Blusukan di Talaud Sulut, Denny Tewu Menyerap Aspirasi

MJ, Manado – Perjalananan calon anggota DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Utara (Sulut) DR. ML. Denny Tewu SE MM terus melakukan sosialisasi di Sulut, dan kali ini menuju Talaud untuk menemui langsung Masyarakat disana yang harus menaiki kapal laut, hanya saja dalam perjalanannya nampak dengan jelas dilihat mata berlimpahnya penumpang menyesaki Lorong Lorong kapal yang mana tidur sembarangan tanpa diatur oleh pihak kapal.

Bagi Denny Tewu ini menandakan penumpang yang membludak tanpa tempat duduk maupun tempat tidur yang layak, dirinya meminta kedepannya perlu ada regulasi yang jelas atas kapasitas penumpang agar kenyamanan dalam pelayaran dapat terjamin bagi semua penumpang, ucap Denny Tewu kepada Koran Manado Jum’at (15/12/2023).

Selama diperjalanan Panjang menuju Talaud Denny Tewu, mendengar dan menyimak segala aspirasi masyarakat setempat memberikan banyak masukan bagi Denny Tewu akan hal-hal apa yang perlu dilakukan bagi masyarakat Talaud nantinya.

BACA JUGA:  Berkedok Rumah Makan, Menyediakan Kamar Wanita Di Bawah Umur dan Fasilitas Karaoke Minuman Keras Tanpa Selembar Surat Ijin

Bagi Denny Tewu sendiri hal ini penting sekali karena salah satu hal penting untuk memajukan perekonomian di Talaud harus dimulai dari fasilitas dan infrastruktur transportasi yang baik dan memberikan kenyamanan kepada penumpang sehingga turis pun merasa nyaman untuk menuju kesana.

Disamping itu transportasi didalam Talaud sendiri masih terbatasnya jalan-2 produktif untuk pertanian demi kepentingan barang-2 produksi, sehingga sering menghambat kelancaran produksi pertanian disana.”

Disamping itu kata Denny Kembali, harga tiket yang mahal baik laut maupun udara tentu perlu dipikirkan oleh instansi terkait agar wilayah ini bisa lebih banyak pendatang yang berkunjung dan masyarakat memiliki mobilitas yang lebih tinggi pula.

“Kegiatan UMKM yang telah dipelopori anak muda di Talaud memiliki potensi yang baik walaupun masih perlu perjuangan yang panjang agar dapat lebih bertumbuh dan dapat meningkatkan perekonomian di Talaud,” ujar akademisi ini tegas.

BACA JUGA:  Lagi, Personil Polda Sumut Ratakan dan Gerebek Sarang Narkoba Di Medan Sunggal dan Kutalimbaru

Menurut Denny Tewu, bahwa Masyarakat Talaud masih mengeluhkan harga kopra yang terus tertekan hingga hanya 5000 an/kilo, sementara kondisi PLN yang sangat memprihatinkan dengan selalu mengalami mati lampu, dan hal tersebut mengakibatkan banyak kegiatan ekonomi menjadi lumpuh dan mahal, misalnya internet yang hanya dikuasai provider tertentu juga menjadi off karena lampu yang sering on off tersebut.

Sementara disisi lain lanjut Denny Tewu, masalah kesehatan juga dirasakan mahal karena obat-obatan harus dibeli dari luar sehingga masyarakat merasa mahal dan terbebani, disisi lain yang tidak kalah pentingnya kata Dia, masalah pendidikan yang katanya gratis tapi ternyata masyarakat harus bayar, situasi dan kondisi yang kompleks ini tentunya ibarat benang kusut yang perlu diurai secara bijaksana, agar program-program bantuan Pemerintah dapat tersalurkan dengan baik dan dapat menciptakan kondisi yang kondusif agar dapat dinikmati masyarakat setempat dan terjadi multiplayer effect yang positif bagi peningkatan ekonomi setempat, ungkapnya.

BACA JUGA:  Pulang dari Jakarta, Warga Desa Metegeng Meninggal di Depan Pasar Segamas

Sementara dari hasil pisang abaca yang banyak bertumbuh di Talaud juga memiliki potensi yang luar biasa kalau dikelola secara baik, demikian juga potensi ikan tuna yang ternyata ada pabriknya di sana, bahkan ada tradisi ‘ritual manee’ yang beberapa kali telah dikunjungi Pak Jokowi, dimana ikan-ikan besar dipanggil dengan daun kelapa lalu seakan-akan ikan-ikan tersebut menyerahkan diri untuk ditangkap.

“Seharusnya hal ini bisa menjadi wisata keajaiban dunia yang pasti diminati turis lokal maupun manca negara. Banyak lagi potensi pariwisata seperti ‘Puang Katoan’ yang artinya kepala ular dengan berbagai hal menarik yang tentunya diminati turis apabila alat transportasi dan infrastruktur nya memadai, tandasnya.

“Intinya Talaud ibarat sorga di bibir pacific, yang perlu mendapatkan sentuhan investasi, agar lebih maksimal,” tutupnya.

Pos terkait