Gaji UMR Mau Beli Rumah? Bisa Kok, Ini Tipsnya!

Gaji UMR Mau Beli Rumah? Bisa Kok, Ini Tipsnya!

DEPOK POS – Mempunyai rumah sendiri merupakan impian kebanyakan orang. Di sisi lain, rumah merupakan salah satu hal yang tidak mudah didapatkan mengingat harganya yang kian meroket, terlebih bagi pekerja dengan gaji UMR (Upah Minimum Regional).

Jika bukan dengan modal nekat, membeli rumah dengan gaji UMR mungkin sangat memberatkan dan perlu banyak pertimbangan. Namun menunda membeli rumah juga bukan keputusan yang tepat.

Bacaan Lainnya

Perencana Keuangan Aulia Akbar membagikan sejumlah strategi untuk para pekerja dengan gaji UMR agar bisa membeli rumah.

1. Evaluasi tujuan finansial

Perlu diingat sebelum memutuskan membeli rumah dengan pendapatan UMR adalah menentukan tujuan finansial terlebih dahulu, pastikan bahwa rumah merupakan tujuan finansial yang berada di daftar atas yang harus segera dipenuhi. Daftar tujuan finansial yang spesifik akan sangat membantu untuk menentukan target yang ingin kita capai saat mengelola uang.

BACA JUGA:  Pekerja Jatuh dari Ketinggian, Kontraktor Proyek Rumah Pompa Dianggap Lalai

“Ketika memiliki gaji UMR atau pas-pasan kita harus mengevaluasi tujuan finansial terlebih dahulu, apakah memang benar bahwa rumah saat ini adalah kebutuhan yang mendesak untuk terpenuhi, atau masih bisa ditunda,” katanya belum lama ini.

2. Perencanaan pembelian

Jika tujuan finansial telah ditentukan, maka selanjutnya yang dapat dilakukan adalah perencanaan membeli rumah. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk membeli rumah, mulai dari waktu membelinya, berapa banyak biaya yang dapat dikeluarkan, berapa pendapatan saat ini, luas tanah atau bangunan, hingga lokasi rumah yang akan dibeli.

BACA JUGA:  Laznas Dewan Dakwah Tebar Puluhan Ribu Kebaikan Hingga Penjuru Dunia

“Rencanakan dahulu, kapan ingin membelinya, berapa kisaran harga rumah yang ingin dibeli, lalu income (pendapatan) sekarang ada berapa, saat pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) jangan gunakan semua uang yang kita miliki, pastikan tenornya jangan kepanjangan mungkin saya bisa bilang maksimal 10 tahun, dan pastikan juga sesuai kemampuan,” jelasnya.

3. Menabung minimal 10 persen

Selanjutnya yang dilakukan adalah menabung dengan konsisten. Sisihkan sebagian uang setidaknya 10 persen dari total pendapatan setiap bulannya. Disarankan untuk tidak boros, gunakan uang dengan bijak dengan tidak membeli suatu keinginan melainkan kebutuhan. Dan bisa gunakan rekening khusus untuk menabung, jangan gunakan rekening yang bercampur dengan pengeluaran harian.

“Minimal 10 persen, di dalam perencanaan keuangan kalau kita bicara cash flow maka ada yang namanya nilai saving ratio. Saving ratio adalah berapa uang setiap bulan yang bisa kita alokasikan untuk menabung, saya selalu sarankan minimal 10 persen. Kalau dibawah itu berarti kita kurang menabung, dan kalau di atas itu bagus sekali,” kata Aulia Akbar.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum: Katarina Dia Disuruh Keluar Saat Penandatanganan Akta

4. Cari pendapatan tambahan

Jika gaji UMR tersebut tidak cukup untuk menabung maka Anda bisa mempertimbangkan untuk mencari penghasilan tambahan, bisa melakukan pekerjaan sampingan atau bahkan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.

“Sebisa mungkin tambah penghasilan, biar tidak begitu berat dalam hal cicilan. Dan pastikan juga saat memutuskan untuk ambil KPR, kita sudah punya dana darurat. Jadi dana darurat itu harus sudah ada bahkan sebelum kita nabung untuk DP (down payment) rumah,” ungkap Aulia. []

Pos terkait