Idul Adha: Momentum Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat

Idul Adha: Momentum Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat

MJ. Jakarta – Idul Adha, salah satu hari raya dalam agama Islam, merupakan momentum penting bagi umat Muslim untuk memperingati peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim, sebagai wujud kepatuhan kepada Allah SWT, bersedia mengorbankan putranya Isma’il, namun Allah menggantikan Isma’il dengan seekor domba.

Untuk memperingati peristiwa ini, umat Muslim di seluruh dunia menyembelih hewan ternak sebagai bentuk ibadah dan berbagi.

Di Indonesia, momentum kurban dilaksanakan di berbagai tempat ibadah seperti masjid dan musholla. Salah satunya adalah Musholla Jami’atul Quro yang berada di Jalan Lagoa Terusan III D1, Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara. Pada hari Idul Adha, suasana di musholla ini begitu meriah dengan aktivitas pemotongan hewan kurban.

BACA JUGA:  "PT Apical Sajikan Kebahagiaan dalam Acara Berbuka Puasa Bersama Warga Kampung Pitung"

Pada hari H pelaksanaan pemotongan hewan kurban, awak media Majalah Jakarta berkesempatan untuk meliput kegiatan ini. Sekitar 30 orang masyarakat berkumpul dan bekerja sama merapikan potongan hewan kurban di pelataran musholla.

Dalam kesempatan tersebut, tim MJ.id berbincang dengan Dadang Munandar (50), seorang warga berdarah Pandeglang, Banten, yang berprofesi sebagai driver trailer dan menjabat sebagai Ketua Musholla Jami’atul Quro periode 2022-2025.

“Momentum Lebaran Idul Adha atau yang sering disebut lebaran Haji adalah saat yang sangat berharga bagi seluruh umat Muslim di Nusantara. Pada momentum ini, kita bisa berbagi kebahagiaan dengan cara membagikan daging kurban kepada seluruh warga Jalan Lagoa Terusan III D1 tanpa terkecuali,” ujar Dadang. 17/6/2024

BACA JUGA:  Idris: Tolak Serangan Fajar Saat Pemilu

Beliau juga menjelaskan bahwa musholla memiliki program tabungan hewan kurban yang diikuti oleh warga. Setiap bulan, warga menyisihkan sebagian uang mereka untuk ditabung dan pada hari Idul Adha, tabungan tersebut digunakan untuk membeli hewan kurban.

“Tahun ini, kami berhasil mengumpulkan dana dari tujuh orang warga yang ikut dalam program tabungan kurban dan membeli satu ekor sapi,” tambahnya.

Selain program tabungan kurban, musholla juga menerima dan menyalurkan hewan kurban dari masyarakat yang ingin berkurban. Tahun lalu, Musholla Jami’atul Quro menerima sumbangan 19 ekor kambing, dua ekor sapi dari program tabungan, dan satu ekor sapi dari warga. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang didapatkan sedikit menurun, yaitu satu ekor sapi hasil dari tabungan warga, satu ekor sapi dari sumbangan warga, dan dua ekor kambing.

BACA JUGA:  Mahasiswa Universitas Taruma Negara Salurkan Sembako ke Warga Kalideres Jakarta Barat

Perbedaan signifikan dalam jumlah hewan kurban dibandingkan tahun lalu dikarenakan oleh kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako).

“Perekonomian masyarakat sedang lemah. Masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari daripada membeli hewan kurban,” jelas Dadang dengan logat khas Sunda Pandeglang.

Di lokasi yang sama, tim MJ.id juga berbincang dengan Agus Muslim (47), selaku panitia kurban di musholla tersebut.

“Hewan kurban yang ada di Musholla kami ini murni hasil dari sumbangan masyarakat, bukan dari perusahaan swasta, BUMD, ataupun pemerintah. Kami berharap ke depannya bisa mendapatkan bantuan juga dari instansi pemerintah atau swasta,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Pos terkait