Dampak Ekspor dan Impor pada Ketahanan Ekonomi Indonesia

DEPOKPOS – Kegiatan ekspor dan impor sangat penting dalam memenuhi kebutuhan ekonomi setiap negara untuk kesejahteraan rakyat serta membangun kerja sama antar negara sehingga kegiatan ini tentunya berpengaruh pada ketahanan ekonomi tak terkecuali Indonesia.

Perkembangan kegiatan ekspor dan impor pada tahun 2022 terakhir menunjukkan kenaikan yang signifikan mencapai 47,76% (Ekspor) dan 21,97% (Impor), kondisi ini menjelaskan surplus neraca perdagangan membaik dari tahun sebelumnya.

Selain kondisi surplus neraca perdagangan berkembang dengan baik, dalam stabilitas nilai tukar Rupiah juga membaik di tengah risiko tekanan global.

Terlepas dari perkembangan ekspor dan impor yang memberi pengaruh positif tidak dapat menutup kemungkinan jika tahun ini 2023 mengalami penururan dan jika dilakukan secara berlebihan akan memberi dampak negatif, maka dari itu berikut perkiraan dampak negatif yang dapat terjadi:

BACA JUGA:  Hadapi Tantangan Zaman: Inovasi dan Peluang Mempertahankan Pasar Tradisional Shafa Aulia

1. Persaingan yang Ketat Antara Industri Lokal dan Luar Negeri

Dengan adanya kegiatan ekspor dan impor yang dilakukan pastinya akan menimbulkan daya saing pengusaha industri lokal dan luar negeri karena produk yang dihasilkan sama hanya membedakan kualitas dan harga, hal ini industri lokal harus lebih memerhatikan kualitas dengan baik serta pelayanan terhadap konsumen paling utama dengan harga yang terjangkau akan membuat tertarik para konsumen untuk membeli produk lokal.

BACA JUGA:  Solusi dalam Mengatasi Risiko Keuangan Keluarga

2. Munculnya Ketergantungan Terhadap Negara Maju

Sebagian besar negara miskin dan negara berkembang dalam perdagangan internasional sangat bergantung pada negara maju yang memang sumbernya teknologi, elektronik, pangan ,dan otomotif berkembang pesat sehingga sedikit yang berupaya inovasi dalam menciptakan produk yang serupa membuat dalam memenuhi kebutuhan sudah bergantung pada negara maju.

3. Penurunan Nilai Tukar Rupiah

Karena banyaknya kegiatan impor yang dilakukan dapat mempengaruhi nilai rupiah terhadap nilai mata uang negara lain sehingga nilai rupiah dalam perekonomian Indonesia mengalami penurunan.

4. SDA dan SDM yang Di Eksploitasi

BACA JUGA:  Implementasi Manajemen Risiko Dalam Menghadapi Bonus Demografi

Persaingan yang ketat dalam perdagangan internasional membuat perusahaan industri berusaha mempertahankan produk yang dihasilkan dan keuntungan yang didapat dengan berbagai cara dengan salah satu contohnya dengan mengirimkan sumber daya alam lokal dan sumber daya manusia (tenaga kerja ahli) ke negara lain untuk mendapat keuntungan yang lebih tanpa memikirkan kerugian yang akan terjadi nantinya.

5. Ongkir yang Mahal

Adanya kegiatan ekspor ini membuat para perusahaan industri dan pemerintah harus menyiapkan anggaran yang banyak untuk mengekspor barang lokal ke luar negeri juga risiko terhadap kondisi barang dalam pengiriman untuk tetap terjaga kualitasnya.

Lutfiah Hanif

Pos terkait