Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Audit Internal Syariah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Audit Internal Syariah

 

Laporan keuangan merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur dan menilai kinerja suatu perusahaan. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tahun 2014, bahwa tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan, kinerja perusahaan dan arus kas yang bermanfaat bagi investor dan pihak-pihak terkait lainnya. Dalam pengambilan suatu keputusan, laporan keuangan sanagt dibutuhkan oleh pihak internal maupun eksternal, laporan keuangan ini juga dijadikan sebagai salah satu cerminan kinerja pihak manajemen dan merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen perusahaan kepada shareholder dan stakeholder.

Maka dari itu laporan keuangan harus mendapatkan legitimasi kewajaran dalam penyajiannya oleh pihak independen dalam memberikan pendapatnya juga sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Jasa audit diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna laporan keuangan atas laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen apakah telah disusun sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Auditor merupakan faktor penting dalam memastikan akuntabilitas suatu perusahaan, hal ini mendorong audit syariah agar lebih memungkinkan praktisi dan pengguna untuk menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari audit konvensional dan perspektif Islam. Dalam audit atas entitas syariah, selain pengungkapan kewajaran dalam penyajian laporan keuangan, juga diungkapkan unsur kepatuhan syariah. Kepatuhan Syariah sangat penting bagi sistem keuangan Islam karena kepatuhan Syariah menunjukkan transparansi dan integritas entitas Syariah.

BACA JUGA:  Rusia Pertimbangkan Terapkan Sistem Perbankan Syariah

Dalam hal ini, audit internal berbasis Syariah merupakan fungsi penting dalam memastikan kepatuhan Syariah di lembaga keuangan Islam, juga mendorong akuntabilitas dan transparansi sistem keuangan. Auditor internal juga berfungsi untuk membantu lembaga keuangan Islam dalam memastikan sistem pengendalian internal yang tepat dan operasi bisnis dilakukan secara efisien, efektif, dan ekonomis. Sistem audit internal yang efektif dianggap sebagai pilar yang kuat pada lembaga keuangan Islam karena membantu mengendalikan dan meminimalkan risiko keuangan dan berfungsi sebagai pengontrol internal kegiatan keuangan. Selain itu, sistem audit internal yang efektif memiliki tujuan mendasar dalam mempromosikan kepercayaan dan memperkuat kepercayaan dalam informasi keuangan. Ussahawanitchakit mengatakan bahwa suatu program audit dapat dikatakan efektif jika hasil audit sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Khalid, Badara dan Saidin juga mengemukakan bahwa sistem audit berbasis syariah yang efektif mengacu pada kapasitas dan kapabilitas auditor syariah untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dari lembaga keuangan Syariah.

Saat ini, salah satu aspek yang masih kurang diteliti adalah audit syariah. Dengan tidak adanya kerangka kerja dan standar yang tepat, hal ini dapat berpengaruh terhadap masa depan lembaga keuangan Islam. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan mendesak untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem audit internal berbasis syariah. Beberapa penelitian telah dilakukan terkait hal ini, diantaranya oleh Mihret dan Yismaw (2007), Alzeban dan Gwilliam (2014), Islam dan Bhuiyan (2021), dan Lukman Hakim (2021).

BACA JUGA:  Seberapa Pentingnya Peran Pengawasan Syariah Terhadap Lembaga Keuangan Syariah?

Mihret dan Yismaw mengungkapkan bahwa efektivitas audit internal sangat dipengaruhi oleh kualitas audit internal dan dukungan manajemen, adapun pengaturan organisasi dan atribut auditee tidak memiliki dampak yang kuat terhadap efektivitas audit. Hal ini diperkuat oleh Alzeban dan Gwilliam yang menilai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas audit internal di Arab Saudi. Hasilnya menunjukkan bahwa dukungan manajemen untuk efektivitas audit internal mendorong efektivitas yang dirasakan dari fungsi audit internal dari perspektif manajemen dan auditor internal. Dukungan manajemen tersebut adalah dengan mempekerjakan staf yang terlatih dan berpengalaman, menyediakan sumber daya yang memadai, meningkatkan hubungan dengan auditor eksternal, dan memiliki departemen audit internal yang independen.

Islam dan Bhuiyan melakukan penelitian pada Bank Umum Syariah di Bangladesh. Hasil menunjukkan bahwa otonomi, kompetensi, dan prestasi kerja auditor dapat mempengaruhi efektivitas sistem audit internal berbasis Syariah. Penelitian yang dilakukan Lukman Hakim menemukan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi efektivitas audit internal syariah ditinjau dari organisasi internal audit dalam struktur GCG, persyaratan dan proses audit internal syariah. Selain itu, efektivitas audit internal syariah juga dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari DPS, Dewan direksi dan manajemen. Faktor eksternal yang mempengaruhi efektivitas audit internal syariah adalah lembaga audit syariah, aturan hukum perbankan syariah, auditor eksternal syariah dan auditor eksternal. Efektivitas audit internal syariah juga dipengaruhi komite audit dan tata kelola. Peran komite audit dan tata kelolasebagai otoritas pengawasan di LKS. Tata kelola dan pengendalian internal untuk pendapatan tidak sesuai Syariah (PTSS) merupakan hal yang penting bagi manajemen resiko di LKS.

BACA JUGA:  Bank Muamalat Targetkan Pembiayaan Multiguna Tumbuh Tiga Kali Lipat

Dari beberapa penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem audit internal berbasis Syariah diantaranya adalah kualitas audit internal, dukungan manajemen, otonomi, kompetensi, dan prestasi kerja auditor. Selain itu, efektivitas sistem audit internal berbasi Syariah juga dipengaruhi oleh organisasi internal audit dalam struktur GCG, persyaratan dan proses audit internal Syariah, juga faktor internal dan eksternal lainnya seperti DPS, lembaga audit syariah, aturan hukum perbankan syariah, auditor eksternal syariah dan auditor eksternal, juga komite audit.

Oleh: Abdussalam (Mahasiswa STEI SEBI)

Pos terkait