Dr. Wilson Rajagukguk, MSi., MA Ministry Memaparkan Pentingnya Membangun Sumber Daya Manusia sebagai Mesin Pertumbuhan yang Optimal”

MJ, Jakarta – Dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi “Negara Nusantara yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan” Pemerintah memiliki empat pilar utama yakni pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola Pemerintahan.

Sebagai Akademisi Dr. Wilson Rajagukguk M.Si, MA Ministry berpandangan, sebenarnya pemerintah sudah menetapkan tujuh strategi utama (disebut ‘game changer’) menuju Visi Indonesia Emas 2045. Yakni: (1). SDM Berdaya Saing dan Sejahtera, (2). Produktivitas sektor ekonomi (3). Ekonomi Hijau, (4). Transformasi digital, (5). Integrasi Ekonomi Domestic (economic powerhouse), (6). Pengembangan Kota Baru dan IKN dan (7). Enabling environtment.

Selain keempat pilar kata Wilson, yang disebutkan di atas sudah ditetapkan juga tiga pilar lainnya. Sepakat dengan pemerintah dalam hal ini. Yang kita perlukan adalah kesepakatan seluruh bangsa untuk mencapai cita-cita VIE 2045.

Apakah pemerintahan baru nanti meneruskan visi ini atau program ini? Saya optimis VIE dapat dicapai asal seluruh komponen bangsa sepakat, bahu-membahu, berkesinambungan untuk mencapainya, urai Doktor dalam bidang Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia kepada majalahjakarta.id Jumat (2/2/2024).

Sementara disisi lain kata Wilson Kembali, bahwa salah satu negara yang paling tahan terhadap krisis ekonomi adalah Indonesia. Mengapa? Penduduk kita banyak. Sedangkan merujuk persamaan Keyness dimana salah satu komponen pertumbuhan adalah konsumsi.

“Dengan jumlah penduduk yang banyak itu, GDP kita pasti besar dan naik, paling tidak melalui konsumsi. Kita perlu mengambangkan cara pandang terhadap Sumber Daya kita, bahwa sumber daya utama kita adalah penduduk yang besar itu,” ujar bapak dua anak ini Josia Rajagukguk, S. Ars. (FT UI) dan hasian emanuela Rajagukguk, S.Kom (Fasilkom UI).

BACA JUGA:  Pemkab Sidoarjo Edukasi Wali Murid Stop Bullying

Bagi Wilson Rajagukguk bahwa mesin pertumbuhan utama adalah penduduk yang besar itu. Dengan human capital seperti sekarang saja kata Wilson, angka pertumbuhan kita sudah pada kisaran angka 5%,- suatu yang terbaik di dunia saat ini. Dengan huma capital seperti sekarang ini, Indonesia menduduki ranking 16 ekonomi terbesar dunia dengan share sebesar 1,31% GDP dunia. Dengan penduduk terbanyak keempat dunia, cita-cita VIE menjadi ranking 5 terbesar dunia dan negara maju pada tahun 2045 sangat mungkin dicapai jika produktivitas penduduk berhasil ditingkatkan.

“Pada akhir tahun 1990-an dunia dikejutkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Asia yang sangat mengesankan (Asian Tiger). Mengapa bisa terjadi? Dengan meningkatkan human capital melalui Pendidikan dan pelatihan, ungkap Suami Prof. Omas Bulan Samosir, PhD (FEB UI).

Bagi Wilson Rajagukguk melihat bahwa mesin pertumbuhan utama adalah penduduk yang besar itu. Dengan human capital seperti sekarang saja angka pertumbuhan kita sudah pada kisaran angka 5%,- suatu yang terbaik di dunia saat ini. Dengan huma capital seperti sekarang ini, Indonesia menduduki ranking 16 ekonomi terbesar dunia dengan share sebesar 1,31% GDP dunia. Dengan penduduk terbanyak keempat dunia, cita-cita VIE menjadi ranking 5 terbesar dunia dan negara maju pada tahun 2045 sangat mungkin dicapai jika produktivitas penduduk berhasil ditingkatkan. Pada akhir tahun 1990 an dunia dikejutkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Asia yang sangat mengesankan (Asian Tiger). Mengapa bisa terjadi? Dengan meningkatkan human capital melalui Pendidikan dan pelatihan,ungkap Wilson Kembali.

“Jadi, secara geografis Indonesia mewarisi endowmen yang luar biasa dari Tuhan. Letak geografis ini perlu dimanfaatkan lebih optimal. Negara-negara di Timur Tengah sangat berhasil memanfaatkan ini dengan membangun negeri sebagai jembatan Timur dan Eropa. Jika kita mau ke Eropa, pesawat transit di Dubai dan negara-negara teluk lainnya. Indonesia kurang memanfaatkan ini, kata Wilson.

