Efektivitas Komunikasi Negosiasi dalam Bisnis

Efektivitas Komunikasi Negosiasi dalam Bisnis

 

Apa itu kumonikasi? Apa yang dimaksud negosiasi? Dan bagaimana membangun negosiasi yang efektif? Mari kita bahas seputar efektivitas komunikasi negosiasi dalam bisnis.

Dunia bisnis telah berkembang pesat sejauh ini. Bisnis adalah penghasilan yang menjanjikan karena melalui bisnis kita dapat membangkitkan simbiosis mutualisme untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita dalam hidup kita sebagai manusia. Yang tidak terpisahkan dari makhluk hidup adalah komunikasi.Komunikasi merupakan unsur yang membedakan kita sebagai makhluk dengan benda.Bisnis juga merupakan unsur penting yang membedakan kita dengan benda dan manusia dengan hewan. Jika kita menggabungkan kekuatan dari dua elemen ini, “komunikasi dengan bisnis”, itu pasti sesuatu yang bermanfaat dalam dunia bisnis. Bisnis adalah kegiatan yang selalu bersama kita, akrab dari muda hingga tua. Dalam lingkungan bisnis juga terdapat proses negosiasi, yaitu proses transaksi bisnis yang memungkinkan kerjasama dengan calon mitra bisnis. Kehidupan manusia memerlukan negosiasi karena sangat dekat dengan filosofi kehidupan manusia bahwa setiap orang memiliki sifat dasar untuk membela kepentingannya sendiri, di satu sisi orang lain juga memiliki kepentingan. Padahal, tujuan kedua belah pihak sama, yaitu untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Jika ada konflik kepentingan dalam sesuatu, perselisihan muncul. Ada banyak cara untuk menyelesaikan perselisihan, dan negosiasi adalah salah satunya. Kita bernegosiasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Misalnya, di kantor kami bernegosiasi dalam rapat dewan, rapat staf, bahkan ketika memutuskan makan siang ke mana kami bernegosiasi dengan rekan kerja, dan bahkan di perguruan tinggi kami bernegosiasi Tentang apa yang akan dikenakan. Jadi pada dasarnya kita adalah negosiator. Beberapa dari kami melakukannya dengan baik, sementara yang lain tidak pernah memenangkan negosiasi. Sebagian dari kita hanya menjadi pengikut, atau selalu mengikuti dan mengakomodir kepentingan orang lain.

BACA JUGA:  Peluang dan Tantangan Implementasi Hukum Ekonomi Syariah

Negosiasi digunakan untuk menjembatani dua kepentingan yang berbeda, seperti antara produsen dan konsumen. Oleh karena itu, agar kedua belah pihak mencapai kesepakatan, negosiasi perlu dilakukan. Sedangkan orang yang melakukan negosiasi sering disebut sebagai negosiator. Masa depan yang dibangun perusahaan selama bertahun-tahun bisa runtuh, berantakan, dan akhirnya gagal dalam negosiasi dengan pihak lain. Artikel ini membahas efektivitas pengelolaan komunikasi negosiasi bisnis.
Dan adapun Komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. Mulyana3 juga memberikan beberapa definisi lain, secara sempit didefinisikan sebagai transmisi pesan melalui media elektronik, dan secara luas didefinisikan sebagai interaksi antara dua atau lebih makhluk hidup. Berbeda dengan West dan Turner4, “komunikasi adalah proses sosial di mana individu menggunakan simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungannya”. Dari berbagai perspektif tentang komunikasi yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa konsep komunikasi adalah proses dimana komunikator mengirimkan pesan atau informasi yang memiliki arti dan informasi serta dapat mempengaruhi penerima pesan. Sedangkan negosiasi menyampaikan proses pengiriman komunikator ke tujuan.

negosiasi adalah untuk mencapai konsensus, dan negosiasi adalah kegiatan yang terencana, apa yang harus dicapai, bagaimana mencapainya, dan dengan pengorbanan apa. Negosiasi tidak akan terjadi tanpa komunikasi. Proses negosiasi juga merupakan proses komunikasi, yang melibatkan emosi, persepsi, dan permainan kata-kata. Negosiasi antar perusahaan, antar kelompok, dan antar individu umumnya karena satu pihak memiliki sesuatu yang diinginkan pihak lain, dan pihak lain bersedia menawar untuk mendapatkannya. Proses tawar menawar juga merupakan salah satu kegiatan komunikasi. Dalam proses komunikasi, negosiator berperan sebagai komunikator, memprakarsai proses komunikasi dalam negosiasi. Oleh karena itu, sebagai komunikator, negosiator harus mampu memahami kliennya di satu sisi, dan di sisi lain ia berperan sebagai komunikasi.

