Dua Terdakwa Penipuan Berkedok Investasi Bodong Fin888 Hanya Di Vonis Dua Tahun Penjara. Para Korban Kecewa

MJ, Jakarta –Sidang penipuan berkedok investasi Robot Trading Fin888 kembali disidangkan di pengadilan negeri jakarta utara. Selasa 5/12/23, Dengan agenda sidang pembacaan putusan (Vonis).

Dalam pembacaan surat putusannya. Ketua majelis hakim Yuli Effendi SH.MH. menyatakan kedua terdakwa yakni Peterfi Supandri dan Cary Chandra terbukti dan meyahkinkan bersalah, oleh karenanya kedua terdakwa di vonis 2 Tahun penjara dan denda 500 Juta rupiah subsider 3 bulan kurungan penjara.

BACA JUGA:  Kisruh Antara Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Dengan Pengembang Apartemen

Mendengar pembacaan surat putusan yang dibacakan ketua Majelis Hakim Yuli Effendi SH.MH. yang hanya menjatuhkan hukuman hanya 2 tahun penjara, salahsatu korban mengatakan Hal tersebut tidak mencerminkan keadilan untuk para korban.

Sebelumnya, Menjelang dibacakannya putusan (vonis) terhadap kedua terdakwa yakni Peterfi Supandri dan Cary Chandra dalam perkara dugaan penipuan investasi bodong Robot Trading Fin888.

Penasihat hukum korban penipuan berkedok investasi Robot Trading Fin888 melayangkan surat kepada Katua Mahkamah Agung RI, Kamar Pidana Mahkamah Agung RI, Penitera Mahkamah Agung RI, Panitera Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung RI Serta ke Komisi Yudisial Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Ketum FWJ Indonesia Singgung Oknum APH Soal Penjual Miras Oplosan Berkedok Toko Jamu

Selain itu, Penasihat Hukum para Korban juga mengirimkan surat kepada Ketua pengadilan negeri jakarta utara, Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya peradilan sesat.

Oleh Jaksa Penuntut Umum Melda Siagian SH dari kejaksaan negeri jakarta utara, kedua terdakwa yakni Peterfi Supandri dan Cary Chandra masing masing dituntut selama 3 tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah, Subsider 6 bulan kurungan.

BACA JUGA:  Wahyu Kenzo Ditangkap Terkait Penipuan Robot Trading ATG

Namum oleh majelis hakim pengadilan negeri jakarta utara yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut kedua terdakwa yakni Peterfi Supandri dan Cary Chandra masing masing dijatuhi hukuman selama 2 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah, Subsider 3 bulan kurungan penjara.

Pos terkait