CAS UI dan Kerta Wredatama Depok Adakan Kelas Lansia bagi PNS

DEPOK – Dampak positif dari upaya pembangunan adalah meningkatnya angka harapan hidup masyarakat. Di sisi lain, angka fertilitas cenderung menurun. Kedua hal tersebut berdampak pada terjadinya transisi demografi, yaitu populasi penduduk yang menua (ageing population).

Oleh sebab itu, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) akan semakin bertambah.

Kondisi tersebut membuat Universitas Indonesia (UI) mengambil peran melalui Centre for Ageing Studies (CAS) UI bekerja sama dengan Kerta Wredatama Kota Depok melaksanakan Kelas Lansia, pada Sabtu (11/2). Kegiatan ini mengusung tema Perawatan Jangka Panjang Bagi Lansia dan Pendamping Lansia.

“Perawatan jangka panjang bagi lansia ini penting karena memberikan dukungan perawatan jangka panjang yang memungkinkan lansia untuk tinggal di rumah sendiri selama mungkin sehingga akan sangat membantu untuk memperbaiki kondisi kesehatan lansia,” ujar Sekretaris Eksekutif CAS UI, Vita Priantina Dewi.

BACA JUGA:  Fakultas Filsafat UGM dan UNESCO Susun Prinsip Etis Penggunaan AI di Indonesia

Kegiatan ini diikuti oleh 72 peserta, terdiri dari anggota Kerta Wredatama Kota Depok yang merupakan pensiunan serta istri dan janda pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pada pelaksanaannya, kegiatan dimulai dengan acara ramah tamah kemudian dibuka oleh Ketua Kerta Wredatama Kota Depok, Sri Ayu Rahayu.

Selanjutnya, pemberian materi mengenai Perawatan Jangka Panjang Bagi Lansia dan Pendamping Lansia oleh Vita Priantina Dewi. Terakhir, penyampaian materi tentang keagamaan oleh Ustadz Anwar Nasihin.

BACA JUGA:  Mahasiswa FKG UI Tembus Top 3 International Stomalogical Students Clinical Skills Competition 2023

Dalam pemaparannya, Vita menyampaikan bahwa World Health Organization (2012) mendefinisikan perawatan jangka panjang sebagai sistem kegiatan yang dilakukan oleh pengasuh atau pendamping informal atau profesional.

Kegiatan ini untuk memastikan bahwa lanjut usia yang tidak sepenuhnya mampu merawat diri sendiri dapat menjaga kualitas tertinggi hidupnya sesuai dengan pilihan mereka secara otonomi, partisipasi, pemenuhan kebutuhan pribadi dan hak asasi sebagai manusia.

Selanjutnya Kelas Lansia ditutup oleh Sri Ayu Rahayu selaku Ketua Kertawredatama Kota Depok.

Menyambung hal tersebut, Sri Ayu menyatakan bahwa Lansia perlu mendapatkan pengetahuan tentang perawatan jangka panjang. Lansia termasuk salah satu kelompok yang mengalami penurunan kesehatan.

“Untuk itu, lansia perlu dibekali pengetahuan tentang perawatan jangka panjang sehingga berbagai penyakit atau masalah kesehatan bisa ditangani. Kelas lansia ini bagus sekali supaya kita bisa menyiapkan kader-kader yang mengerti tentang lansia dan permasalahannya,” kata Sri.

BACA JUGA:  Guru Besar FKG UI Kaji Kemajuan Perawatan Endodontik dalam Konservasi Gigi

Sebelumnya, CAS UI telah bekerjasama dengan Komisi Nasional Lanjut Usia (sebelum dibubarkan pada tahun 2020), Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta beberapa universitas di Indonesia.

Secara internasional, CAS UI bekerjasama dengan beberapa lembaga seperti WHO SEARO, WHO Indonesia, HelpAge Internasional, Active Ageing Consortium Asia Pacific (ACAP) dan University of Oxford (UK). Kerja sama ini meliputi kerjasama penelitian, pengabdian masyarakat serta publikasi.

Pos terkait