IBH Jelaskan Enam Program Quick Win Menuju Depok Smart City

IBH Jelaskan Enam Program Quick Win Menuju Depok Smart City

DEPOK POS – Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Depok telah merumuskan enam program unggulan untuk setiap dimensi Smart City. Program ini dipaparkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) selaku Pemerintah Pusat di kegiatan Evaluasi Menuju Smart City atau Kota Cerdas pada Rabu (05/10/22) sore.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan (IBH), Pemkot Depok sudah menetapkan enam program Quick Win yang diambil dari masing-masing dimensi. Seperti Smart Governance dengan nama program Easy Tax.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  15 Pemain Perkuat Tim Futsal Putri Depok di Porprov Jabar XIV

Easy tax ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya Wajib Pajak (WP) yang terdaftar akan mendapatkan reduksi berupa potongan pajak yang tadinya 10 persen menjadi tujuh persen.

Selanjutnya, dimensi Smart Living dengan program Picodep atau Pusat Informasi Covid-19 Depok.

“Dengan adanya Picodep, Pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mampu melakukan pendataan secara efektif terhadap Covid-19 di Kota Depok,” kata IBH, usai kegiatan Evaluasi Menuju Smart City yang digelar secara virtual, di Ruang D’Cor, Balai Kota Depok.

BACA JUGA:  Walkot Depok Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Relokasi SDN Pondok Cina 01

Selanjutnya, Smart Enviroment dengan program Zero Waste yang mengunggulkan program jemput sampah organik serta penyetoran minyak jelantah. Ada pula, dimensi Smart Economi dengan program Decomart.

“Program ini merangkul dan mengoptimalkan koperasi, juga bisa menggairahkan ekonomi. Dimensi selanjutnya, yaitu Smart Society dengan program Ayah Bunda, yang baru ada di Kota Depok,” tutur Bang Imam.

Terakhir, sambung dia, dimensi Smart Branding dengan program City Tour dengan Perangkat Daerah yang terlibat yaitu Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata).

BACA JUGA:  Istri Ridwan Kamil Bedah Rumah di Kelurahan Depok

“Branding ini diharapkan mampu meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam melakukan penggalian potensi yang ada di Kota Depok,” terangnya.

“Kendati demikian, dalam paparan terdapat ketidaksesuaian data. Misalnya data kependudukan siswa wajib sekolah, yang mana seharusnya angka di Kota Depok lebih tinggi, itu akan kami lengkapi dalam waktu dekat agar nilainya lebih baik. Maka kami akan jalin koordinasi dengan Perangkat Daerah (PD) terkait,” tutup Imam. []

Pos terkait