INOV Kembangkan Sistem Rantai Nilai Sampah Plastik Berkesinambungan

INOV ini terus giat berekspansi membangun fasilitas pencucian untuk mengumpulkan sampah plastik di berbagai kota di seantero Indonesia.

DEPOKPOS – Mengetahui bahwa ada banyak kota di Indonesia yang belum memiliki fasilitas daur ulang, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) terus mengembangkan sistem rantai nilai sampah plastik yang berkesinambungan. Untuk itu, INOV ini terus giat berekspansi membangun fasilitas pencucian untuk mengumpulkan sampah plastik di berbagai kota di seantero Indonesia.

Sebagai emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), INOV sangat menyadari pentingnya mengamankan bahan baku dengan membangun rantai nilai yang berkelanjutan untuk limbah plastik.

BACA JUGA:  TelkomGroup Beri Pelatihan TIK Penyandang Disabilitas

“Mengamankan ketersediaan bahan baku merupakan hal yang sangat krusial bagi kelangsungan bisnis INOV. Jadi, ekspansi yang terus giat kita lakukan ini merupakan bagian dari strategi untuk mengamankan keberlangsungan bisnis daur ulang limbah PET yang digeluti Perseroan,” kata Direktur INOV, Victor Choi.

Sementara itu, investasi INOV di PlasticPay, yang menyediakan solusi Reverse Vending Machines (RVM) dan Mini Dropbox untuk mengumpulkan sampah plastik langsung dari pengguna, telah berhasil mendukung upaya INOV untuk membangun rantai nilai yang berkelanjutan untuk sampah plastik. Dimana saat ini, PlasticPay memiliki lebih dari 60 mesin RVM dan 600 Mini Dropbox yang digunakan di berbagai lokasi.

BACA JUGA:  Pertamina Trans Kontinental Optimis Raih Target 2023

Berkat langkah ekspansi yang giat dilaksanakan selama ini, INOV telah mengoperasikan pabrik dan fasilitas pencucian (washing facilities) di 9 kota, seperti Tangerang, Solo, Mojokerto, Salatiga, Palembang, Medan, Gowa, Takalar, dan Subang.

Perseroan terus bekerja keras memperluas fasilitasnya setiap tahun, bahkan di masa pandemi telah membuka fasilitas baru di Medan dan Makassar. Di awal tahun ini, Perseroan juga telah memperluas fasilitas pencucian baru miliknya di daerah Subang.

Pada kuartal I 2023 ini, Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih tahun berjalan 146% YoY, dari Rp 6,09 miliar menjadi Rp 14,95 miliar. Peningkatan perolehan laba bersih ini didukung oleh turunnya beban pokok penjualan dan peningkatan pendapatan lain-lain berkat kurs mata uang rupiah yang membaik dan stabil.

BACA JUGA:  Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 145,20 miliar, turun dari Rp 184,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 115,71 miliar, turun dibandingkan Rp 149,60 miliar pada kuartal I tahun 2022.

Berkat kurs rupiah yang membaik secara stabil, pada kuartal I ini Perseroan menikmati pendapatan perubahan kurs sebesar Rp 24,35 miliar, melonjak dibandingkan Rp -1,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pos terkait