Hepatitis B dapat Menular dari Ibu ke Anak? Yuk, Kenali Pencegahannya

Hepatitis B dapat Menular dari Ibu ke Anak? Yuk, Kenali Pencegahannya

DEPOK POS – Menurut Kemenkes RI, hepatitis B adalah penyakit pada hati yang diakibatkan oleh Virus Hepatitis B (VHB). Virus tersebut dapat mengakibatkan peradangan hati akut yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati, yaitu kondisi ketika organ hati tidak dapat berfungsi dengan normal. Penyakit hepatitis B dapat menyerang siapa pun tanpa melihat gender, umur, dan ras. Penyakit hepatitis B dapat ditularkan lewat hubungan seks, pemakaian jarum suntik berulang, serta transfusi darah yang mengandung virus hepatitis B. Tidak hanya itu, ibu hamil, kelompok yang rentan terkena hepatitis B, juga dapat menularkan kepada anaknya.

Menurut data World Health Organization (WHO), infeksi kronik hepatitis B telah menyerang 296 juta penduduk dunia pada tahun 2021. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat sekitar 1,5 juta kasus tambahan hepatitis B setiap tahunnya, dengan kasus kematian akibat penyakit hepatitis B di tahun 2019 sebanyak 820.000 kasus. Sementara itu, berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), kasus hepatitis B di Indonesia pada tahun 2018 telah mencapai 0,4%, dengan 30.965 penderitanya merupakan ibu hamil.

Dampak Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Penyakit hepatitis B yang diderita oleh ibu hamil dapat ditularkan ke anaknya. Hepatitis B pada ibu hamil juga menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan, seperti ketuban pecah sebelum waktunya dan kemungkinan pendarahan saat kehamilan. Selain itu, hepatitis B juga dapat menyebabkan berat badan bayi yang rendah saat dilahirkan (dibawah 2500 gram). BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) menyebabkan risiko kematian 35 kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang dilahirkan dengan berat badan normal dan dapat menyebabkan lambatnya tumbuh kembang anak dan kecerdasan intelektual anak yang rendah.

BACA JUGA:  Bun! Ajari Ini Agar Anak Pintar Pilih Jajanan

Pencegahan Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Penularan hepatitis B dari ibu ke anak masih menjadi permasalahan karena kurangnya kesadaran masyarakat, termasuk ibu hamil, mengenai pentingnya melakukan pencegahan terhadap hepatitis B. Lalu, bagaimana cara pencegahan penularan hepatitis B dari ibu hamil ke anaknya? Yuk, simak penjelasan berikut!

Deteksi Dini

Deteksi dini hepatitis B menjadi langkah awal untuk mengetahui apakah ibu hamil menderita penyakit hepatitis B. Deteksi dini penyakit hepatitis B direkomendasikan kepada seluruh ibu hamil walaupun telah menjalani vaksinasi hepatitis B. Deteksi dini hepatitis B biasanya dilakukan pada trimester pertama kehamilan.

Pemberian Vaksinasi Hepatitis B Untuk Ibu Hamil

Vaksinasi hepatitis B diberikan kepada ibu hamil yang terdeteksi negatif hepatitis B, serta belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B sebelumnya. Ibu yang belum pernah diberikan vaksinasi hepatitis B disarankan untuk melakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan agar dapat diberikan vaksin hepatitis B sebagai upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari penyebaran virus hepatitis B.

BACA JUGA:  SIAP-kah Kita Melangkah Bersama Untuk Cegah Anemia?

Pemberian Obat Antivirus Hepatitis B kepada Ibu Hamil

Pencegahan penularan hepatitis B pada masa kehamilan dan persalinan sangat penting dilakukan agar ibu hamil dan anaknya terhindar dari virus hepatitis B. Pemberian obat antivirus hepatitis B selama masa kehamilan ditujukan bagi ibu yang terdeteksi positif hepatitis B. Dengan begitu, pemberian obat antivirus hepatitis B dapat menekan serta mengurangi kecepatan penularan hepatitis B dari ibu ke anak.

Pengobatan antivirus hepatitis B yang biasa digunakan adalah lamivudin, telbivudin, dan tenofovir. Namun, diantara ketiga jenis obat antivirus tersebut, tenofovir merupakan obat antivirus yang lebih diutamakan penggunaannya. Pemberian obat antivirus tenofovir diberikan kepada ibu hamil saat usia kandungannya 28 minggu.

Pemberian Vaksinasi Hepatitis B untuk Anak

Meskipun beberapa pencegahan hepatitis B ditujukan kepada ibu hamil, tetapi vaksinasi hepatitis B untuk anak juga merupakan hal yang penting dalam rangka pencegahan penularan hepatitis B dari ibu ke anak. Jika ibu hamil terdeteksi positif hepatitis B, maka anak yang dilahirkannya harus diberikan vaksinasi Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) dan vaksinasi kombinasi selama kurun waktu 12 jam setelah dilahirkan. Dosis kedua vaksin hepatitis B dapat diberikan 1-2 bulan setelahnya. Kemudian, dosis ketiga juga diberikan saat anak berusia 6 bulan.

BACA JUGA:  ASI Berkualitas untuk SDM Cerdas

Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati akut yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati, yaitu kondisi ketika organ hati tidak dapat berfungsi dengan normal. Menurut data Riskesdas tahun 2018, kasus hepatitis B di Indonesia telah mencapai 0,4%, dengan 30.965 penderitanya merupakan ibu hamil. Berdasarkan data tersebut dapat terlihat bahwa ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan terkena hepatitis B. Kurangnya kesadaran ibu hamil terkait hepatitis B merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus hepatitis B pada ibu hamil.

Pencegahan penularan hepatitis B dari ibu ke anaknya dapat dilakukan dengan deteksi dini, pemberian vaksinasi dan obat antivirus hepatitis B untuk ibu hamil, serta pemberian vaksinasi hepatitis B untuk anak. Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan ibu hamil dapat menyadari betapa bahayanya hepatitis B dan mengetahui cara-cara pencegahan penularan hepatitis B. Selain itu, diharapkan juga dapat membantu menurunkan angka penyakit hepatitis B pada ibu hamil.

Eni Istita, Sasqia Rizqiana
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Pos terkait