Kata Robot Saya Kena Kanker Serviks?

Kata Robot Saya Kena Kanker Serviks?

DEPOK POS – Kanker serviks menempati urutan keempat kanker tersering pada wanita dengan perkiraan 604.000 kasus baru pada 2020 di seluruh dunia. Kanker serviks sangat berbahaya, terutama bagi wanita karena terdapat risiko infeksi HPV dapat menyebabkan kerusakan jaringan secara berkepanjangan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Tidak hanya secara global, kanker serviks menjadi masalah kesehatan yang cukup urgent di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh WHO (2021) tentang kanker serviks di Indonesia, terdapat 24,4 kejadian kanker serviks per 100.000 wanita di Indonesia dan juga 19.300 kematian akibat kanker serviks pada tahun 2019.

Wah, kanker serviks sangat menyeramkan! Lantas, bagaimana cara untuk mencegah terjadinya kanker serviks? Salah satunya adalah dengan deteksi dini. Deteksi dini merupakan kunci pencegahan kanker serviks. Terdapat beberapa metode deteksi dini kanker serviks seperti IVA dan Pap Smear. Namun, butuh waktu yang lama untuk menunggu hasil laboratorium keluar dan tidak semua fasilitas kesehatan menyediakan tes deteksi kanker serviks.

Akan tetapi, tidak perlu khawatir! Pada era yang canggih sekarang ini, telah banyak metode inovasi screening kanker serviks, salah satunya dengan artificial intelligence (AI). Perkembangan artificial intelligence di berbagai bidang telah mendorong efektifitas dan efisiensi berbagai macam pekerjaan, salah satunya deteksi dini kanker serviks.

Apa Keunggulan Artificial Intelligence Dibanding Alat Deteksi Dini yang Lain?

Sebenarnya, terdapat dua cara utama pencegahan kanker serviks yang sudah diterapkan di seluruh dunia, yaitu vaksinasi dan deteksi dini. Di Indonesia, vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) untuk mencegah kanker serviks diisukan akan segera masuk ke dalam program imunisasi rutin yang harus diperoleh seluruh warga Indonesia. Pelaksanaan imunisasi wajib ini memiliki potensi yang besar untuk mengurangi prevalensi kanker serviks, tetapi akan membutuhkan waktu yang akan lama untuk terasa dampaknya. Oleh karena itu, deteksi dini tetap menjadi prioritas utama dalam pencegahan kanker serviks.

BACA JUGA:  Dampak Negatif Nonton Video Mukbang

Terdapat beberapa cara deteksi dini kanker serviks, antara lain Pap Smear dan IVA. Pap Smear adalah prosedur pengambilan sampel jaringan serviks atau leher rahim. Sementara IVA adalah prosedur penetesan asam asetat pada permukaan mulut rahim. Kedua cara ini sebenarnya sudah dibiayai oleh pemerintah, namun masih saja rendah untuk tingkat deteksi dininya. Kembali lagi, antara opsi deteksi dini yang lain, apakah yang membuat artificial intelligence perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat?

⦁ Lebih Memungkinkan Deteksi Dini di Daerah Tertinggal

Salah satu permasalahan yang menjadi isu utama kesehatan di Indonesia adalah adanya kesenjangan, terkhusus pada daerah tertinggal. Di daerah tertinggal, sumber daya pengadaan deteksi dini kanker serviks, mulai dari tenaga kesehatan maupun kelengkapan laboratorium, sangatlah terbatas. Padahal, deteksi kanker serviks memerlukan alat yang memadai serta tenaga kesehatan yang ahli untuk memberikan diagnosis dan menentukan tindak lanjut dari hasil deteksi dini yang ada. Melihat permasalahan tersebut, artificial intelligence dapat menjadi solusi yang tepat!

