Dampak Psikologis Istri dalam Poligami

Dampak Psikologis Istri dalam Poligami

DEPOK POS – Hubungan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang sama-sama memiliki satu perasaan dan satu tujuan akan membawa mereka ke dalam tahap yang biasa kita kenal “Pernikahan”. Kata nikah memiliki arti yang sama dengan kawin. Perkawinan yang banyak dijumpai yaitu bentuk pernikahan monogami, bentuk pernikahan antara satu orang suami dengan satu orang istri. Sampai saat ini, perkawinan yang diperbolehkan di Indonesia sendiri hanya bentuk monogami dan poligami saja. Bentuk perkawinan poligami itu sendiri yaitu sebuah bentuk perkawinan dimana seorang suami memiliki lebih dari satu istri dalam satu waktu. Perkawinan poligami bukan menjadi hal yang asing bagi masyarakat.

Poligami menjadi salah satu pembahasan yang amat sensitif terutama dikalangan perempuan. Hal ini terjadi karena “pada umumnya perempuan tidak ingin berbagi suami dengan orang lain yang akan berdampak pada dirinya sendiri dan keluarga”. Hukum islam sendiri pun sudah mengatur tentang poligami, namun hanya sebagian kecil orang yang benar-benar memahami poligami dan banyak yang salah menafsirkan maksud poligami. Hal inilah yang banyak membuat sebagian masyarakat menilai negatif tentang poligami.

BACA JUGA:  Pernikahan Dini: Apa Saja Dampaknya?

Negara Indonesia sebenarnya sudah mengatur tentang poligami yang terdapat dalam KHI Pasal 55 yang menyatakan bahwa :

“Bahwa laki-laki bisa beristri lebih dari satu orang sampai empat orang dengan syarat suami harus mampu berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anaknya, dan apabila syarat tersebut dikhawatirkan tidak terpenuhi maka suami dilarang beristri lebih dari satu.”

Berdasarkan hal tersebut secara tidak langsung perempuan sudah dilindungi oleh undang-undang, namun kenyataannya masih banyak perempuan yang memiliki kecemasan jika berkaitan dengan poligami. Perempuan akan merasa direndahkan dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada umumnya karena dianggap tidak bisa menjalani martabat seorang wanita akibat poligami yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

BACA JUGA:  Maraknya Kasus Pelecehan Seksual

Secara Psikologis, apabila seorang suami tidak dapat berperilaku adil kepada istri-istrinya maka akan menimbulkan rasa ketidakadilan pada istri. Sebagaimana Spring menjelaskan dampak dari poligami bahwa:

Istri akan kehilangan hubungan baik dengan suaminya
Istri bukan lagi seseorang yang berarti bagi suaminya, ia sadar bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang berada di sisi suami yang dapat membahagiakan pasangan. Harga dirinya terluka, ia merasa kehilangan penghargaan terhadap dirinya
Menjadi seseorang yang sensitif, mudah marah, perilakunya sering tidak dapat ia kontrol karena emosinya sering lebih berperan. Ia mudah sedih, sering curiga, dan tidak seimbang
Kehilangan hubungan dengan orang lain. Ia sekarang lebih menyendiri karena merasa malu dan rendah diri.

BACA JUGA:  Peranan Internet Sebagai Media Komunikasi Bisnis

Agar pernikahan poligami dapat berjalan dengan semestinya, maka seorang suami harus bisa berlaku adil kepada istri-istrinya baik secara finansial maupun psikis. Terutama yang paling penting untuk diperhatikan yaitu keadaan psikologis istri untuk meminimalisir dampak negatif yang dirasakan oleh istri yang dipoligami. Memutuskan untuk menikah lebih dari satu istri harus dipertimbangkan kembali dan dipikir lebih jauh untuk segala dampak yang akan terjadi nantinya.

Oleh:
Selviani Monita, Alzena Farrah Amaya, Afika Mawarni

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Fakultas Psikologi Prodi Psikologi

Pos terkait