Habiskan Rp. 109 Miliar, Fly Over Megah di Jawa Tengah Di Harapkan Bakal Atasi Kemacetan

MJ, Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah punya fly over megah yang dapat mengurangi kemacetan lalu lintas.

Selain dapat mengurangi kemacetan, fly over juga berfungsi untuk mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan efisiensi perjalanan dan membantu melewati hambatan seperti sungai atau rel kereta api.

Pembangunan fly over megah ini juga merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi di persimpangan kereta api selama bertahun-tahun.

BACA JUGA:  Neraca Perdagangan Bulan November 2023 Surplus USD 2,41 Miliar

Fly over megah yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 109,03 miliar di Jawa Tengah ini telah diresmikan pada 13 Oktober 2022 oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar .

Dikutip jatengprov.go.id, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jateng Hanung Triyono(pekan Kemarin, awal Januari 2024) menjelaskan, ada sembilan fly over dan underpass megah yang telah diinisiasi oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

BACA JUGA:  Krisis Air Bersih di Makassar, Warga Keluhkan Pembagian Air PDAM yang Tak Merata

Salah satunya adalah Fly over Ganefo yang dibangun di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Fly over Ganefo yang dibangun di Mranggen, Kabupaten Demak memiliki panjang 1,3 km, melintas di atas jalur kereta api.

Proyek pembangunan Fly over Ganefo tersebut dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero)-PT Heroni Karya Semesta KSO dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2020,2021 dan 2022.

BACA JUGA:  Resmi Diusung PKS Jadi Capres 2024, Ini Kata Anies Baswedan

Proses pengerjaan proyek pembangunan fly over ini dimulai pada 8 Oktober 2020 dan rampung pada 22 September 2022.

Sampai saat ini Fly over Ganefo telah berdiri kokoh dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar, terutama bagi pengendara jalan yang ingin melintas.

Serta dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di jalur kereta api yang kerap terjadi saat berangkat dan pulang kerja serta untuk Kelancaran Sarana Perputaran ekonomi yang ada.

Pos terkait