Genosida Berlanjut, Israel Bantai Kamp Pengungsi, 24 Tewas

PALESTINA – Setidaknya 24 orang tewas di wilayah Deir el-Balah di Gaza ketika pasukan Israel menembaki sebuah kamp pengungsi di mana para pengungsi yang kebanyakan wanita dan anak-anak serta lansia tinggal.

Dilaporkan Aljazeera, serangan tentara penjajah Israel terhadap rumah yang menampung warga Palestina yang mengungsi menewaskan sedikitnya 24 orang di Deir el-Balah, Gaza.

Bacaan Lainnya

Perwakilan UNRWA mengatakan mereka tidak bisa lagi menyediakan layanan di Gaza utara, dengan alasan kurangnya staf dan “runtuhnya tatanan sosial” di tengah serangan Israel terhadap warga sipil dan pembatasan akses bantuan pangan yang telah menyebabkan penduduk kelaparan.

BACA JUGA:  MUI: Serangan Israel di Masjid Al Aqsa Rusak Prinsip HAM

Sementara di Tepi Barat, setidaknya sembilan warga Palestina telah ditahan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki semalam.

Serangan Israel berlanjut di seluruh wilayah. Di Masafer Yatta, di selatan Hebron Hills, pasukan Israel terekam sedang memukuli seorang aktivis.

Setidaknya 29.606 warga Palestina tewas dan 69.737 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober. Revisi jumlah korban tewas di Israel akibat serangan 7 Oktober mencapai 1.139 orang.

BACA JUGA:  Update Korban Perang Palestina-Israel (Senin, 30/10)

Dunia hanya bisa menyaksikan

PBB telah memperingatkan meningkatnya risiko kelaparan dan badan bantuan utamanya untuk warga Palestina, UNWRA, sangat membutuhkan sumber daya karena warga Palestina di Gaza berada dalam bahaya ekstrem sementara dunia terus menyaksikannya.

Rekaman yang dibagikan oleh kantor berita AFP menunjukkan orang-orang yang putus asa mengantri untuk mendapatkan makanan di wilayah utara yang hancur pada hari Jumat dan melakukan protes yang mengecam kondisi kehidupan mereka.

“Lihat, kami saling berebut beras,” kata warga Jabalia, Ahmad Atef Safi. “Ke mana kita harus pergi?”

BACA JUGA:  Jurnalis di Gaza: Setiap Detik Adalah Kematian

“Kami tidak mempunyai air, tidak ada tepung dan kami sangat lelah karena kelaparan. Punggung dan mata kami sakit karena api dan asap,” kata Oum Wajdi Salha, salah satu warga Jabalia.

“Kami tidak dapat berdiri sendiri karena kelaparan dan kekurangan makanan.”

Dalam pernyataan Jumat malam di X, badan kemanusiaan PBB OCHA mengatakan: “Tanpa pasokan makanan dan air yang memadai, serta layanan kesehatan dan gizi, peningkatan risiko kelaparan di #Gaza diperkirakan akan meningkat.”

Pos terkait