Edukasi HIV/AIDS pada Remaja

DEPOKPOS – HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus yang menyerang system kekebalan tubuh, yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. AIDS penyakit yang berasal dari Afrika dan hanya terdapat pada kera, namun siapa sangka virus HIV ini bisa menular sampai ke manusia dan menyebar ke berbagai negara.

Penyakit HIV tidak hanya menyerang orang dewasa saja, banyak remaja di Indonesia yang terkena penyakit HIV karna pergaulan bebasnya, lingkungan yang mendukung, serta kurangnya perhatian dari orang tua dapat memicu anak dalam pergaulan bebas.

Remaja berpotensi tinggi terhadap resiko penyakit menular seksual karena factor perilaku dan perkembangan emosionalnya yang masih labil dan rasa keingintahuannya yang tinggi, dari yang awal nya mencoba menjadi ketagihan dan dilakukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu Panjang remaja terjangkit penyakit menular seksual.

BACA JUGA:  4 Manfaat Bawang Putih untuk Kecantikan

Masalah ini menjadi hal penting bagi orangtua untuk memiliki percakapan yang lebih terbuka akan seksualitas yang sehat pada anak, edukasi sejak dini tentang seksual juga penting bagi anak agar anak tidak salah kaprah.

Menurut data UNICEF pada tahun 2021 sekitar 1,71 juta remaja berusia antara 10 sampai 19 tahun terjangkit HIV di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri dari tahun 2018, pengidap HIV pada anak dan remaja di bawah usia 19 tahun terus bertambah mencapi 2.881.

Berdasarkan data modelling AEM pada tahun 2022 sekitar 51% kasus HIV baru yang terdeksi diidap oleh remaja, pada tahun 2021 diperkirakan ada sekitar 526.841 orang hidup dengan HIV dengan estimasi 27 ribu kasus baru dan sekitar 12.533 kasus HIV dialami oleh anak usia 12 tahun kebawah.

BACA JUGA:  Bahaya Insomnia pada Remaja

Kita juga tahu bahayanya penyakit HIV/AIDS ini yang sampai sekarang belum ada obat nya untuk menyembuhkan penyakit ini . obat-obatan antivirus yang ada hanya bertujuan untuk mencegah perburukan kondisi penderita.

Maka dari itu edukasi tentang HIV AIDS sangat penting untuk siapa saja, khususnya pada usia muda, dan masih banyak yang beranganggapan bahwa edukasi tentang HIV/AIDS pada anak merupakan hal yang tabu. jika edukasi yang dilakukan dengan tepat, nantinya anak bisa terapkan saat dewasa dan menjadi pemutus rantai penyebaran virus HIV/AIDS.

Berikut tips edukasi tentang HIV/AIDS pada remaja:

1. Berikan edukasi seputar alat reproduksi dan fungsinya
Agar anak tahu fungsi masing masing dari alat reprodukdi jenis kelamin.

2. Ajarkan anak melakukan hal hal yang positif
Seperti berolahraga, melihat hal yang positif, menjauhkan lingkungan yang kurang sehat untuk pertemanan.

BACA JUGA:  5 Dampak Positif dan Negatif Terlalu Sering Mengeluarkan Sperma

3. Mewaspadai gejala untuk pencegahan HIV
Meski HIV tidak selalu menunjukan gejala, penyakit ini sebenarnya memiliki tandan atau ciri khas mirip ketika ingin sakit flu.

4. Hindari atau jauhi seks bebas
Seks bebas yang dilakukan di usai remaja/anak dibawah umur rentan terkena penyakit kutil kelamin, herpes, HIV AIDS dan lain lain.

5. Menjauhin penyimpangan seksual
Pelaku LGBT juga mempengaruhi terjangkit penyakit HIV karna seks bebas nya.

Sebagai generasi penerus bangsa remaja harus pintar pintar dalam berteman dan memilih pertemanan serta lingkungan disekitar, jika para remaja tidak mudah terpengaruh ia pasti bisa menolak mana yang baik untuk dirinya sendiri atau tidak.

Savana Nur Irawan
Mahasiswa Keperawatan Unuversitas Binawan

Pos terkait