BACA JUGA:  Hasil Sementara Pemilu 2024: Persaingan Ketat Antara Paslon Utama di DKI Jakarta

Menurut Wilson, sangat baik jika membangun bandara internasional penghubung Asia – Amerika di Papua. Saat ini jika mau ke USA, lalu lintas dunia berbelok melalui Tokyo dulu. Jika Indonesia membangun hub di Papua. Penerbangan Singapura – USA tidak lagi singgah di Tokyo. Sangat tepat di Papua. Penerbangan Australia – Tokyo singgahnya di Singapura. Garis lurusnya adalah Australia – papua – Tokyo. Batam dibangun untuk mengambil kesempatan ekonomi ini, semoga dapat melayani jalur laut yang lebih baik pada masa mendatang. Masih banyak pulau-pulau di sekitar Batam yang berpotensi menjadi hub laut internasional, imbuhnya.

Kata Dosen pada Program Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia, Jakarta ini mengatakan, sumber daya utama (ultimate resource) kita adalah penduduk Indonesia. Pembangunan adalah dari dan untuk penduduk. VIE 45 adalah dari dan untuk penduduk. Sumber daya manusia harus dibangun seoptimal mungkin agar menjadi mesin pertumbuhan yang optimal. Pengalaman Korea, perubahan iklim seekstrim mungkin mudah diatasi dengan penduduk yang fleksibel dan berdaya tahan terhadap segala hambatan. Membangun penduduk harus dimulai dari pangan yang bergizi.

“Kita belum menaruh perhatian yang banyak terhadap pangan kita. Perlu dilakukan kampanye dan investasi besar-besaran pada gizi kita. Salah satu bukti keterbatasan kita membangun bangsa adalah masih tingginya stunting (bukti dari kurangnya program pembangunan dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Selanjutnya meningkatkan pencapaian pendidikan, kesehatan, dan investasi dalam pembangunan ekonomi,” ungkapnya.

Bicara masalah Inflasi kata Wilson Rajagukguk Kembali, Inflasi adalah salah satu alat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Menurut Dia, Jika inflasi sebesar 0 berarti ekonomi tidak bertumbuh. Ekonomi membutuhkan inflasi. Yang menjadi persoalan adalah inflasi yang terlalu tinggi. Inflasi yang terlalu tinggi itu berapa? Disepakati sekitar 8 s.d. 10% per tahun (sekitar 2 s.d. 2.5% per triwulan). Di atas 10% per tahun baru inflasi yang buruk. Tanpa inflasi ekonomi kita tidak bertumbuh. Inflasi sekitar 2 – 2.5% per triwulan ini yang perlu dijaga. Inflasi dan pertumbuhan GDP kita sampai saat ini baik-baik saja, ucapnya.

BACA JUGA:  “Gara gara Proyek, Reputasi Bupati Malaka Anjlok"

Menurut Analisa Wilson untuk mencapai VIE 2045, Indonesia memerlukan arah transformasi ekonomi melalui (generating prosperity dan sharing prosperity more widely). Menciptakan kemakmuran dan pemerataan kemakmuran. UUD kita sudah mengamanatkan hal ini, bumi air dan segala isinya diambil manfaatnya untuk kemakmuran sebesar-besarnya seluruh penduduk Indonesia. Ini yang harus dijaga.

Bagi Wilson, perlu kebijakan dan tangan yang kuat untuk melangsungkan dua hal positive economics dan normatif economics. Efektivitas ekonomi dan pembagian kekayaan secara adil dan merata. Pengusaha dan yang bekerja lebih keras memperoleh haknya,- warga negara sebagai pewaris bangsa ini juga memperoleh haknya. Tidak ada yang merasa dirugikan.

Sedangkan dari sektor atau mesin ekonomi baru dinamai Ekonomi Kreatif. Indonesia sangat banyak memiliki endowmen dalam bidang ini. Saat ini kata Wlson, eksportir neto dalam bidang ekonomi kreatif. Indonesia membayar banyak dalam ekonomi kreatif (manajemen, merek, hak kekayaan intelektual, musik, hiburan, arsitektur, pariwisata). Tahun 2023 Indonesia membelanjakan Rp. 9 triliun untuk berobat keluar negeri. Disisi Pariwisata Medis dari Indonesia sangat di dinikmati Malaysia dan Singapura. Ekonomi kesehatan kita sangat banyak dibelanjakan keluar negeri untuk berobat.

“Belum lagi membeli alat-alat kesehatan yang tidak kita produksi. Rumah sakit kita harus mengambil potensi ekonomi ini,” tutupnya.

Pos terkait