AI bersifat portabel atau dapat dilakukan dimana saja (tidak harus melalui tahapan laboratorium yang panjang) sehingga tidak memerlukan banyak alat ataupun sistem tambahan. Selain itu, AI mampu menganalisis hasil deteksi dan memberikan hasil diagnosis serta tindak lanjut yang harus diberikan kepada orang yang menerima hasil deteksi dini. Dengan demikian, AI akan sangat membantu pelaksanaan deteksi dini di daerah tertinggal karena bersifat lebih efisien.

BACA JUGA:  Sakit Perut? Hati-hati dengan Telur yang Dimasak Setengah Matang

⦁ Hasil Akurat dan Cepat

Salah satu kendala yang sering ditemui dalam deteksi dini kanker serviks adalah lamanya diagnosis dan penentuan tindak lanjutnya. Kendala ini dapat diatasi dengan AI yang telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga hasil pemindai slide portabel dari screening dapat dianalisis menggunakan Deep Learning System (DLS) yang akurasinya sudah terbukti tinggi apabila dibandingkan dengan sistem pemeriksaan sitologi yang masih perlu dianalisis secara manual oleh manusia. Selain akurasi, waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil serta analisis deteksi dini bisa didapatkan dalam waktu yang lebih singkat sehingga penanganan kanker serviks dapat lebih cepat.

⦁ AI Dapat Mengurangi Subjektivitas atau Bias dalam Diagnosis Manual

Dengan hadirnya AI, maka yang akan melakukan diagnosis adalah alat itu sendiri sehingga tidak akan adanya salah penglihatan ataupun subjektivitas dibanding saat tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan. Selain itu, hasilnya pun dapat disimpan dan dijadikan perbandingan dari waktu ke waktu.

Bagaimana cara deteksi dini dengan artificial intelligence?

Pengembangan alat deteksi dini kanker serviks dengan teknologi AI diinisiasi oleh Pyridam Farma (PYFA) bersama dengan AIDOT Inc. Dikabarkan, akan segera hadir Cerviray artificial intelligence (Cerviray AI), sebuah alat pendeteksi kanker serviks yang portabel! Alat ini dapat membantu setiap perempuan mendeteksi dini kanker serviks dengan tingkat sensitivitas 93 persen dan tingkat spesifisitas 89 persen. Cerviray AI akan membantu pengambilan gambar leher rahim, sehingga nantinya hasil yang didapatkan akan lebih cepat, berkualitas, dan juga akurat. Dengan adanya bantuan alat ini, pasien tidak hanya akan mendapatkan eksplanasi dan edukasi secara lisan dari dokter namun juga secara virtual sehingga pasien lebih memahami kondisi tubuh mereka. Cerviray AI telah mendapatkan berbagai sertifikasi dan paten dari berbagai negara. Selain itu, efektivitas Cerviray AI ini telah diuji coba oleh Korea University Anam Hospital dan Seoul National University Bundang Hospital. AIDOT inc. beserta dengan Pyridam Farma berharap inovasi teknologi yang dihadirkan oleh Cerviray AI ini dapat menjadi jawaban bagi tenaga ahli sekaligus menjadi pilihan bagi wanita Indonesia dalam pemeriksaan rutin kanker serviks dengan hasil lebih cepat dan akurat.

BACA JUGA:  Pengaruh Virus Hepatitis B Terhadap Ibu Hamil

Sangat dibutuhkan perkembangan artificial intelligence (AI) sebagai salah satu cara deteksi dini kanker serviks yang tidak hanya memudahkan, namun mempercepat dan memperluas jangkauan kanker serviks. AI akan sangat membantu keakuratan deteksi kanker serviks, terutama di Indonesia. Mengingat transformasi sistem pelayanan kesehatan yang juga mengalami digitalisasi, pemerintah harus mulai mempertimbangkan pengembangan AI sebagai salah satu deteksi dini kanker serviks di Indonesia.

⦁ Patricia Kresnauli
⦁ Yolanda Claudia Zipora
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Pos terkait