Iman dan Kesehatan Mental

DEPOKPOS – Jika kita berbicara tentang kesehatan, tentunya ada berbagai macam kesehatan yang perlu kita ketahui salah satunya adalah kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan kondisi individu yang berkembang meliputi semua aspek seperti fisik, emosional, serta intelektual yang selaras dengan perkembangan aspek pada individu lainnya, agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya . Seperti yang tertera pada WHO (The World Health Organization) yang berpendapat bahwa kesehatan mental merupakan kesejahteraan jiwa yang dapat mengatasi tekanan dalan kehidupan yang normal serta dapat bekerja secara produktif dan mampu berkontribusi dalam suatu organisasi. Artinya, setiap individu memiliki kemampuan mengintervensi diri agar dapat bersatu dengan keberlangsungan hidupnya.

Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa adanya tingkat gangguan pada kesehatan mental yang terdapat dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, menunjukkan bahwa dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. Hal tersebut mengungkapkan bahwa perlunya penanganan serta edukasi untuk mencegah serta meminimalisir ganggguan tersebut. Dengan demikian, masih banyak sekali stigma yang berfikir bahwa gangguan jiwa disebabkan karena individu yang memiliki iman rendah. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai kebenaran antara hubungan keduanya sehingga kita semua tidak keliru dalam mengartikan hal yang berhubungan dengan keimanan. Lalu, apakah ada hubungan bagi individu yang memiliki gangguan mental disebabkan oleh iman yang rendah? Yuk, sama-sama kita simak pembahasan berikut ini.

BACA JUGA:  Hijab Syar'i: Antara Trend dan Makna

. Banyak dari kita yang telah melewati pengalaman tersulit dalam hidup dengan diiringi keseimbangan spiritual, artinya kegiatan spiritual yang kita lakukan memberikan kebermanfaatan dalam menjaga kesehatan mental serta saat masa pemulihan. Meskipun begitu, kesehatan mental tidak selalu disebabkan oleh tingkat keimanan individu. Ada berbagai macam faktor lainnya yang dapat memberikan hal positif maupun negative ketika individu sedang menghadapi tekanan yang dapat menyebabkan cemas, stress, depresi serta gangguan mental lain dalam masa hidupnya. Hal tersebut memberikan pandangan bahwa segala hal yang kita lakukan memang dapat berhubungan dengan spiritual. Dari berbagai macam gangguan mental yang kita ketahui, kita dapat ambil contoh gangguan kecemasan. Saat individu mengalami gangguan tersebut, individu cendurung akan merasakan gelisah dan kemurungan yang membuat dirinya tidak nyaman. Namun, agama sebagai terapi kesehatan mental dalam islam menunjukkan dengan jelas dalam ayat-ayat Al-Quran, Sebagaimana pada firman Allah Swt QS Ar-Ra’d ayat 28 :

BACA JUGA:  Mendapatkan Keberkahan di Bulan Ramadhan

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Ayat diatas menjelaskan bahwa, meskipun tidak selalu, apabila setiap dari kita menyertakan agama maka dapat membuat hidup kita tentram dan mempunyai energy untuk menghadapi masa sulit. Adapun beberapa alternatif yang dapat menjadi penawar semasa kita menjalani hidup salah satunya adalah berwudhu dan berdzikir. Rafi’udin dan Alim Zainudin berpendapat bahwa wudhu memiliki pengaruh fisiologis, dikarenakan ketika kita membasuh bagian tubuh sebanyak 5 kali sehari, maka hal tersebut akan meredakan ketegangan fisik dan psikis dalam diri kita . Dengan demikian, dengan sabda Rasulullah saw. tentang dzikir yakni : “Tidaklah suatu kelompok yang duduk berzikir melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat. Mereka mendapat limpahan rahmat dan mencapai ketenangan. Dan Allah swt akan mengingat mereka dari seseorang yang diterima di sisi-Nya” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

BACA JUGA:  Tak Langsung Diharamkan, Ini Tahapan Larangan Riba dalam Al-Qur'an

Keduanya menggambarkan hubungan antara keimanan individu sebaai penawar rasa sakit dalam permasalahan kesehatan mental pada diri individu. Dengan demikian dapat sama-sama kita ketahui bahwa keimanan individu dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Meskipun begitu, hal tersebut bukanlah satu-satunya hal yang dapat kita lakukan ketika mengalami gangguan pada kesehatan mental. Tentunya, aka nada banyak penawar lainnya yang dapat mendukung masa pemulihan seperti ahli medis, psikolog serta psikiater, agar kedepannya hal tersebut dapat diatasi dengan professional dan mempermudah kita menjalani masa pemulihan.

Muhammad Rafi Oktanafis
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pos terkait