Depok Kini Punya 118 Lokasi WiFI Gratis

MAJALAH JAKARTA – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok di Provinsi Jawa Barat hingga tahun 2022 telah memasang 155 perangkat WiFi di 118 lokasi yang bisa diakses warga secara gratis.

“Untuk kecepatannya yaitu 100 mbps. Kami dukung kemajuan teknologi dengan fasilitas ini, yang prinsipnya juga melakukan pelayanan untuk masyarakat,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok Manto di Depok, Senin (23/1).

Menurut dia, fasilitas untuk mengakses WiFi secara gratis antara lain disediakan di taman, pos polisi, kantor kelurahan, kantor kecamatan, masjid, balai warga, gedung serbaguna, posyandu, lapangan olahraga, dan jembatan penyeberangan orang.

BACA JUGA:  Kontes Robot Nusantara di UI Diikuti Usia SD hingga Mahasiswa

“Kami akan terus memaksimalkan (fasilitas) WiFi publik yang telah terpasang. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” sambung dia.

Manto menyampaikan bahwa pemerintah kota menyediakan fasilitas WiFi gratis karena saat ini kebutuhan warga untuk menggunakan Internet guna mengakses siaran informasi dan pelayanan publik via daring kian meningkat.

Sejak 2013, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melansir payung hukum mendukung program Universal Service Obligation (USO) dalam hal penyediaan area-area WiFi atau akses Internet tanpa kabel di sejumlah daerah oleh operator telekomunikasi.

Yakni, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Tanpa Kabel (Wireless) Pada Program Kewajiban Pelayanan Universal. Peraturan ini diundangkan pada 22 Januari 2013.

BACA JUGA:  Viral Anggota TNI Ngamuk Hajar Tukang Buah di Tapos

Permen Kominfo terdiri dari 10 bab dan 17 pasal itu mengatur di antaranya tentang penyediaan jasa akses internet tanpa kabel, penyedia jasa akses internet tanpa kabel, hak dan kewajiban penyedia jasa, pengoperasian dan pemeliharaan jasa akse internet tanpa kabel, kontrak, sanksi, pengawasan dan pengendalian.

Menurut dia, peraturan itu akan mendukung peningkatan penetrasi penggunaan internet bagi masyarakat luas sekaligus peningkatan kualitas sarana dan prasarana terhadap masyarakat dalam hal layanan Internet tanpa kabel.

Peraturan Menkominfo itu mengatur dengan jelas ketentuan dalam hal penyediaan jasa akses internet tanpa kabel sekaligus ketentuan pengawasan sehingga layanan wireless bagi masyarakat terjaga kualitasnya.

BACA JUGA:  Dianggap Salah Terapkan Pasal, Polsek Duren Sawit Dipidanakan

Layanan jasa akses Internet tanpa kabel memiliki kecepatan transfer data (throughput) sekurang-kurangnya sebesar 1,024 Kbps dengan titik pengukuran dari PoP ke NIX terdekat.

Selain itu latency maksimal dengan ketentuan 150 ms bagi yang menggunakan teknologi terestrial; dan 750 ms bagi yang menggunakan teknologi VSAT, dengan titik pengukuran dari server hotspot akses ke SIMMNIX.

Sementara packet loss maksimal 2 persen (dua perseratus), dengan titik pengukuran dari Server hotspot akses ke SIMMNIX. []

Pos terkait