Hubungan Aktivitas Fisik dan Pencegahan Hipertensi pada Usia Dewasa

DEPOKPOS – Hipertensi atau tekanan darah tinggi mengacu pada peningkatan tekanan darah sistolik di atas batas normal 140 mmHg dan peningkatan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg (WHO, 2013). Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang naik lebih tinggi dari normal, meningkatkan morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian).

Sekitar 1,13 miliar orang di dunia inni menderita hipertensi, yang artinya pada tahun 2015, satu dari tiga orang di dunia didiagnosis menderita penyakit hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 1,5 miliar orang yang mengidap hipertensi, dan diperkirakan 10,44 juta orang meninggal setiap tahun akibat hipertensi dan komplikasinya (Kemenkes, 2019).  Hipertensi merupakan penyakit tidak menular, hipertensi juga dikenal sebagai silent killer karena sulit dideteksi karena tidak ada tanda/gejala spesifik dari hipertensi.

WHO menyebutkan bahwa masa dewasa (adulthood) adalah usia produktif, yaitu usia 20-60 tahun. Orang dengan hipertensi cenderung lebih tinggi pada orang dewasa muda daripada orang tua pada waktu itu.

BACA JUGA:  5 Tips Cegah Penyakit Hepatitis

Perkembangan teknologi terkini menawarkan berbagai kemudahan, salah satunya adalah kemudahan beraktivitas . Tekanan darah tinggi pada dewasa muda sebagian besar bersifat genetik, selain itu disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup baru ini membentuk kebiasaan buruk yaitu menurunnya minat berolahraga. Oleh karena itu aktivitas fisik secara perlahan mulai berkurang dari kehidupan sehari-hari, kurang olahraga menyebabkan gagal jantung, pengerasan pembuluh darah, gangguan peredaran darah dan obesitas. Faktor-faktor tersebut merupakan akar penyebab terjadinya tekanan darah tinggi.

Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik dimana diartikan secara luas sebagai gerakan sehari-hari, pekerjaan, aktivitas santai dan gerakan aktif. Aktivitas fisik yang dilakuan pada setiap gerakan tubuh akan dihasilkan dari kerja otot rangka yang meningkatkan energi dan pengeluaran energi. Kegiatan ini meliputi kegiatan yang dilakukan di sekolah, rumah, lingkungan dan di tempat kerja.

Aktivitas yang menunjukkan intervensi latihan aerobik terstruktur dari 3 sesi per minggu, durasi 60 menit, dan intensitas latihan 60-80% dari kapasitas latihan aerobik yang ditentukan oleh respons detak jantung selama prosedur ini. Dosis minimum terjadinya perubahan positif pada kesehatan jantung dianggap 40 menit dengan intensitas sedang tiga kali seminggu. Olahraga dan aktivitas fisik direkomendasikan sebagai intervensi utama untuk mencegah hipertensi pada dewasa muda. Aktivitas seperti bersepeda, joging, dan aerobik teratur dapat mempelancar aliran darah, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah

BACA JUGA:  Ini Daftar Ramen Halal di Indonesia, Jangan Salah Pilih!

Kebugaran secara signifikan dapat mengurangi perkembangan tekanan darah tinggi. Meskipun tidak berkaitan dengan adanya interaksi antara aktivitas fisik dan kebugaran, aktivitas fisik hanya signifikan terhadap perkembangan hipertensi pada kategori kebugaran tinggi. Tingkat kebugaran tubuh yang tinggi dapat dicapai melalui perubahan gaya hidup seperti membiasakan diri melakukan aktivitas berat.

Dumith, et al (2019) menunjukkan bahwa kebugaran dan aktivitas berbanding terbalik dengan perkembangan hipertensi selama periode 20 tahun. Kebugaran tubuh yang lebih baik dapat mencegah lebih banyak kasus tekanan darah tinggi. Penelitian ini searah dengan Rezky (2020) yang menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat menurunkan tekanan darah. Aktivitas fisik berupa latihan aerobik, latihan ketahanan atau resistance dan fleksibilitas dapat meningkatkan kondisi fisik. Olahraga teratur harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari untuk mencegah tekanan darah tinggi

BACA JUGA:  Ngopi Santai Sambil Nikmati Musik Piringan Hitam di Emily Listening Space

Aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Aktivitas fisik dapat mencegah dan melindungi dari risiko dan perkembangan tekanan darah tinggi pada dewasa muda. Beberapa jenis olahraga yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi antara lain aktivitas fisik berat dibandingkan aktivitas fisik ringan dan sedang. Aktivitas fisik yang kuat melindungi dari tekanan darah tinggi dan penyakit kronis lainnya, sementara sedikit olahraga melindungi dari stres dan baik untuk kesehatan mental. Jumlah waktu berolahraga atau aktivitas fisik yang disarankan untuk mencegah tekanan darah tinggi adalah minimal 150 menit/minggu, dibagi menjadi minimal 5 hari dalam seminggu. Setidaknya berolahraga minimal 10 menit secara terus menerus dapat mencegah tekanan darah tinggi.

Rizqi Nurul Zahra
Mahasiswi Prodi Keperawatan Universitas Binawan

Pos terkait