Inilah Jenis-Jenis Lemak yang Harus Anda Ketahui

DEPOK POS – Makanan menjadi salah satu kebutuhan manusia untuk bisa mendapatkan energi bagi tubuh. Akan tetapi, makanan bisa menjadi permasalahan tersendiri jika kita tidak memilih makanan dengan gizi yang seimbang, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak.

Lemak adalah sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam menjalankan aktivitas sehari hari. Kata lemak mungkin akan dihindari bagi sebagian orang, terutama bagi orang yang sedang berdiet. Tetapi, ada juga yang memang suka dengan makanan-makanan berlemak tanpa mempertimbangkan jumlahnya. Walaupun begitu, kita harus tetap mengonsumsi lemak dengan kadar yang seimbang agar cadangan makanan di tubuh kita tetap tersedia.

Berikut jenis-jenis lemak yang dibutuhkan oleh tubuh :

Asam lemak jenuh

Asam lemak jenuh dapat ditemukan terutama pada bahan makanan yang berasal dari hewani, seperti daging, keju, susu, dan es krim. Selain itu, ada juga yang berasal dari ayam atau bebek, ikan, dan kerang-kerangan, tetapi bahan makanan tersebut lebih sedikit mengandung lemak jenuh daripada daging. Asam lemak jenuh juga sering kita temui pada jenis minyak tertentu, yaitu minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan minyak jelantah.

BACA JUGA:  Dampak Negatif Nonton Video Mukbang

Dampak yang dapat dirasakan dari asam lemak jenuh yaitu meningkatnya kadar kolesterol total dan K-LDL (kolestrol LDL). Pada hasil studi epidemiologi juga mendapati bahwa makanan dengan kandungan lemak yang tinggi dapat menyebabkan kanker usus dan kanker payudara. Dalam sehari untuk mengonsumsi lemak total maksimal yang dianjurkan adalah 30% dari energi total.

Asam Lemak Trans

Asam lemak trans merupakan salah satu asam lemak yang berbahaya. Asam lemak trans memiliki pengaruh buruk, yaitu dapat meningkatkan kadar K-LDL (kolesterol LDL), menurunkan HDL (High Density Lipoprotein) dan memiliki pengaruh yang buruk untuk kesehatan seperti penyakit kanker, jantung, diabetes, dan kegemukan. Mengonsumsi asam lemak trans secara berlebihan juga akan menghalangi metabolisme asam lemak omega 3 dan asam lemak esensial terutama bagi ibu hamil karena dapat memengaruhi perkembangan janin.

BACA JUGA:  Ketergantungan Narkoba Ternyata bisa Kambuh Walau Sudah Berhenti

Asam lemak trans dapat ditemukan pada margarin, shortening, HVO (Hydrotreated Vegetable Oil), makanan gorengan, kentang goreng, dan ada juga dari produk-produk seperti keripik, biskuit, kue kering, dan crackers. Dampak dari asam lemak trans dapat dilihat dari kadar konsumsinya, berbahaya jika pada kadar tinggi sebesar diatas 6% dari energi total, sedangkan pada kadar sedang sebesar 4,5 % dan kadar rendah sebesar 2% dari energi total, tidak berbahaya apabila dikonsumsi bersama-sama dengan asam lemak tak jenuh ganda.

Asam Lemak Tak Jenuh

Asam lemak tak jenuh dapat dibagi menjadi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.

Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal

Asam lemak tak jenuh tunggal dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan kadar K-HDL (High Density Lipoprotein). Asam lemak tak jenuh tunggal dapat ditemukan pada minyak zaitun, kanola, minyak biji kapas, minyak kacang tanah, dan minyak kedelai.

Asam Lemak Tak Jenuh Ganda

BACA JUGA:  Cacar Monyet, Semua yang Perlu Anda Ketahui

Asam lemak tak jenuh ganda sering ditemukan di minyak ikan, makanan berbahan nabati seperti jagung, saflower, kacang kedelai, dan yang menjadi sumber alami yaitu biji-bijan dan kacang-kacangan. Asam lemak tak jenuh ganda dapat bermanfaat dalam transpor dan metabolisme lemak, fungsi imun, mempertahankan fungsi dan integritas membran sel, serta menurunkan kadar kolesterol. Tetapi, ada pengaruh buruknya juga yaitu dapat menurunkan kadar HDL dalam darah. Omega 3 dan omega 6 (asam linoleat) merupakan contoh dari asam lemak tak jenuh ganda yang sering dijumpai pada minyak ikan dan minyak sayur.

Itulah beberapa jenis lemak serta sumber dan dampak buruk dan baiknya. Lalu, dengan kita mengetahui jenis lemak tersebut, sebaiknya kita bisa memilih makanan dengan kandungan lemak baik. Kalian harus mengonsumsi lemak dengan memperhatikan jumlahnya. Dengan demikian, kalian akan tetap mendapat cadangan makanan yang baik bagi tubuh sekaligus dapat mencegah terserang penyakit tertentu.

Nimas Ayu Pratiwi
Universitas Binawan

Pos terkait