Dr. John N. Palinggi. MM, MBA: “Selalu Berbuat Baik Kepada Semua Orang”

MJ, Jakarta – “Sampai sekarang Tuhan sangat baik dengan saya. Ditimpa melalui hal hal yang kekurangan, kesalahan tetapi saya tetap mendekatkan diri kepada Tuhan. Supaya saya dirubah menjadi lebih baik”

Perjalanan hidup sosok Dr. John N. Palinggi, MM, MBA menjadi orang yang berbuat baik, rendah hati dan tulus iklas dari segala lapisan tidak pandang beda suku, agama, etis dan golongan beda warna kulit tapi dirinya tetap berusaha untuk mengasah diri, hati, rohani agar tetap sayang kepada manusia.

Terbangun dari anak desa teringkat jika mau makan kalua bisa bekerja dulu mengolah tanah dengan keringat bercucuran. Berangkat dari sanalah Langkah hidup John Palinggi dibetuk dengan sungguh sungguh, serius bahkan berupaya yang terbaik yang dirinya lakukan segala pekerjaan yang Dia lakukan biar siapa pun atasannya dan siapa pun pimpinannya tetap dilakoninya. Selama 28 tahun lamanya keimanan John Palinggi memerintahkan untuk selalu berbuat baik kepada semua orang.

“Jadi berbuat baik dari segala lapisan tidak pandang beda suku, agama, etis dan golongan beda warna kulit tapi saya berusaha untuk mengasah diri hati, Rohani agar saya tetap sayang kepada manusia.

BACA JUGA:  Sumpah Pemuda: Momentum Mengoptimalkan Peran Kaum Muda

Dan saya buktikan dari tahun ke tahun rupanya kalua kita sayang manusia, selalu mendambakan persaudaraan membagi kasih sayang, dan membuat orang lain terseyum dan tertawa bahagia dalam hidup, rupanya implikasi dari pada kelakuan kita itu membuat kita Panjang umur, murah rejeki bahkan bahagia,” ujar Ketua Harian Bisma Badan Interaksi Sosial Masyarakat (Bisma) di ruang kerjanya kepada majalahjakarta.id.

Kata John Palinggi menegaskan, jangan pernah menolong orang dengan berbuat kebaikan baru kamu mengharap balasan di tempat itu. Biarkan kebaikan itu kamu serahkan dengan tulus iklas dan biarkan juga Tuhan menentukan apa yang terbaik bagi hidup mu.

“Minimum kau sehat walafiat. Dan itu yang saya dapatkan dan saya sehat sampai sekarang. Tidak ada sedikit pun penyakit saya. Dan saya akan meneruskan hidup ini dengan suka cita dengan keluarga,” kata John palinggi terseyum.

Masih kata Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) menceritakan, inti keimanan itu bukan dilihat Frekwensi pergi beribadah ritual di agama apa pun, tapi intinya adalah mau tidak diri ini berubah lebih baik kedepan.

BACA JUGA:  Rayakan Dies Natalis ke-70, UKI Gelar Fun Walk

“Itulah inti dari keimanan. Perubahan kearah yang lebih baik. Setiap perbuatan baik memperbaiki aliran darah ini memperbaiki jaringan tubuh dan otak itulah perbuatan baik,” ucapnya.

Dari semua penghargaan yang John Palinggi dapatkan mereka menggapa dirinya adalah ahli lingkungan yang juga Dewan Pakar Perhimpunan Cendikiawan Ilmu Lingkungan Indonesia bersama Emil Salim waktu itu.

Kedua kata John, dirinya dianggap sebagai Tokoh Kemajemukan Indonesia. Yang mana berusaha mendekatkan orang sekali pun beda agama dan dalam makanya sangat berkaitan dengan dirinya sebagai Ketua Harian Bisma Badan Interaksi Sosial Masyarakat (Bisma) sesuai dengan apa yang dia jalankan hingga saat ini.

Bagi John Palinggi mendapatkan semua pengharagaan sejatinya tidak merasa tinggi hati dan sombong, karena baginya dibalik dari semua penghargaan yang dia terima itu ada cahaya persahabatan harus dihargai. Persahabatan inilah yang membuat dirinya panjang umur tidak mungkin hidup ini dibangun dengan sendiri.

“Jadi itulah bagaimana pentingnya persaudaraan itu. Menerima penghargaan dari Puri Agung Singaraja Kerajaan Buleleng “pemerhati lingkungan hidup, aktifis kerukunan dan kemajemukan serta perdamaian dunia. Hadir dari United Nation, Perwakilan India dan dari Amerika serta sejumlah raja raja se- Bali, tanggal 16/12-2023 di Ubud Bali. Ini adalah satu sinyal persaudaraan yang dipelihara. Tidak hanya disitu saja dikalangan Batak mendapatkan 43 ulos saya menerima,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kisruh Antara Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Dengan Pengembang Apartemen

Berangkat dari sanalah berjalannya waktu John Palinggi tetap selalu berdoa, Tuhan selalu rendahkan hatinya dalam menerima segala penghargaan itu karena saya tahu bahwa Tuhan sedang menyuruh orang lain untuk bersauadara dengan dirinya.

“Buka hati saya menerima dan menghargai itu. Konsekwensinya adalah kedepan saya harus tampil lebih baik. Hari lepas hari jangan pernah cacat sampai hari ini 45 tahun saya bisnis saya tidak pernah cacat sedikit pun. Hari ini pun saya katakan saya tidak punya utang sedikit pun. Ini kesaksian, itulah cara Tuhan bagaimana mengelolah keuangan dengan bijaksana, dengan baik. Kuncinya adalah hargai orang yang bekerja dengan kita. Karena mereka yang bekerja pada kita itu dititipkan Tuhan supaya dihormati,” tegasnya.

Pos terkait