Carut Marut Tol Cijago 3, Prizamas Minta Penuntasan Pembayaran (1)

DEPOKPOS – Direktur utama PT Prizamas Mitra Sejati, Reza Abidin, memberikan keterangan kepada wartawan terkait status dan perkembangan tentang tanah jalan khusus yang dimiliki oleh Prizamas yang hinga saat ini belum juga dibayar oleh BPN Kota Depok untuk pembangunan jalan tol Cijago seksi 3.

Dalam konferensi pers, Reza menegaskan dirinya memberikan informasi berdasarkan bukti fakta hukum dan dokumen yang dia punya dngan harapan bisa memberikan pencerahan kepada semua pihak terkait sehubungan dengan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol cijago seksi 3

“Pertama-tama, saya ingin sampaikan bahwa pada bulan April 2019, Saya mendapat surat dari kantor pertanahan Kota Depok, di situ disampaikan kasus masalah jalan lingkungan yang ada di perumahan eks wisma mas yang dibeli telah dibeli oleh PT Prizamas melalui lelang Negara,” jelasnya.

Menurutnya, itu adalah merupakan jalan khusus menurut undang undang jalan.  PT Prizama menuntut jalan khusus ini supaya bisa mendapatkan hak ganti kerugian. Tapi BPN Kota Depok, kantor pertanahan Kota Depok menyampaikan bahwa itu jalan umum.

BACA JUGA:  Dapatkan Tiket Gratis Masuk Ancol Pada 3 Februari 2023, Cek Syarat dan Ketentuannya!

“Ketika saya bertanya kenapa dibilang jalan umum, kita kan harus mengacu kepada undang undang jalan undang undang nomor 38 tahun 2004. Itu ada 3 jalan jenis jalan jalan khusus, jalan umum dan jalan tol. Kalau jalan khusus itu adalah jalan yang dibangun oleh badan usaha atau perorangan untuk kepentingannya sendiri. Nah misalnya developer membangun jalan komplek perumahan untuk kepentingannya sendiri. Itu namanya jalan khusus. Kemudian jalan umum adalah saya seperti di depan ini jalan limo raya itu jalan umum. Nah kalau jalan umum yang terkena tol maka diganti diganti dengan fly over atau underpass atau dipindah ke sisi lain. Nah itu dijaga disediakan jalan pengganti. Kalau jalan tol adalah jalan umum yang berbayar,” terangnya.

“Nah saya ini kondisinya adalah jalan khusus. Dan belum diserahkan oleh developer lama kepada Pemkot Depok. Tapi sudah keburu tanahnya disita oleh negara karena wisma mas karena ada permasalahan utang piutang dengan bank kemudian disita oleh Bank Indonesia melalui lembaga penjaminan simpanan kemudian dilelang oleh LPS melalui tim lelang bank melalui pengumuman lelang,” tambahnya.

BACA JUGA:  Hasil Sementara Pemilu 2024: Persaingan Ketat Antara Paslon Utama di DKI Jakarta

Ia kemudian mengikuti lelang dan memenangkan lelang tersebut dan setelah menang lelang sertifikat atas nama wisma mas balik nama kepada ke Prisamas sebagai pemenang lelang.

“Nah kemudian dari situlah saya mulai mengurus ganti kerugian atas jalan khusus ini,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian tanah yang ia beli melalui lelang itu dijelaskan bahwa terkena untuk pembangunan jalan tol.

“Saya waktu itu fokusnya mau bikin sekolah. Saya perlu tanah 3 hektar untuk bikin sekolah. Jadi ketika pengumuman lelang saya baca, saya datang ke kantor lelang, saya tanyakan berapa sih sisa tanah? Oh sisa tanahnya nanti setelah kenal kira kira 5 setengah hektar. Oh kalau itu cukup, saya perlu 3 hektar jadi cukup saya ikut lelang,” terangnya

BACA JUGA:  Desa Berdaya Ratu Jaya di Kunjungi Komda Lansia Bunda Elly

“Nah saya ikut lelang dan menang lelang. Alhamdulillah. Kemudian ketika saya minta dibayar,  namun BPN Depok mengeluarkan surat bulan April 2019 itu tak jalan khusus itu tidak bisa dibayar tapi disediakan jalan pengganti. Nah di situ saya berdebat dengan sekretaris P2T waktu itu pak tolong dibaca undang undang jalan jangan diartikan sendiri, itu namanya jalan khusus, kemudian BPN Depok menyampaikan bahwa enggak bisa itu jalan yang udah dilewati umum bagi kami itu jalan umum,” jelasnya

Kemudian ia pergi ke kanwil dan menjelaskan permasalahannya hingga kemudian keluar surat Kakanwil jabar bahwa jalan khusus miliknya ini seluas 1634 meter persegi berhak dibayar ganti kerugian dan bahkan tanah sisa yang tidak beraturan bentuknya juga berhak mendapatkan kerugian.

Pos terkait