Diet DASH Menurunkan Tekanan Darah, Emang Bisa?

Diet DASH Menurunkan Tekanan Darah, Emang Bisa?

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terhadap beberapa gangguan kesehatan, seperti kerusakan organ, penyakit ginjal kronis, gangguan serebrovaskular, dan diabetes melitus (Mancia et al., 2013). Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada penduduk di atas 18 tahun mencapai 34,11% (Riskesdas, 2018). Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat, seperti kurang makan buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, dan perilaku merokok. Upaya pencegahan yang berkaitan dengan kebiasaan pola hidup biasanya sulit untuk diterapkan. Oleh karena itu, The National Heart, Lung, and Blood Institute mengembangkan sebuah program diet yang ditujukan untuk menurunkan tekanan darah atau dikenal sebagai diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Penerapan diet DASH menarik dan penting untuk dibahas karena bertujuan memperbaiki kondisi hipertensi yang merupakan faktor risiko penyakit tidak menular yang paling signifikan.

Apa itu DASH dan Manfaatnya?

DASH atau Dietary Approach to Stop Hypertension merupakan rencana makan sehat yang dirancang untuk membantu mengobati atau mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Metode diet DASH ini ternyata juga terbukti mampu mengurangi risiko kematian jantung yang terjadi secara tiba-tiba dengan kemampuannya untuk menurunkan angka kejadian penyakit kardiovaskular sebanyak 13%. Selain itu juga diet DASH mampu membantu menurunkan berat badan lebih baik daripada yang metode diet yang biasa dilakukan atau yang biasa direkomendasikan oleh para influencer, loh. Selain itu diet DASH juga memiliki manfaat terapi untuk beberapa kondisi klinis seperti peningkatan lemak yang tidak larut air, penyakit serebrovaskular atau penyakit yang menghambat aliran darah di otak, diabetes tipe 2, batu ginjal, kanker usus besar, dan mengurangi risiko penyakit jantung, gagal jantung, serta stroke.

BACA JUGA:  Dampak Obat Nyamuk Bakar bagi Kesehatan

Rencana Makan DASH

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute rencana makan DASH diberikan berdasarkan tujuan nutrisi harian dan mingguannya. Rencana makan yang direkomendasikan antara lain (1) konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian, (2) produk susu bebas lemak atau rendah lemak, ikan, unggas, kacang-kacangan, dan minyak nabati, (3) membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak, produk susu penuh lemak, dan minyak tropis seperti kelapa, inti sawit, dan minyak sawit, (4) membatasi minuman dan makanan manis.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, porsi harian dan mingguan yang memenuhi target rencana makan DASH untuk diet 2.000 kalori sehari dijelaskan pada tabel di bawah ini. Pada saat mengikuti rencana makan DASH penting untuk memilih makanan yang rendah lemak jenuh dan lemak trans, makanan yang kaya akan potasium, kalsium, magnesium, serat, dan protein, serta makanan dengan natrium yang lebih rendah.

Porsi Harian
Biji-bijian: 6-8
Daging, unggas, dan ikan: 6 atau kurang
Sayuran: 4-5
Buah: 4-5
Produk susu rendah lemak atau bebas lemak 2-3
Lemak dan minyak: 2-3
Sodium: 2.300 mg

Porsi Mingguan
Kacang-kacangan, biji-bijian, kacang kering, dan kacang polong: 4-5
Permen: 5 atau kurang

DASH di Indonesia

Meskipun telah menjadi salah satu rekomendasi diet yang digencarkan oleh berbagai institusi kesehatan di Indonesia seperti Kementerian Kesehatan dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia untuk diikuti oleh para penderita hipertensi, akan tetapi ternyata masih banyak penderita hipertensi yang tidak memiliki banyak pengetahuan atau familiar dengan jenis diet DASH ini karena kebanyakan masyarakat Indonesia lebih awam dengan metode diet Rendah Garam (RG) sebagai diet untuk penderita hipertensi daripada diet DASH. Rumah Sakit Nutrisi Instalasi Dr. Cipto Mangunkusumo dan Dietisien Association of Indonesia juga diketahui masih menggunakan metode diet RG pada pasien penderita hipertensi sebagai rekomendasi pola makan yang sebaiknya diikuti. Sampai saat ini diketahui bahwa diet DASH masih lebih banyak diterapkan di luar negeri terutama di negara maju yang juga tengah menghadapi peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi. Meskipun begitu, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah banyak mempromosikan diet DASH ini melalui publikasi tentang modifikasi diet DASH dalam bentuk tabel berisi informasi bahan makanan, porsi harian, dan ukuran rumah tangga yang dapat diikuti oleh masyarakat tidak hanya sebagai tindakan pencegahan terhadap hipertensi tetapi juga tindakan pengobatan bagi para penderita hipertensi agar dapat menurunkan tekanan darahnya menjadi normal.

BACA JUGA:  Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahaan Suhu Tubuh pada Anak

Pendapat Penulis tentang DASH

DASH menekankan pentingnya penerapan pola makan yang sehat untuk orang yang ingin menurunkan berat badan, menjaga berat badan yang sehat, dan menurunkan tekanan darah. Hal yang perlu diketahui adalah diet ini membutuhkan kombinasi perubahan gaya hidup dan cara makan yang sehat. Dalam kata lain, pengaruh DASH akan lebih maksimal jika diterapkan bersamaan dengan perilaku berhenti merokok, menghindari alkohol, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Diet DASH memerlukan proses untuk mendapatkan hasil kesehatan yang diinginkan sehingga perlu adanya niat dan keinginan yang kuat untuk menjalankan diet ini. Upaya ini merupakan salah satu pencegahan dan pengobatan yang efektif untuk hipertensi karena diet DASH tidak memerlukan biaya mahal, melainkan hanya konsistensi yang maksimal untuk dapat merasakan manfaat yang diinginkan.

BACA JUGA:  Hati-Hati Nitrogren Cair pada Ciki Ngebul, Ini Bahayanya

Kesimpulan dan Saran

Diet DASH pada intinya merupakan diet yang menyarankan pengurangan asupan natrium dari berbagai sumber makanan baik dari produk olahannya atau garam yang ditambahkan dalam masakan. Oleh karena itu, jenis makanan yang disarankan dalam diet ini mayoritas adalah makanan rendah natrium. Penerapan diet DASH juga diharapkan tidak hanya dilakukan dalam bentuk modifikasi perilaku makan tetapi juga disertai dengan perilaku sehat lainnya seperti olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Selain dengan diet RG sebagai metode diet bagi penderita hipertensi, diet DASH juga diharapkan dapat secara luas menjangkau masyarakat melalui berbagai program promosi kesehatan yang lebih masif dilakukan oleh institusi kesehatan agar lebih banyak masyarakat penderita hipertensi yang dapat memperoleh manfaat penurunan tekanan darah dan terjadi juga penurunan prevalensi hipertensi di Indonesia, serta dapat menjadi tindakan pencegahan yang secara merata diterapkan oleh seluruh masyarakat sebagai pola makan sehari-hari untuk menurunkan tingkat risiko hipertensi pada seluruh kelompok usia. Ternyata diet DASH menarik dan penuh manfaat untuk diikuti, bukan?

Diva Ramadhani, Firda Safitri
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Pos terkait