Dampak Gadget bagi Anak Usia Dini

Dampak Gadget bagi Anak Usia Dini

Peran orang tua yang dulunya sebagai teman bermain bagi anaknya sekarang telah digantikan oleh gadget

MAJALAH JAKARTA Dunia berkembang dengan pesatnya dan setiap hari baru membawa penemuan dan inovasi baru. Dimulai saat kita bangun di pagi hari hingga sampai saat kita tertidur dimalam hari, kita tak lepas menggunakan penemuan ilmiah yang tidak terhitung jumlahnya tak terkecuali perihal teknologi komunikasi.

Komunikasi adalah proses pertukaran kata, tanda dan atau informasi dengan orang lain yang dilakukan baik secara verbal maupun nonverbal, komunikasi juga memungkinkan seseorang untuk bisa menyampaikan atau saling bertukar informasi satu sama lain. Menurut Roger (1986) dalam buku Teknologi Komunikasi teknologi komunikasi diartikan sebagai perlengkapan hardwere, struktur organisasi, dan nilai-nilai sosial di mana individu-individu mengumpulkan, memproses, dan tukar-menukar informasi dengan individu-individu lain.

Teknologi komunikasi mengacu pada sebuah alat yang digunakan untuk mengirim, menerima, dan memproses informasi. Contoh alat komunikasi modern seperti siaran radio, televisi, internet, ponsel, dan media cetak.

Namun yang akan kita bahas lebih dalam saat ini adalah gadget, gadget adalah salah satu alat teknologi komunikasi yang banyak sekali digunakan, di zaman sekarang ini gadget tidak hanya dipakai oleh orang dewasa saja akan tetapi anak-anak di usia dini telah banyak menggunakan gadget.

BACA JUGA:  Dampak Psikologis Istri dalam Poligami

Yang disayangkan sebagian orang tua menganggap bahwa hal tersebut adalah wajar, bahkan kebanyakan para orang tua jika merasa terganggu dengan anaknya mereka lantas memberikan nya gadget agar si anak tidak rewel. Tahukah kalian bahwa hal inilah yang membuat seorang anak kecanduan terhadap gadget yang akan mempengaruhi perkembangan dan tingkat laku si anak.

Dari segi psikologis, masa kanak-kanak adalah masa keemasan dimana anak-anak belajar mengetahui apa yang belum diketahuinya. Jika masa kanak-kanak sudah tercandu dan terkena dampak negatif oleh gadget, maka perkembangan anakpun akan terhambat khususnya pada segi prestasi.

Anak-anak yang sedang berada dalam masa serba ingin tahu akan senang jika dihadiahkan gadget oleh orang tuanya. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi, anak-anak sekarang ini rasanya jauh lebih “sadar teknologi” dibanding generasi-generasi di sebelumnya. Anak-anak sekarang bisa dengan mudah mengakses aplikasi dalam gadget yang baru didapatinya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menguasai fitur-fitur gadget tersebut.

BACA JUGA:  Munggahan, Tradisi Betawi Jelang Ramadan yang Tetap Terjaga

Menurut Yohana Yembise mengatakan bahwa para orang tua harus mengontrol anak mereka yang sudah bermain gadget. Sebab, dari memegang gadget seperti handphone (HP) maupun tablet, anak bisa mendapatkan berbagai informasi yang belum tersaring dengan baik.

Peran orang tua yang dulunya sebagai teman bermain bagi anaknya sekarang telah digantikan oleh gadget. Padahal masa anak-anak adalah masa dimana tumbuh dan berkembangnya fisik maupun psikis manusia. Dimasa ini anak harus banyak bergerak agar tumbuh kembang anak optimal. Apabila dimasa ini anak-anak hanya asyik berada didepan gadgetnya, kemungkinan pertumbuhan dan perkembangan anak akan kurang optimal baik itu fisik maupun psikis.

Maka dari sinilah peran orang tua sangat penting dalam mengarahkan seorang anak agar tidak kecanduan gadget, bisa dengan membatasi waktu penggunaan gadget pada anak, memainkan gadget hanya pada hari libur dan sebagainya. Pada intinya orang tua harus pintar-pintar bagaimana caranya agar si anak tidak ketergantungan terhadap gadget bukan malah membiarkan anak terus-terusan memainkan gadget.

BACA JUGA:  Pengaruh Keluarga Sakinah Terhadap Perilaku Anak dalam Keluarga

Tidak hanya itu saja gadget juga dapat mempengaruhi emosional seorang anak menjadi tidak stabil, misalnya saja jika seorang anak terus-terusan memainkan game yang ada pada gadgetnya, anak tersebut cenderung memiliki emosional yang tinggi apalagi saat ia kalah dalam game nya namun emosi nya sampai di kehidupan nyatanya.

Walaupun gadget ini dapat mempermudah kita dalam mencari informasi tetapi penggunaan gadget pada anak ini cenderung menjadi dampak negatif. Seperti yang kita lihat bahwa anak sekarang ini menjadi lebih cenderung menghabiskan waktunya dengan gadget dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya.

Padahal lingkungan sosial ini sangat berpengaruh dalam perkembangan emosi anak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan emosi, karena pemakaian gadget ini akan menjadikan anak memiliki kecanduan. Semakin anak sering bermain gadget maka akan memberikan pengaruh pula pada anak dalam perkembangan emosinya.

Wulan Sulistiani
Mahasiswi Universitas Pamulang Program studi S1 Akuntansi

Referensi :
Fauziyah, U. S., & Maemonah, M. (2020). Analisis Tiger Parenting Bagi Perkembangan Emosional Anak. Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(2),

Pos terkait