Digelar Maret, Muslim LifeFair 2023 Bidik Pasar Kebutuhan Ramadhan

DEPOKPOS – Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Bersama Lima Events kembali menggelar bazaar produk halal dan keuangan syariah, Muslim LifeFair.

Gelaran yang diselenggarakan sejak 2019 di sejumlah kota besar tersebut, mengawali rangkaian event tahun ini, di JIEXPO Kemayoran pada 17- 19 Maret 2023.

Membidik momen bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, Muslim LifeFair hadir dengan area seluas 6.000 m2 yang menampilkan 230 booth dari 128 brand dengan berbagai kategori produk.

Mulai dari modest fashion & accessories, kosmetik halal, islamic education, hobbies and communities, islamic book & publisher, halal travel, kids & baby products, properti syariah, wedding islami, multi product, islamic finance, hingga kuliner halal by serlok.

Menurut Ketua KPMI Rachmat Marpaung, Muslim LifeFair merupakan wahana pemasaran yang efektif untuk produk-produk fashion dan kuliner pada momen bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.

Oleh karena itu, pengunjung dapat menikmati beragam promo spesial seperti Diskon Up to 75%, Buy 2 get 1 product, serta Flash sale product exhibitor pada jam tertentu untuk memberikan kegairahan berbelanja.

“Kami berharap, pameran Muslim LifeFair tahun ini menjadi lebih baik karena dilaksanakan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Para pengunjung dapat memanfaatkan moment diskon besar-besaran dan harga kompetitif,” ujar Rachmat Marpaung saat konferensi pers Muslim LifeFair di Jakarta kemarin (1/3).

BACA JUGA:  Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap

Direktur Lima Events, Deddy Andu menyebut, sebanyak 128 brand yang hadir, 43,5 persennya adalah peserta repeater. Mereka memiliki konsumen loyal dan reseller yang selalu meng-update perkembangan promo spesial dan model-model terbaru yang biasanya diluncurkan saat pameran.

Ajang Muslim LifeFair, menurut Deddy Andu, biasanya dimanfaatkan sejumlah brand untuk meningkatkan awareness dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggannya dengan memberikan kejutan produk baru dan promo khusus. Seperti Atelier Angelina, Muslimah Basic, Muslim Madani, Pelangi Hijab, Samase, Hisyam, Nusseyba, Makhtab, dan Fatih Indonesia.

Pelaksanaan Muslim LfeFair dalam kondisi tidak lagi diberlakukannya ketentuan PPKM, tentu memberikan semangat yang tinggi bagi pelaku usaha khususnya produk halal untuk kembali memperluas jaringan pemasaran, membidik pasar baru, serta meningkatkan value brand melalui pameran dan event.

Karakter masyarakat Indonesia, meski pemasaran online masif digelorakan, tetapi tetap tidak bisa meninggalkan pasar offline. Faktor inilah yang menyebabkan, gelaran Muslim Lifefair yang telah digelar di Jakarta, Yogyakarta, Tangerang dan Bandung ini dibanjiri pengunjung tak kurang dari 20 ribu pengunjung selama tiga hari.

“Kami melihat animo masyarakat terhadap fashion muslim dan kuliner halal di Indonesia sangat besar. Sehingga ajang pameran seperti Muslim LifeFair ini menjadi momentum bagi UMKM muslim, pondok pesantren dan berbagai korporasi untuk berkembang lebih baik. Kami berharap, pameran ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling bersilaturahim guna mendorong usaha-usaha menjadi inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pupuk Kaltim Tembus Peringkat 3 Terbaik di Dunia

Dengan pemilihan venue di JIEXPO yang lebih luas, Andu optimis pameran ini bisa menarik perhatian lebih 20 ribu pengunjung.

Mengusung tema #NyoKiteKumpul, gelaran Muslim LifeFair di JIEXPO disemarakkan dengan berbagai rangkaian acara menarik seperti bincang santai, bedah buku, workshop parenting, sharing kesehatan, Hijrah Hapus Tatto, kelas ta’aruf, codding competition, story telling, kids activities (playground, coloring, etc), family activities (traditional games,etc), hingga outdoor activity.

“Tahun ini, kami juga menambahkan program acara baru berkolaborasi dengan Uki Kautsar eks Noah dan Reda Samudera. Mereka punya platform YouTube dengan program baru bernama Serlok Kuliner yaitu program santai memperkenalkan tempat lokasi kuliner yang nyaman, dan tentu enak, juga halal. Jadi, area kuliner Muslim LifeFair kami branding juga dengan nama Serlok Kuliner,” jelas Andu.

Dengan program baru yang melibatkan komunitas, Rachmat Marpaung optimis, Muslim LifeFair JIEXPO bisa menjadi salah satu wahana yang memperkuat ekosistem perkembangan produk halal di Indonesia menuju Indonesia Global Halal Hub 2024.

KPMI terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperluas jaringan pemasaran, melakukan pendampingan skalasi bisnis baik di tingkat domestic maupun global, termasuk percepatan memperoleh sertifikasi halal dari lembaga terkait.

Pada kesempatan peluncuran Muslim LifeFair Jakarta, hadir Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidiyasa dan Subkordinator Sistem Informasi dan Humas Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Nurhanudin. Kedua lembaga tersebut mengapresiasi gelaran Muslim LifeFair yang konsisten dilaksanakan sejak 2019.

BACA JUGA:  Pertamina Geothermal Energy Buka Peluang Ekspansi Global

“Melalui pameran ini, Insya Allah upaya percepatan pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal bisa dilaksanakan efektif. Targetnya setidaknya tahun 2023 ini, terkumpul sebanyak 3 juta produk sudah tersertifikasi halal. Tahun 2024, semoga sebanyak 6 juta produk sisanya bisa sepenuhnya mendapatkan sertifikasi halal.” tandas Nurhanudin.

Sementara Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidhiyasa, mengatakan, sebagai upaya menuju Indonesia Global Hub 2024, KNEKS telah menyusun kerangka kerja yang memudahkan dan membuka kesempatan berbagai pemangku kepentingan untuk saling bersinergi guna mengakselerasi pengembangan UMKM Industri Halal yang berbasis ekonomi digital.

“Kami menerapkan lima pendekatan strategis pengembangan UMKM industri halal, melalui sinergi peningkatan kapasitas, inkubasi dan pembiayaan, pemasaran, kemitraan, dan pemberdayaan digital,” kata Putu.

Dia juga menyampaikan, KNEKS tengah menggulirkan satu program prioritas Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), sebagai bentuk konkret untuk menyediakan kuliner halal bagi masyarakat dalam wisata halal.

“Untuk mewujudkan Zona KHAS ini perlu melibatkan stakeholder dinas, instansi dan lembaga terkait,” pungkas Putu. []

Pos terkait