Ini Parpol yang Lolos DPR RI Versi Quick Count

JAKARTA – Dengan perolehan suara sementara di atas 70 persen, tiga lembaga survei misalnya telah mencatatkan delapan hingga sembilan partai politik bakal melenggang ke DPR RI pada 2024 ini.

Seperti diketahui, sejumlah lembaga survei telah merilis hasil quick count atau hitung cepat Pemilu 2024

Bacaan Lainnya

Adapun syarat parpol dapat lolos ke Parlemen apabila mereka berhasil melampaui ambang batas parlemen alias parliamentary threshold sebesar 4 persen.

BACA JUGA:  Kaesang Unggah Foto Kampanye di Masa Tenang, Bawaslu Berani Sanksi?

Pertama, Charta Politika merilis hasil quick count alias hitung cepat Pileg 2024 dengan perolehan suara 91,40 persen per Kamis (15/2) pukul 07.16 WIB. Berdasarkan hasil hitung cepat Charta, terdapat sembilan parpol yang lolos ke Parlemen.

Disesuaikan dengan urutan, mereka yakni PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, PKS, Partai NasDem, Partai Demokrat, PAN, dan PPP. Jumlah parpol tersebut sama seperti dengan Pileg 2019, hanya saja urutan perolehan suaranya yang berbeda.

BACA JUGA:  Bunda Elly Dipastikan Melenggang, Pradi Optimis Masuk DPRD Jabar

Kedua, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang tak jauh berbeda. Data per Kamis (15/2) pukul 06.49 WIB dengan 79,10 persen suara yang masuk, hanya delapan parpol yang lolos ke Parlemen. Sebab PPP masih berada di 3,78 persen suara.

Urutan perolehan tertinggi ke terendah pun juga berbeda dengan Charta. LSI mencatatkan PDIP paling unggul, disusul Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, Partai NasDem, PKS, Partai Demokrat, dan PAN.

Ketiga, Poltracking Indonesia dengan perolehan suara yang masuk sebesar 70,77 persen per Kamis (15/2) pukul 06.11 WIB. Hasilnya juga masih delapan parpol yang lolos ke parlemen lantaran suara PPP masih berada di 3,59 persen.

BACA JUGA:  Hasto: PDIP Siap Jadi Oposisi Pemerintah!

Urutan parpolnya pun senada dengan LSI, yakni PDIP paling teratas, disusul Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, Partai NasDem, PKS, Partai Demokrat, dan PAN.

Namun yang perlu diingat, hasil hitung cepat berasal dari survei dan bukan hasil perhitungan resmi. Jumlah suara resmi tetap menunggu perhitungan suara manual oleh KPU.

Pos terkait