawadhu’. Karena ada sebuah peribahasa mengatakan “semakin tua padi maka semakin menunduk” Artinya adalah Perumpamaan seseorang yang banyak ilmunya maka ia semakin menunduk.
Cara ini menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih dewasa. Ya karena apabila mendapati sebuah permasalahan kita akan melihat sudut pandang dari berbagai buku. Jadi, kita tidak hanya berkoar saja memberi jawaban. Itu menjadikan kita menjadi terlihat lebih bijaksana dan dewasa. Maka kita sudah bisa dikatakan dewasa dalam bertindak atau memutuskan sebuah perkara.

Kedua : Bercermin pada diri sendiri.
Yang dimaksud bukan bercermin di cermin sepanjang hari. Melainkan merenungi diri sendiri. Biasanya merenungi diri sendiri banyak caranya. Ada yang melakukannya sebelum tidur ataupun ketika ia termenung sendiri. Dalam keadaan ini kita harus bertanya pada diri kita sendiri, apakah hari ini sudah benar-benar baik, apakah sikap-sikap yang harus diperbaiki dan tentang rasa cinta Allah Swt. terhadap hidup kita. Hal ini menjadikan kita menjadi pribadi yang ingin berbenah dan bersyukur atas pemberian Allah Swt.

BACA JUGA:  Uji Kompetensi Calon Anggota Legislatif 2024

Mungkin itu sedikit contoh untuk menjadikan kita dewasa. Tentunya masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan. Bahkan saya yakin, kita masing-masing mempunyai cara untuk bisa menjadi dewasa.

Disini, saya bukanlah “Si Paling Dewasa” namun disini saya ingin mengajak pembaca untuk merenungi kembali tujuan hidup kita. Akan dibawa kemanakah diri ini? Ya karena kita hidup tidak tiba-tiba ada dibumi ini. Banyak orang-orang yang harus kita banggakan. Entah itu orang tua, saudara, pasangan dan lainnya. Maka apabila kita telah menjadi dewasa kita akan tau mana yang baik dan buruk. Tentunya itu akan membuat kita lebih mudah untuk menggapai kunci kemenangan dialam semesta ini yakni masuk surga dan bertemu dengan sang kholiq, Allah SWT.

Maka dari itu mari kita renungkan sejenak. Apakah kita sudah benar-benar dewasa? Jawabannya hanya diri kita yang mengetahuinya.

Dewasa adalah pilihan, maka mana yang akan kita pilih? Berusaha menjadi dewasa seiring putaran masa atau bertahan dalam kekanakan dengan wajah kita yang kian menua?

Semoga kita lebih memahami arti kedewasaan yang sesungguhnya.

Aufaa Qonita, Mahasiswa.

Pos terkait