BACA JUGA:  4 Aktivitas Ngabuburit Agar Tak Bosan Menunggu Waktu Berbuka Puasa

Bagaimana membangun komunikasi yang efektif?
Keterampilan komunikasi adalah faktor penentu bagi setiap individu dan organisasi untuk bertahan dengan sukses dalam persaingan bisnis yang kompetitif saat ini. Keterampilan komunikasi seseorang dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan dalam situasi apapun seperti dalam mempersiapkan presentasi bisnis, menyampaikan pemikiran atau gagasan dalam rapat, negosiasi bisnis, melatih tim, membangun tim kerja dan dalam setiap aktivitas organisasi. Mengingat pentingnya komunikasi dalam suatu organisasi, efektivitas komunikasi akan sangat menentukan keberhasilan jangka pendek dan jangka panjang organisasi tersebut (Griffith, 2002).
Kemampuan individu untuk Penyampaian pesan atau informasi dengan baik, menjadi pendengar yang baik, dan menggunakan berbagai media audiovisual merupakan komponen penting dalam berkomunikasi secara efektif dalam suatu organisasi. Komunikasi adalah keterampilan yang paling penting dalam kehidupan setiap orang dan setiap organisasi. Steven Covey menyamakan komunikasi dengan nafas kehidupan. Dia menekankan konsep saling ketergantungan untuk menjelaskan hubungan manusia. Faktor penting dalam komunikasi bukan hanya apa yang ditulis atau dikatakan seseorang, tetapi yang lebih penting adalah karakter seseorang dan bagaimana seseorang menyampaikan pesan kepada penerima pesan.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa syarat utama komunikasi yang efektif adalah karakter dan integritas pribadi dari orang yang menyampaikan pesan. Covey percaya bahwa untuk menjalin komunikasi yang efektif diperlukan lima landasan penting, yaitu berusaha untuk benar-benar memahami orang lain, Harapan, kesediaan untuk meminta maaf dengan tulus atas kesalahan, dan kemampuan untuk menunjukkan integritas.
Bentuk komunikasi yang paling tinggi adalah komunikasi empatik, yang berarti berkomunikasi untuk mengetahui dan memahami karakter, maksud, dan peran penerima pesan (Knutson, et al., 2003). Dalam kasus seperti itu, niat baik dan kesopanan diperlukan serta kemampuan dan kemauan untuk menghormati komitmen yang dikomunikasikan dan menjelaskan harapan dalam hubungan yang dikomunikasikan sehingga harapan tidak bertentangan dengan atau berbeda dari peran dan tujuan yang dikomunikasikan. Selain itu, integritas mencakup lebih dari kejujuran, juga diperlukan untuk hubungan komunikasi yang efektif dan sehat. Kejujuran menekankan kesediaan untuk mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata-kata kita dengan kenyataan. Integritas menyesuaikan realitas dengan kata-kata dari pesan setiap orang.

BACA JUGA:  Teknologi dalam Perkembangan Keuangan Syariah

Dan terahir sudah sangat jelas Negosiasi adalah kesepakatan antara penjual dan pembeli yang, dari sudut pandang pembeli, ingin membeli sebotol sampanye berkualitas dengan harga yang sama dengan sebotol bir. Pada saat yang sama, dari sudut pandang penjual, ada seni menjual mobil mewah kepada pembeli yang hanya mampu membeli mobil kelas dua. Ditegaskan kembali bahwa negosiasi adalah komunikasi antara kedua belah pihak, dan kedua belah pihak memiliki tujuan dan pandangan masing-masing tentang masalah yang sama untuk mencapai kepuasan masing-masing. Negosiasi akan berjalan lancar jika kedua belah pihak bersedia untuk secara terbuka mengungkapkan ide dan proposisi mereka. Negosiator memiliki tujuan dan perspektif yang berbeda tentang masalah yang sama untuk mencapai tingkat kepuasan masing-masing. ada
Untuk berkomunikasi dan bernegosiasi, tentunya kita harus memperhatikan berbagai aspek. Mulailah dengan komunikasi yang jelas, informasi, persuasi, jika memungkinkan menampilkan perubahan.

Nah sama saja dengan menerapkan etika negosiasi dalam diplomasi. Tidak hanya itu, etika diplomasi pada dasarnya mencakup etika tingkah laku dan tutur kata yang harus dipatuhi oleh negosiator guna mencapai kepentingan nasional yang diajukan saat bernegosiasi.

Nailah sakilatul jannah, mahasiswi stei sebi

Pos terkait