Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Berikan Kuliah Umum di PIP Semarang

MJ. Semarang – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, memberikan kuliah umum kepada para taruna dan taruni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Acara tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Balai Mas Pardi PIP Kota Semarang.

Kuliah umum ini juga dihadiri oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng, Direktur PIP, Capt Sukirno M.Mtr, M.Mar, serta para taruna dan taruni PIP Semarang.

Sebelum memulai sambutannya, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya salah satu taruna Sekolah Tinggi Pelayaran di Jakarta yang diduga tewas akibat penganiayaan oleh seniornya beberapa hari lalu.

Pada awal sambutannya, Irjen Pol Ahmad Luthfi menyatakan bahwa taruna dan taruni merupakan aset bangsa yang sangat penting dalam pembangunan nasional.

BACA JUGA:  Pj Bupati Pati Hadir Dalam Acara Senam Bersama Dandim, KPUD dan Tamu Undangan.

“Siapapun Kapoldanya di Jawa Tengah, PIP harus tertib. Perlu saya sampaikan bahwa Anda sekalian adalah duta-duta pembuka Indonesia yang patut diperhitungkan dalam rangka pembangunan nasional,” tegasnya. (15/5)

Irjen Pol Ahmad Luthfi juga memberikan penekanan terkait sikap dan perilaku para taruna dan taruni dengan nada yang tegas.

“Adik-adik boleh tegas tapi tidak boleh keras. Saya ulangi, Anda boleh tegas tapi tidak boleh keras,” kata Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Beliau menjelaskan bahwa beberapa kejadian kekerasan di sekolah kedinasan menjadi tradisi yang mengakar dan sulit dihilangkan begitu saja karena ada relasi kuasa antara senior dan junior. Tindak kekerasan telah terinternalisasi sebagai bagian dari proses inisiasi yang selalu berulang dari waktu ke waktu serta adanya pewarisan kultur kekerasan. Oleh karena itu, beliau meminta agar seluruh pihak turut serta dalam menghilangkan budaya kekerasan tersebut.

BACA JUGA:  Polres Pematangsiantar Tangkap Residivis Miliki Sabu dan Ganja

Beliau mengimbau semua pihak untuk bersama-sama menghilangkan budaya kekerasan dengan memutus mata rantai subkultur kekerasan sedini mungkin.

“Saya minta seluruh pihak bersama-sama menghilangkan budaya kekerasan dengan memutus mata rantai subkultur kekerasan sedini mungkin,” kata Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Beliau juga menekankan pentingnya menanamkan jiwa korsa yang benar.

“Jiwa korsa memang harus ditanamkan karena di situ tertanam asas gotong royong, sense of belonging, saling melindungi, dan saling menjaga. Itulah penjabaran dari jiwa korsa yang sebenarnya,” jelasnya.

Namun, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa jiwa korsa tidak boleh disalahgunakan oleh senioritas untuk memperoleh kehormatan atau pengakuan.

BACA JUGA:  Soal Penggelapan Uang Penjualan 10 Sapi Bantuan Desa Sungai Badak, Beberapa Anggota Kelompok Dizalimi Ketua Ruhi!

“Jangan jiwa korsa dimanfaatkan senioritas untuk memperoleh kehormatan atau butuh pengakuan atau fanatisme. Ini adalah sebuah budaya yang salah,” tegasnya.

Beliau menekankan pentingnya menegakkan jiwa korsa sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Oleh karena itu, sebagai senior dalam menegakkan jiwa korsa harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan. Begitu Anda melakukan tindakan pelanggaran hukum, akan menjadi tersangka, apalagi jika mengakibatkan meninggal dunia,” tegas Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Menutup arahannya, Kapolda Jateng menyampaikan bahwa beliau tidak ingin terjadi tindak pidana kekerasan di PIP Semarang.

“Saya tidak bangga bila kalian dihukum, tapi jadikan pelajaran kepada institusi PIP sendiri. Saya ingatkan, kalau sudah menjadi tersangka, tidak ada yang bisa melindungi, termasuk jiwa korsa yang sudah dipupuk tadi,” pungkas Kapolda Jateng.

Pos terkait