Gelar Razia Malam Minggu, Satlantas Polres Demak Jaring 62 Motor Berknalpot Brong

MJ, Jateng – Sebanyak 62 motor terjaring razia kendaraan bermotor yang digelar Satlantas Polres Demak, sebagian besar merupakan motor modifikasi, khususnya berknalpot brong dan pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm, Sabtu (20/1/2024) malam

Razia ini digelar sebagai wujud dalam mendukung program “Jateng Zero Knalpot Brong” sekaligus respon atas banyaknya keluhan masyarakat tentang gangguan keamanan, khususnya di jalan raya

Puluhan motor tersebut didapat petugas di 2 titik operasi dan penindakan secara hunting. Yakni di Alun-alun Simpang Enam Demak dan di wilayah Kecamatan Demak Kota.

Tak hanya knalpot brong dan tidak memakai helm, pengendara yang memakai sepeda motor tidak sesuai aturan saat melintas juga tak luput dari hadangan petugas. 

BACA JUGA:  Polisi Sita 30.257 Butir Obat Terlarang dari 14 Tersangka di Tangerang, Terancam 12 Tahun Bui

Tak jarang pengendara terpaksa putar balik dan kabur sebelum melewati titik operasi, khususnya kawula muda yang tidak mengenakan kelengkapan berkendara saat melintas.

“Sasaran kami yang jelas adalah knalpot brong yang banyak dikeluhkan masyarakat saat kami menggelar Jumat Curhat di berbagai wilayah di Kabupaten Demak. Kami berikan tindakan tegas berupa penilangan kendaraan knalpot brong,” ujar Kasatlantas Polres Demak AKP Lingga Ramadhani.

BACA JUGA:  Tahun Politik, Kapolres Metro Tangerang Kota Ingatkan Masjid Bukan Tempat Berpolitik

Tidak hanya tilang, Lingga juga tak segan menahan motor di Mapolres Demak selama sebulan kedepan atau sampai proses hukum kendaraan rampung dan pemilik motor sanggup mengembalikan bentuk knalpot dan kendaraan sesuai standar pabrik.

BACA JUGA:  Kapolres Tulang Bawang Barat dan KPU Tulang Bawang Barat Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Rekapitulasi Tingkat Kabupaten

Jika masih terjaring kembali di kemudian hari, pihaknya tak segan memperpanjang masa penahanan. Cara ini ditempuh sebagai efek jera atas perbuatan pelanggar peraturan lalu lintas yang mengganggu ketertiban umum.

“Kami akan edukasi dan lakukan penahanan selama sebulan sebagai efek jera. Dan nanti bisa diambil lagi dengan membawa knalpot dan ban standar,” pungkasnya.

Pos terkait