Digitalisasi Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru: Menteri Koordinator Airlangga Memimpin Transformasi

MJ, Jakarta – Kinerja ekonomi Indonesia pada Triwulan IV-2023 mencatat pertumbuhan yang mengesankan, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,04%, melampaui angka pada Triwulan III-2023 yang sebesar 4,94%. Capaian ini menandai pertumbuhan ekonomi tahun penuh 2023 sebesar 5,05%. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto.(20/2/2024)

Pulau Jawa tetap menjadi kontributor terbesar terhadap struktur ekonomi nasional, dengan kontribusi sebesar 57,05%. Namun, pertumbuhan signifikan juga terjadi di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, terutama dalam sektor industri pengolahan logam dasar sebagai hasil dari kebijakan hilirisasi.

BACA JUGA:  PP Salimah Dukung Larangan LGBT di Lingkungan Kampus

Dalam acara The Iconomics Media Business Forum & Awarding: Indonesia Business Innovation Forum 2024 pada Selasa (20/02), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pentingnya menjaga momentum pencapaian tersebut. Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia memiliki target untuk keluar dari middle income dan menjadi ekonomi terbesar ke-5 di dunia sebagaimana tercantum dalam Visi Indonesia Emas 2045.

Untuk menjaga momentum ini, Pemerintah menekankan pentingnya digitalisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Peningkatan akses teknologi, keterampilan digital, dan regulasi yang mendukung dianggap kunci untuk mendukung transformasi digital dalam berbagai sektor termasuk perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan layanan lainnya.

BACA JUGA:  "Kementerian Sosial Bantu Kakek Ikhsan (59) dari Nganjuk dengan Operasi Melepas Platina Melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung"

Menurut Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company Tahun 2023, sekitar 40% dari total transaksi ekonomi digital di ASEAN berasal dari Indonesia, dengan nilai mencapai USD 82 miliar. Indonesia dinilai sebagai pasar yang besar dan berpotensi dalam ekonomi digital.

Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan potensi pasar tersebut dengan mengakselerasi berbagai upaya, termasuk penguatan talenta digital, peningkatan akses layanan digital berkualitas, memperluas pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat, serta mendorong riset, inovasi, dan pengembangan bisnis, khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

BACA JUGA:  Keriting Itu Mahkota Indah : Acting Kolosal SMPN 1 Lamaknen-Belu “Angkat Harkat Martabat Kaum Perempuan Timur Di Hari Guru

Sebagai langkah konkret, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital, sebagai landasan strategis untuk menghadapi perubahan teknologi dan dinamika global.

“Mengakselerasi transformasi digital akan membawa kita menuju visi Indonesia Emas 2045. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin kita dapat meraihnya,” kata Menko Airlangga.

Berdasarkan komitmen dan upaya yang diperlihatkan, Indonesia menunjukkan langkah yang tangguh dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi digital di masa mendatang.

Pos terkait