E-Commerce Affiliate, Cuan Sambil Rebahan

DEPOKPOS – Masyarakat modern saat ini memperoleh kemudahan dalam mencari penghasilan. Orientasi pencarian kerja tidak lagi hanya pada sektor formal saja seperti di suatu kantor atau perusahaan, tetapi telah menjadi lebih beragam yang memungkinkan masyarakat untuk bekerja dari mana saja dan kapan saja. S

alah satu yang sedang menjadi trend di kalangan masyarakat saat ini adalah menjadi affiliator bisnis online, yang bisa menghasilkan cuan hanya dengan mengklik link yang disebarkan.

Affiliate Marketing adalah model bisnis yang bisa mendatangkan penghasilan pasif, dan relatif mudah bagi pemula walaupun tidak memiliki website sendiri.

Selain itu, Affiliate Marketing juga merupakan salah satu program paling efektif untuk mendapatkan penghasilan yang besar melalui internet dengan waktu yang tergolong singkat dan hasilnya besar.

Cara kerjanya cukup sederhana; kita memiliki tugas untuk menjual produk dari bisnis yang memiliki afiliasi kepada konsumen. Jika penjualan terjadi, maka kita akan menerima komisi berdasarkan kesepakatan awal.

BACA JUGA:  Asuransi Syariah: Prinsip, Keunggulan, dan Manfaatnya

Berbicara terkait penghasilan yang diperoleh para affiliator (orang yang menjalankan program affiliasi), banyak  Penghasilan yang diterima tergantung presentase komisi yang diberikan perusahaan atau marketplace yang mereka jalankan.

Ada yang 5%, 10% ,20% bahkan 1% dari setiap produk yang berhasil dijual oleh para affiliator tersebut. Seperti bentuk komisi yang diberikan oleh marketplace Shopee bagi orang-orang yang berhasil menjual produk dari toko dengan syarat ketentuan yang berlaku. Mulai dari 3% hingga 15% dari setiap kategori tertentu.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, para affiliator selain menjual produk sebanyak-banyaknya mereka juga diberikan tawaran oleh pihak Shopee untuk mencari member baru, dengan daftar menggunakan ID yang mereka punya.

Besaran pendapatan setiap tautan dapat meningkat ketika seseorang membeli produk. Oleh karena kemudahan semacam itu, para pekerja akan melakukan berbagai macam marketing untuk meraup audiens. Mulai dari video unboxing biasa, review, rekomendasi, outfit, dan masih banyak bentuk marketing lain yang dilakukan.

BACA JUGA:  Pemahaman Ekonomi Islam dan Menggabungkan Prinsip Agama dan Bisnis

Para pekerja program mengharapkan bentuk marketing yang mereka lakukan dapat membuat pengguna internet tidak hanya sekedar mengklik tautan yang dibagikan, tetapi juga tertarik membeli barang-barang yang dipasarkan.

Kelebihan dan kekurangan dari affiliate marketing adalah sebagai berikut:

●Kelebihan affiliate marketing:

Mudah untuk dijalankan, kamu hanya fokus pada kegiatan memasarkan produk dan tidak perlu terlibat ke proses pengiriman barang.

Membutuhkan modal kecil atau bahkan bisa tanpa modal atau biaya sama sekali.

Bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Banyak produk yang bisa kamu tawarkan. Misalnya, kamu mempromosikan produk celana pada konten A. Lalu membuat konten dan mempromosikan produk lain, link yang ada di konten A masih bisa di-klik untuk pembelian. Sehingga kamu bisa mendapatkan komisi dari produk yang berbeda. Karena itu banyak yang mengatakan affiliate marketing adalah bisnis yang bisa menjadi sumber penghasilan pasif.

BACA JUGA:  BukuWarung Yakin Tingkatkan Digitalisasi UMKM lewat 241 Roadshow di Seluruh Indonesia

Waktu yang fleksibel. Kelebihan lainnya dengan menjadi affiliate marketing adalah waktu yang fleksibel untuk bekerja dan bisa bekerja dari mana saja.

●Kekurangan affiliate marketing:

Salah satu kelemahan affiliate marketing adalah besaran komisi tergantung penjualan dan persentase. Dengan kata lain, kamu tidak memiliki pendapatan tetap.

Bersaing dengan affiliate marketing yang lainnya. Harus kreatif agar bisa bersaing dengan afiliator yang lain, terlebih sebuah produk tidak hanya mengandalkan satu afiliator saja.

Butuh kesabaran, waktu, dan kerja keras agar bisa membangun hubungan dengan audiens dan mendapatkan kepercayaan yang berujung klik atau pembelian.

Tsurayya Aliya, STEI SEBI

Pos terkait