Diamlah Jika Tak Bisa Berkata yang Baik

Kata-kata yang baik atau positif akan sangat memberikan dampak baik untuk kehidupan, begitupun sebaliknya.

DEPOKPOS – Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri, pasti sangat membutuhkan peran orang lain. Mereka akan selalu berinteraksi karena saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, Yaitu dengan cara komunikasi.

Komunikasi sangat identik sekali dengan kata-kata, Bisa dibilang kata-kata sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sebagai makhluk sosial.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari bersabda bahwa, kemampuan menjaga lisan sangat penting sebab lisan diibaratkan seperti pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang.

Ternyata kata-kata memiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi kita dalam segala aspek kehidupan.

Kata-kata yang baik atau positif akan sangat memberikan dampak baik untuk kehidupan, begitupun sebaliknya.

BACA JUGA:  Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap

Misal, ketika kita memberikan semangat kepada teman dengan kata-kata yang baik itu pasti akan memberikan energi positif dan membuat ia menjadi semangat dalam menjalani harinya.

Lain halnya, ketika kita mengejek seorang teman (Verbal Bullying) dengan kata-kata yang buruk bahkan tidak pantas untuk didengar. Seperti memaki, mencemooh, mengintimidasi dan lain-lainya.

Kata-kata tersebut akan memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan mental nya, sedih berlarut-larut, menjadi tidak percaya diri, patah semangat, mudah putus asa, bahkan yang paling fatalnya adalah sampai memiliki rasa ingin bunuh diri.

Biasanya, verbal bullying ini rentan dilakukan oleh anak-anak hingga remaja jenjang pendidikan SD hingga SMA.

BACA JUGA:  Pentingnya Menjaga Tali Silaturahmi

Oleh karena itu butuh perhatian khusus untuk anak-anak jenjang tersebut agar dapat mencegah tindakan bullying lainnya yang diawali dengan verbal bullying.

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah disebutkan, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)” (HR: al-Bukhari dan Muslim).

Di zaman modern seperti saat ini, ketajaman lisan pun dapat kita jumpai pada aktivitas media sosial melalui status – status yang ditulis di berbagai platform dan sangat mudah untuk dikomentari.

Sudah semestinya sebagai umat Islam membuat status di media sosial yang tidak menyinggung orang lain dan mengajak kepada kebaikan, begitu juga sudah sepantasnya bijak dalam menanggapi sesuatu dan memberikan komentar.

BACA JUGA:  Kenapa Doa Kita Ada yang Terkabulkan dan Ada yang Belum Terkabulkan?

Seperti yang dikatakan dalam hadits tersebut, jika kita tidak mampu untuk berkata yang baik kepada orang lain lebih baik diam.

“Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan Agamamu.” (H.R. Ahmad).

Dengan diam kita terhindar dari mengucap dan melakukan perbuataan yang buruk.

Untuk itu marilah kita menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya, berusaha untuk tidak menyalahi fitrah nya sebagai manusia dan tidak menyakiti hatinya hanya dengan kata-kata.

Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut kerap kali dipandang remeh dan sepele. Dampak yang sebenarnya adalah sangat serius untuk membentuk karakter serta kehidupan sosial kita.

Devi Nadila

Pos terkait