Hasil Sementara Pemilu 2024: Persaingan Ketat Antara Paslon Utama di DKI Jakarta

MJ, Jakarta – Dalam suasana tegang menjelang pengumuman hasil resmi Pemilu 2024, DKI Jakarta menjadi sorotan utama dengan perolehan suara yang semakin ketat antara kedua pasangan utama, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Menurut data terbaru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 19 Februari 2024, hasil real count mencapai 66,64 persen dari total 30.766 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di DKI Jakarta.

Pasangan Amin berhasil mengumpulkan 40,92 persen suara, sedangkan pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan 41,09 persen suara dari total yang telah terhitung di Sistem Rekapitulasi Suara (Sirekap).

BACA JUGA:  Kapolri Hadiri Pameran Seni Rupa dan Pentas Musik di Yogyakarta

Meskipun pasangan Amin mampu meraih suara signifikan di DKI Jakarta, mereka masih berada di posisi kedua secara nasional dengan perolehan suara sekitar 24,48 persen atau sekitar 21 juta suara.

Pasangan Prabowo-Gibran tetap memimpin secara nasional dengan perolehan suara tertinggi, yakni 57,95 persen atau sekitar 49.747.461 suara dari total 823.236 TPS di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Kepala BPN Jaktim Penuhi Panggilan KPK

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, hanya berhasil meraih 17,98 persen suara atau sebanyak 558.490 suara di DKI Jakarta. Perolehan suara ini menegaskan bahwa persaingan antara kedua paslon utama sangat ketat, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Penghitungan suara oleh KPU telah dimulai sejak 14 Februari melalui aplikasi Sirekap untuk menghimpun data perolehan suara dari seluruh TPS di Indonesia.

Namun, beberapa kejanggalan terjadi dalam Sirekap Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 karena adanya perbedaan antara jumlah total suara partai dengan akumulasi suara masing-masing caleg.

BACA JUGA:  DEEP Dorong KPU Transparan soal Verifikasi Faktual Parpol

Dalam proses selanjutnya, KPU akan melakukan penghitungan suara secara manual secara bertingkat, dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga tingkat nasional.

Hasil suara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU diharapkan dapat mengungkapkan secara jelas pemenang dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden periode mendatang. Semua pihak diharapkan dapat menjaga kondusifitas dan menghormati proses demokrasi yang berlangsung.

Pos terkait