DPC Pro Jamin MUBA Bersiap Gelar Aksi Damai Jilid 2 Terkait Kasus Sumur Minyak Ilegal

MJ, Musi Banyuasin – Aksi Damai di Halaman Kejari Muba mengungkapkan keraguan terhadap integritas Jaksa Penuntut Umum terkait kasus Minyak Ilegal di wilayah Muba, Pada Rabu, 31 January 2024.

Pengadilan Negeri Muba telah menjatuhkan hukuman pidana penjara 6 bulan terhadap Pelaku Usaha Sumur Minyak yang terbakar di wilayah tersebut.

Kejari Muba menanggapi perihal ini, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan putusan wewenang penuh Pengadilan Negeri Muba. Di hadapan para demonstran, mereka menjelaskan keterlibatan lembaga tersebut dalam kasus tersebut.

BACA JUGA:  Polres Demak Bersama Bupati Gelar Apel Pengamanan Malam Pegantian Tahun Baru 2023-2024

Ketua DPC Pro Jamin MUBA, Tanto Hartono, menyampaikan rencana Aksi Damai Jilid 2 di halaman Pengadilan Negeri Kabupaten Musi Banyuasin pada Senin, 26 Februari 2024.

Dalam konferensi pers, Tanto Hartono menyatakan tema aksi damai tersebut adalah respons terhadap putusan pidana penjara 6 bulan yang dianggap tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan dianggap melanggar ketentuan hukum.

BACA JUGA:  Polsek Siantar Utara Bantu Pertemukan Lansia Yang Linglung Dengan Keluarganya

Sebagai dasar argumen, mereka merujuk pada Pasal 52 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pasal tersebut mengatur pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp.60.000.000.000,00 untuk mereka yang melakukan eksplorasi dan/atau eksploitasi tanpa kontrak kerja sama.

BACA JUGA:  Harta Rafael Alun Meningkat Rp 24M dalam Kurun 8 Tahun

Selain itu, Pasal 85 juga ditekankan, yang mengatur pidana penjara maksimal 6 tahun atau denda hingga Rp.300.000.000.000,00 untuk penambangan minyak secara ilegal tanpa kontrak kerja sama.

Aksi Damai ini menjadi bentuk protes dan tuntutan terhadap putusan pengadilan yang dianggap kontroversial dalam kasus sumur minyak ilegal di wilayah Muba.

Pos terkait